Tak ada yang benar-benar bersih di dalam dunia bisnis,sebab di mana ada uang,di situlah terdapat manusia-manusia yang memiliki sifat tamak,serakah,licik dan memandang harta juga kekuasaan adalah kekuatan bagi mereka.Segala hal yang mereka lakukan akan di anggap halal dan sah-sah saja demi memenangkan semua persaingan dalam mewujudkan segala apa yang menjadi tujuan mereka.
Amber telah berada di dalam sebuah ruangan tertutup.Udara di dalam ruangan itu terasa lembab dan juga pengap.Barangkali,karena ruangan itu di buat di dalam ruang bawah tanah.
Tempat itu seperti memang sengaja tak terlalu di urus.Cat di dinding-dindingnya terlihat kusam,koridor yang berdebu dan hanya di terangi dengan lampu-lampu temaram,bahkan terdapat jaring laba-laba di beberapa bagian atas atapnya menimbulkan kesan mistis bagi siapapun yang melalui lorong itu.Dan,di tempat inilah Amber biasa menghabiskan waktu 'bermainnya'.
"Bawa kemari mainanku!",
(Dialog yang terjadi di antara para tokoh di dalam cerita ini sedang menggunakan bahasa asing,kecuali saat Amber tengah berbicara dengan orang-orang yang berasal dari Korea Selatan).Kata Amber tegas bersama raut wajah juga sorot mata dinginnya yang mengarah lurus ke depan.
Salah seorang pria yang bekerja menjadi orang suruhannya tersebut pun menurut dan bergerak cekatan.Ia segera membuka sebuah tas koper yang sejak tadi di bawa olehnya,dimana di dalam tas itu berisi segala macam 'mainan' yang merupakan milik Amber.
Seorang pria berusia sekitar 30 tahunan lebih tengah duduk di sebuah kursi dalam kondisi tangan dan kaki yang terikat di kursi yang saat ini sedang ia duduki.
"Ini,hyung...",
Kata pria tersebut sambil menyerahkan sebuah pisau yang telah di lumuri dengan racun.
"Hum".
Amber pun mengambil 'mainannya' dan melangkah pelan mendekati sesosok pria yang duduk di hadapannya tersebut.
"Siapa yang menyuruhmu?",
Tanya Amber dengan suara yang ia buat lembut kepada pria yang saat ini menjadi sandranya itu.Namun,pria yang ia sandra tersebut masih bersikap tenang dan menatap dengan ekspresi wajah datarnya terhadap Amber.
Srettt
"Aaarrrgggh!!!",
Teriak pria tersebut penuh rasa kesakitan,ketika Amber tiba-tiba bergerak cepat memotong salah satu jari tangan kirinya.
"Mau bicara atau mati?!",
Tanya Amber yang masih tetap menjaga sikap tenangnya tersebut.
"Siapa yang menyuruhmu untuk masuk ke wilayahku,hn?",
Tanya Amber lagi dengan sedikit membungkukkan tubuhnya guna menatap tepat pada iris biru yang di miliki oleh pria yang menjadi sandranya itu.
"Aku,tak akan mengatakan apapun kepadamu,brengsek!",
Balas pria itu di tengah rasa kesakitannya itu dan menatap nyalang ke arah Amber yang kini menampilkan smirk yang mengisyaratkan kematian bagi orang yang menjadi musuhnya.
Sreeet
Sreeet"Aaarrrggghhh!!!",
Teriakan yang mengandung pilu dan kesakitan terdengar bergema di tempat itu.
Amber dengan tanpa ampun menyayat-nyayat wajah pria asing tersebut bersama ekspresi raut wajah dingin dan sadisnya.
"Aku sudah menyelidiki tentang latar belakangmu... Bagaimana jika...,aku membawa wanita yang baru beberapa hari ini menjadi istrimu itu,hn?",

KAMU SEDANG MEMBACA
Love & Tragedy
FanfictionFunfiction ini berisi konten dewasa yang berisi adegan kekerasan dan sexsualitas yang tak layak di baca bagi readers yang masih berusia di bawah umur!!! 🔥🔥🔥🔞🔞🔞 Harap cerdas dalam memilih bacaan yang ingin anda baca!!!. WARNING sudah di berikan...