Semoga Kalian Suka! ❤
°°°°°°°°°°°°°
Pukul 21.00 wib
Ara POV
Hari ini aku pulang tepat setelah cafe ditutup. Seharusnya aku pulang satu jam yang lalu, namun entah mengapa hari ini aku malas sekali pulang ke rumah.
Berhubung hari sudah malam angkutan umum pun jarang sekali yang lewat. Akhirnya aku pulang berjalan kaki, dan mampir ke taman untuk sekedar melepas penat dan menghirup udara segar.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, namun untuk kali ini aku ingin menghirup udara segar seperti ini di dalam sebuah keheningan seperti saat ini.
30 menit sudah aku berdiam didalam taman sendirian seperti ini. Aku pun beranjak pulang meski berat kulakukan namun aku harus pulang. Harus beristirahat agar besok aku bisa sekolah.
Jarak dari taman ke rumahku sebenarnya tidak terlalu jauh kalau memakai kendaraan, namun karena aku berjalan kaki maka perlu menempuh waktu kurang lebih 30 menit.
Tidak terasa aku sudah sampai di depan rumahku. Namun, ada yang aneh. Siapa mereka yang sedang berdiri didepan pintu rumahku?
Tidak mungkin itu mereka bukan.
Bagaimana bisa mereka mengetahui bahwa aku tinggal disini.
Aku pun dengan segera merogoh handphone yang ada di dalam saku ku untuk meminta bantuan kepada para sahabatku.
Namun, ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22.05 wib aku pun mengurungkan niatku untuk menghubungi mereka.
Terlalu malam untuk ku menghubungi mereka. Aku harus bisa. Aku bisa melawan rasa takutku. Mereka bukan siapa-siapa.
Dengan pasti aku melangkah menuju rumah sedikit demi sedikit. Hingga salah satu dari mereka melihatku.
'Wah lihat Ma! Jalang baru pulang. Haha' seru nya yang membuat Mama dan Papa langsung melihatku.
'Heh! Cepat buka pintu ini! Aku ingin beristirahat! CEPAT!' Bentak Papa.
'Ka kalian ngapain di disini? Ba bagai bagaimana b bisa k kalian me menemukan ku?' Ucapku terbata-bata.
'Ya jelas kami kemari untuk menemuimu. Emang untuk apalagi. Apa kau tidak merindukan kami?' Ucap Mama dengan senyuman yang menurutku itu senyuman yang mengerikan.
'Cepat buka! Lama banget!' Bentak perempuan yang kira-kira berumur 2 tahun diatas ku.
'I i iya se sebentar.' Akhirnya aku pun membuka pintu dan mereka bertiga menerobos masuk ke rumah ku tanpa se izinku.
Ya, mereka adalah orang-orang yang membuatku harus hidup mandiri. Mama Lala dan Papa Heri tidak lupa anaknya Kak syilla.
Mereka yang setiap harinya menyuruhkan mencari uang, tidak memberi ku makan, dan ingatkan aku mereka yang selalu membentakku, dan melukaiku.
Ara POV End
Tiba-tiba,
Sreet
'Awwss Kak sakit hiks... hiks.. Lepasin hiks' Tangis Ara pun tumpah ketika dia dijambak oleh Kakaknya ah lebih tepatnya kakak tirinya dan menyeret Ara untuk masuk ke rumah.
Ketika sampai di depan kedua orang tua angkat nya Ara di banting begitu saja hingga tidak sengaja kepala nya terbentur dengan tembok.
'HEH KAU TAK TAU DI UNTUNG! SUDAH KAMI RAWAT KAU PERGI BEGITU SAJA!' Bentak Lala sang mama tiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Very Possesive Brother
KurzgeschichtenDilarang mendekat untuk PLAGIATERS. °°°°°°°°° Hidup selama 13 tahun bersama keluarganya ini jauh dari kata bahagia dan harmonis. Gadis lucu nan cantik ini setiap harinya diisi oleh rasa sakit baik fisik maupun mental oleh keluarganya. Namun, suatu...
