flashdandelion
.
.
.
Tidak ada pemandangan yang lebih mengejutkan dipagi ini selain melihat tubuh basah Alva setelah mandi. Perut sixpack cowok itu membuat Jian langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Tubuh pacarnya itu seperti pahatan patung Dewa-dewa Yunani yang sempurna. Jian menggelengkan kepala dibalik selimut. Ia tidak boleh berfikiran kotor.
"Jian?" Alva mencoba menarik selimutnya. Mengingatkan cowok manis itu untuk bersiap sekolah.
Jian bergerak panik. "J-jangan dibuka!"
"Huh?"
Hal yang terjadi berikutnya membuat Alva mengernyit bingung. Jian menyembul keluar dari selimutnya.
Salah satu tangannya digunakan untuk menutup mata, tubuh kecilnya perlahan merangkak turun dari ranjang milik Alva.
"J-jian keluar dulu." ucapnya membelakangi Alva. Jian berjalan cepat ke arah pintu.
"Eh, dikunci?"
Di belakang sana Alva sedang tertawa kecil karena melihat tingkah lucu pacarnya. Padahal ini bukan pertama kalinya Jian melihatnya bertelanjang dada, tapi cowok manis itu masih saja bersikap malu-malu. Alva mengambil kunci lalu berjalan menghampiri Jian.
Klik
"Lain kali ambil dulu kuncinya." bisik Alva ditelinga Jian.
Jian hanya mengangguk lalu dan segera keluar dari kamar Alva. Apa reaksinya tadi terlalu berlebihan?
Sungguh Jian gugup melihat tubuh Alva. Cowok kecil itu juga sedikit kagum, ia mana bisa punya tubuh sebagus itu. Perut datarnya yang lucu itu benar-benar tidak pantas jika dibandingkan dengan perut sixpack Alva.
Ah? kenapa ia jadi membayangkan tubuh itu lagi? Jian harus cepat bersiap-siap. Ia tak boleh terlambat.
****
"Kyaaa lucu banget sih!" Dewi heboh sendiri setelah Jian menceritakan kejadian di kamar Alva pagi tadi.
Sebenarnya Jian tak berniat untuk memberi tahu, tapi sahabatnya itu memaksanya bercerita.
Dugaan Dewi memang benar kalau ternyata sahabatnya ini memiliki hubungan dengan cowok bernama Alva itu.
Pengamatan dari seorang fujoshi sepertinya itu tidak perlu diragukan lagi kebenarannya!
"Jadi, kalian udah pacaran nih?" cewek itu berhenti menulis. Ia masih belum puas bertanya. Ah, mungkin lebih tepatnya menginterogasi.
Jian balas mengangguk malu. Rasanya ia juga masih belum percaya kalau Alva itu adalah pacarnya. Bertemu dengan Alva adalah sebuah momen paling manis di hidupnya.
"Uuuu nggak nyangka kalau uke ku yang polos ini udah punya pacar."
"Uke itu apa?" Jian bertanya bingung. Dia baru mendengar istilah asing itu.
Dewi menatap Jian tak percaya. Ternyata sahabatnya ini masih belum tau apa-apa soal hubungannya sendiri. Cewek itu menutup bukunya.
Persetan dengan PR kimia yang sedang ia salin, memberi edukasi pada sahabatnya adalah hal yang paling penting saat ini.
"Nih aku kasih tau. Didalam hubungan sesama jenis itu ada yang namanya seme dan uke atau bisa juga disebut top dan bottom, sampai sini paham?" Jian mengangguk sambil terus mendengarkan.
"Seme atau top ini adalah pihak atas. Mereka itu ya cowok yang lebih mendominasi dalam suatu hubungan, sedangkan buat uke atau bottom ini adalah pihak bawah yang berarti kalau buat pasangan gay, dia ini seperti berperan sebagai 'cewek' gitu loh."
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] Make You Mine
Fiksi Remaja[Boyslove] [Romance] [Yaoi] Hubungan manis antara majikan dengan pembantunya. Alva×Jian Start: 16-08-2020 End: - Warning! Cerita ini berisi konten tentang YAOI. So, don't read if you don't like!
![[BL] Make You Mine](https://img.wattpad.com/cover/237056980-64-k536734.jpg)