One Day Before

282 15 0
                                        

                       Setelah melewati beberapa hari meskipun tidak selalu bahagia, dan melewati berbagai tantangan di setiap harinya.
       Akhirnya, aku telah sampai di penghujung. Tidak, maksudku besok adalah hari pernikahanku.

31 Desember

Ini memang sudah akhir tahun, Entah. Yang memutuskan tanggal ini adalah Dasha serta Jungkook. Serta keputusan keluarga besar kami. Jujur, sekarang aku sangat gugup. Bahkan satu hari sebelum pelaksanaan.

Keluargaku sudah berkumpul di rumahku. Kini, rumahku sudah penuh dengan anak kecil yang berisik. Ayahku, Ibuku, Pamanku, Tanteku, Semuanya berkumpul.

Jadi, urutan acaranya itu adalah besok sekitar pukul 8 kami pergi ke sebuah hotel besar bernama,

'Hotel Shilla Seoul'

Hotel ini sudah mendapat bintang yang sangat bagus. Keluarga Jungkook dan Keluargaku akan pergi ke Hotel sebelum pukul 9 pagi. Tepatnya, keluarga Jungkook akan datang lebih dahulu.

Kini sudah pukul 10 Malam. Aku masih berbincang-bincang bersama keluargaku di ruang tengah.

"Dash, senang ya?" Tanya Tanteku yang asyik menggodaku sedari tadi.

Aku tersenyum, "Gugup, Tan."

"Tapi, kuakui. Jungkook memang pria yang baik." Balas Pamanku

Ibuku dan Ayahku hanya tersenyum. "Sudah bertukar pesan dengannya?" Tanya Ayahku

Aku menggeleng, "Belum, aku belum mengecek handphoneku sedari tadi."

"Tidurlah, ini sudah malam." Ibuku menyuruhku untuk tidur.

Lalu salah satu keponakanku dari paman dan tanteku menghampiriku.

"Dasha Eonni, apa aku terlihat imut?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dasha Eonni, apa aku terlihat imut?"

Dasha tertawa, lalu mencubit gemas pipinya. "Acha memang paling imut. Gemas."

Acha tersenyum gembira. Setelah itu ia pergi kembali bermain dengan adiknya lelaki yang bernama Wonwoo.

"Baiklah, aku tidur duluan ya."

"Baiklah, pergilah tidur."

Lalu aku pergi ke atas kamar dan menutup pintunya. Setelahnya, aku merebahkan diri di ranjang kasurku. Entah kenapa rasanya sangat gugup sekali sekaligus sedih, namun sekaligus senang pula. Semua orang berbaik hati pada Jungkook.

Aku tiba tiba terpikirkan sesuatu untuk menulis catatan harianku di sebuah buku. Kubuka lemari kecilku, dan mengambil sebuah pena dan buku.

"Uhm, sepertinya ini akan menjadi hari terakhirku membuat catatan."

Aku tiba tiba meneteskan air mata begitu membaca ulang catatan harianku setiap hari sejak awal masuk kerja di sebuah Perusahaan yang sangat aku inginkan. Semua keluh kesah aku tuliskan disana, kutuangkan pada buku.

NIGHT JEON [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang