Jangan lupa vote dan komen chagii...
Tinggalkan jejak sebagai penyemangat...
Vote masih gratis ko...
Happy Reading!
Yujin sudah datang pagi-pagi buta, sebelum para murid datang ia harus segera membersihkan sekolah. Ia menyimpan tasnya lalu memakai seragam kerjanya lalu memakai topi, membawa sapu, alat pel dan ember.
Ia berjalan menyusuri lorong sekolah untuk menuju lantai paling atas, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang sudah duduk rapi di dalam kelas.
Yujin memperhatikan sekitar semoga tak ada orang lain selain dia, ia kembali menuju ruangannya dan mengambil sebuah hoodie warna lavender dan kembali ke kelas tadi.
" Permisi "
Gadis tersebut sedikit kaget hingga memegangi dadanya, ia tersenyum ke arah Yujin yang juga tersenyum.
" A-annyeonghaseyo "
" Annyeong "
" A-aku ingin mengembalikan ini "
Yujin mengangkat hoodie yang ia bawa lalu menghampiri gadis tersebut.
" Ini sudah di cuci, terimakasih sudah meminjamkannya "
" Sama-sama "
Gadis itu tersenyum setelah menghirup wangi hoodie tersebut, Yujin masih diam memandang gadis tersebut ia benar-benar sangat cantik saat di lihat dari dekat.
" Ah, aku juga ingin mengembalikan ini. Ini punyamu kan? "
Yujin merogoh saku celananya lalu menyodorkan jepit rambut kelinci yang ia temukan waktu itu.
" Dimana kau menemukannya? Aku sudah mencari ini sejak lama "
" Itu terjatuh di taman belakang sekolah "
" Benarkah? Terimakasih telah menemukannya "
" Sama-sama, kalau begitu aku permisi "
" Siapa namamu? "
Langkah Yujin terhenti karena gadis itu menanykan namanya, Yujin berbalik untul menghadapnya.
Sang gadis menggeser kursi dan menghampiri Yujin. Mengulur kan tangannya untuk di jabat.
" Jang Wonyoung, kau? "
Dengan ragu dan sedikit gemetar Yujin menerima jabat tangan Wonyoung.
" A-ahn Y-yujin "
" Kita sepertinya seumuran "
" I-iya "
" Kau— "
Ucapan Wonyoung terpotong saat beberapa murid masuk, karena tidak enak dan merasa takut Yujin membungkukan sedikit badannya lalu pergi. Terlihat wajah kekecewaan Wonyoung karena belum selesai mengobrol.
Di luar Yujin memegangi dadanya, merasakan detak jatungnya sendiri yang berdegup kencang. Akhirnya ia bisa bertatap mata bahkan mengobrol dengan Wonyoung, gadis yang ia kagumi sejak pertama melihatnya.
Yujin memandangi tangan yang tadi di jabat Wonyoung, ia menghirupnya lalu tersenyum karena wangi parfum Wonyoung yang menempel.
" Hah...Wangi, apa orang cantik selalu sewangi ini? "
KAMU SEDANG MEMBACA
ANNOYING GIRL
Romance" Berhenti menggangguku " " Aku hanya menyukaimu, apa itu salah? "
