flashdandelion
.
.
.
"B-buat Mas Alva."
Alva menatap kotak bekal berwarna hijau yang Jian sodorkan. Pacarnya terlihat ragu, bibir merah alami itu semakin terlihat menggoda ketika sesekali digigit oleh pemiliknya.
Kotak bekal itu Alva terima. Ia tak tahu apa isinya, tapi aromanya cukup menggugah selera.
"Itu cuma nasi goreng t-tapi nanti jangan lupa dimakan ya." ujar Jian tersenyum.
Sebenarnya bukan tanpa sebab ia membuatkan Alva bekal makanan. Mulai hari ini para siswa kelas dua belas diharuskan mengikuti kelas tambahan sampai sore dan Dito pernah bilang padanya kalau Alva itu jarang sekali makan di sekolah.
Tentu saja Jian tak ingin Alva sakit jadi ia menyempatkan membuat bekal untuk cowok itu.
"Thanks, nanti gue makan." Alva mengusap rambut Jian. Rasanya bahagia melihat Jian peduli padanya.
Jaya yang melihat interaksi manis dua remaja itu jadi iri. Ia mana bisa bermesraan seperti itu dengan Asih di kampung karena bapak pacarnya itu benar-benar galak.
Butuh perjuangan yang panjang untuk meyakinkan orang tua Asih agar mau menerimanya menjadi menantu. Jaya jadi tak sabar menunggu hari pernikahannya.
****
M
aria menyenderkan kepalanya ke pundak suaminya. Setelah sarapan mereka memilih menonton acara berita pagi hari. Rahardian juga sudah menyelesaikan pekerjaannya, jadi ini waktu yang tepat untuk mereka bersantai.
"Selasa depan sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pergi ke dokter."
Maria menoleh ke suaminya. "Kenapa tidak bisa?" ucapnya sedikit cemberut.
"Ardi pulang dari Melbourne. Dia ingin membicarakan sesuatu di kantor." jawabnya.
Rahardian mengusap lembut pundak istrinya. Ardi itu teman dekatnya dari SMA. Laki-laki itu juga merintis perusahaannya sendiri di Australia setelah selesai kuliah.
Ini akan menjadi reuni pertama mereka setelah Ardi memilih pindah ke Australia tujuh tahun yang lalu.
"Kenapa harus di kantor?" tanya Maria.
Rahardian menghela nafas pelan. Istrinya ini sedang dalam fase tak ingin ditinggal kemana-mana.
"Ardi sendiri yang memintanya. Aku janji akan langsung pulang setelah menemuinya."
"Kamu lupa ya kalau selasa depan itu ulang tahun Alva?" Maria menolehkan wajahnya kesal.
Perempuan itu tak masalah jika Rahardian tak menemaninya pergi ke dokter, tapi dihari itu ia ingin merayakan ulang tahun Alva.
Bagaimana bisa Rahardian melupakan ulang tahun anaknya sendiri? Maria jadi kesal.
"Ah, aku lupa kalau hari itu ulang tahun Alva." Rahardian baru ingat, untung saja Maria bilang padanya.
Hubungannya dengan Alva makin memburuk setelah kejadian kemarin. Alva seolah tak menganggapnya ada. Cowok itu selalu diam saat Rahardian mencoba mengajaknya berbicara.
Masih banyak kesalahpahaman yang harus diluruskan. Bagaimana pun caranya Rahardian harus berbicara dengan Alva.
"Tapi maaf aku benar-benar harus menemui Ardi di kantor." ia menatap Maria.
"Terserah kamu saja!" Maria berucap ketus lalu meninggalkan suaminya di ruang tengah.
Ia benar-benar kesal. Apa susahnya mengganti dengan hari lain?
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Make You Mine
Teen Fiction[Boyslove] [Romance] [Yaoi] Hubungan manis antara majikan dengan pembantunya. Alva×Jian Start: 16-08-2020 End: - Warning! Cerita ini berisi konten tentang YAOI. So, don't read if you don't like!
![[BL] Make You Mine](https://img.wattpad.com/cover/237056980-64-k536734.jpg)