Pukul 07:00 pagi
Pagi ini, arsen dan reisa tengah menyantap sarapan pagi nya masing-masing di ruang makan.
"Hari ini afhra (salah satu bodyguard kepercayaan arsen) yang akan mengantar mu,rei."ujar arsen sesekali melirik reisa yang berada di sebrang nya.
"Memang nya afhra sudah selesai cuti ,mas ?..."tanya reisa pada arsen.
"Ya, dan mulai sekarang hingga seterusnya, afhra akan menjadi bodyguard sekaligus supir pribadi mu,rei."jawab arsen .
"Benarkah ?.."tanya reisa sedikit terkejut.
"Huumm,"arsen menganggukkan kepala nya pada reisa.
"Tapi, mas. Sebaiknya kamu tak perlu melakukan itu."ucap reisa dengan wajah memelas. Sebenarnya, reisa sangat tak menginginkan si terpercaya afhra untuk menjadi bodyguard nya. Karena jika afhra menjadi bodyguard nya. Maka, reisa tak akan bisa pergi kemana-mana kecuali jika arsen mengizinkan. Dan afhra akan sangat menuruti perintah arsen daripada reisa. Sekalipun reisa adalah istri arsen. Lalu, reisa pun tak akan pernah bisa memiliki rahasia dari arsen. Karena afhra akan selalu memberitahu arsen aktivitas reisa setiap hari nya.
"Perlu rei!!.."tegas arsen.
"Tapi ma––..."
"Tidak ada tapi rei !!.. "Potong arsen dengan tegas. Maaf, karena untuk saat ini arsen harus bersikap tegas pada reisa. Ini menyangkut keamanan reisa yang tak akan bisa selalu arsen awasi karena sebentar lagi, arsen juga harus mengawasi keamanan Afshienna.
"Huuhh, yasudah.."ujar reisa pasrah. Jika arsen sudah berbicara tegas seperti itu, reisa mana bisa melawan lagi. Sebenarnya reisa bisa saja melawan. Hanya saja, sekarang kan reisa sudah berjanji untuk menjadi istri yang baik bagi arsen. Humm, yasudahlah.
****
Beberapa menit yang lalu, arsen dan reisa telah menyelesaikan sarapan nya.
"Maaf karena mulai saat ini mas akan jarang sekali mengantar mu untuk bepergian,rei. dan mulai sekarang hingga seterusnya afhra lah yang akan mengantar kemana pun kamu pergi. Mas harap kamu mengerti, karena jika mas sudah kembali bekerja, maka mas akan sangat sibuk mengurusi pekerjaan kantor,sayang."ucap arsen memeluk singkat reisa. Sebenarnya, arsen bukan hanya akan sibuk untuk mengurusi pekerjaan kantor. Tapi, ia juga akan di sibuk kan dengan persiapan nya untuk meminang Afshienna dalam waktu dekat ini. Jadi ,arsen juga harus pintar-pintar membagi waktu nya dengan reisa dan Afshienna untuk ke depan nya.
"Huumm, iya mas. Tidak apa-apa, aku mengerti."ujar reisa sembari merapikan setelan kantor arsen.
Cupp!!
Arsen mengecup singkat kening reisa dengan hangat."Yasudah, mas berangkat dulu ya. Jaga diri mu baik-baik,sayang. I love you.."pamit arsen sembari beranjak pergi.
Reisa tersenyum sembari menganggukkan kepala nya pada arsen."hmmm, I love you too,mas. Hati-hati !!."ucap reisa agak berteriak karena arsen sudah masuk ke dalam mobil nya.
"Bye !!..."arsen melambaikan tangan nya dari kaca mobil pada reisa.
"Bye!!.. Daa mas !!.."reisa membalas lambaian tangan arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFSHIENNA [On Going]
Fanfiction" aku pikir setelah ayah ku , tak akan ada lagi pria tega seperti nya sen . "ucap afshienna pilu dengan raut wajah kecewa nya pada arsen. Arsen memijat pelipis nya dengan frustasi ." na dengar , aku minta maaf ?? Ku mohon !! Aku tid--.."perkataan ar...
![AFSHIENNA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/214589440-64-k76207.jpg)