Kupikir memiliki seorang kekasih yang sesuai dengan kriteriaku akan sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Namun ternyata tidak, selama ini orang yang aku cintai ada disampingku.
#39 dasha ( 22 feb 21)
#720 friends (8 maret 21)
#185 btsjungkook (14...
Note : Chapter ini lebih panjang dari sebelumnya. Semoga suka!
• • • • • • • • •
Jungkook kembali ke rumahnya setelah mengantarkanku pulang. Ia sempat menawarkan diri untuk menemaniku, namun aku menolaknya. Karena, aku tahu Jungkook masih memiliki banyak pekerjaan disana. Lagipula aku juga harus memeriksa Tokoku. Setelah sampai rumah, aku mengganti pakaianku saja. Lalu, pergi menuju Toko.
Sesampainya disana, terlihat masih banyak pengunjung. Bahkan mereka juga tak lupa mengambil gambar untuk momen keseharian.
"Selamat datang, Tuan!"
Sapaan dari seluruh para pekerja disana membuatku bersemangat. Mereka memang kuperintahkan untuk selalu ramah pada orang lain. "Bagaimana?"
Mereka tersenyum riang, rasanya aku senang bisa membantu mereka untuk mencari nafkahnya.
"Lalu, sebenarnya sebentar lagi aku akan menikah. Maka, mau tak mau toko ini harus tutup sementara."
Mendengar Dasha mengucapkan hal tersebut, sontak para pekerja terkejut dan bersorak. "Wah! Selamat, Tuan!"
Aku tersenyum. "Baiklah, kalau sudah malam, jangan lupa ditutup ya."
"Siap, Tuan!"
Setelah itu aku kembali setelah mengecek keadaan di Tokoku. Ketika sampai di rumah kutemukan mobil yang terparkir di halaman rumahku. Siapa lagi, jika bukan mobil sahabatku?
"Hai, Dash!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hai! Ayo mas--" Ajakku
Jin menahan tanganku, "Tidak, aku tak akan berlama di rumah calon pengantin."
Aku tersipu malu, "Tunggu, tau darimana?"
Jin tersenyum. "Jungkook menghubungiku. Ia berterimakasih dan meminta maaf."
Dasha menggaruk kepala bagian belakangnya, "Uhm--maafkan Jungkook ya ,Jin."
Jin menggeleng. "Tidak, aku turut bahagia ketika dia memberitahuku juga soal pernikahanmu. Dia ingin aku datang kesana!."
"Benarkah?" Tanyaku
Jin mengangguk pelan, lalu ia kembali ke mobilnya untuk mengambil sesuatu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.