Waaawww lama banget yaaa aku ga up😅
Soalnya setiap up ada ajaaa halangan ya😭
Jadiii semoga kalian puas sama part ini. So happy reading!! ❤️
°°°°°°°°°°°°°°°°
Plak
''Ini kan yang lo lakuin ke adik gue?'' Geram Bara. Disusul oleh yang lainnya.
Plakk
Sebuah tamparan keras diterima oleh Syilla dari Kevin laki-laki yang dicintai nya selama ini.
''Vin gue sayang sama lo. Kenapa lo ngelakuin ini ke gue.'' Lirih Syilla.
''Karena lo udah ngebuat cewe gue menderita selama ini.'' Sinis Kevin.
''Siapa? ARA IYA? DIA GAK PANTES BUAT LU VIN! CUMAN GUE YANG PANTES!'' Teriak Syilla membuat Kevin semakin emosi.
''Lo siapa nya Kevin? Ibu Kevin? Siapa lo siapa Kevin sampe lo larang-larang Kevin. Hidup hidup Kevin kok lo yang repot.'' Santai Ano kepada Syilla, karena sungguh Ano pun kesal kepada Syilla.
''Siapa lo hah?!'' Teriak Syilla kepada Ano. Kevin yang sudah diambang batas kesabaran pun akhirnya mencekik Syilla membuat Syilla susah untuk bernafas.
''Gue ingetin sekali lagi sama lo. Gue gak suka dan gak akan pernah suka sama lo. Hati gue cuman untuk Ara. Dan lo gak berhak untuk dapetin itu. Karena bagi gue. Lo itu hanya hama yang perlu gue musnahin.'' Tekan Kevin membuat Syilla mematung merasakan sakit dileher dan juga hatinya.
Setelah berbicara itu Kevin pun menjauhi Syilla dan berjalan mendekati Zaki, Mahen dan Adrian.
''Udah selesai Vin?'' Tanya Mahen.
''Sebenarnya belum Dad. Tapi kalau tetep disana yang ada mereka semua mati sebelum kalian lakukan sesuatu ke mereka.'' Santai Kevin membuat mereka tertawa. Tidak ada yang lucu memang namun bagi mereka ini adalah hal langka karena Kevin berbicara panjang kepada mereka. Biasanya hanya berbicara panjang jika bersama Ara.
Sedangkan yang lain masih sibuk membalaskan kekesalan dan emosi mereka. Tamparan, jambakan, pukulan pun mereka terima. Karena bagi mereka semua yang sudah berani menyakiti Ara akan mendapat balasan yang sama bahkan lebih dan mereka tidak memandang gender.
Seram tapi itulah mereka. Bagaimana pun mereka sangat menyayangi Ara. Terutama Davin yang sangat kesal dan emosi selain Ara, Fira adik kandung nya pun mereka pukul hingga pingsan.
Mereka sendiri bahkan tidak habis pikir kenapa para cewe-cewe ini sangat terobsesi oleh mereka yang sebenarnya tidak pernah melirik bahkan menganggap mereka ada.
Setelah mereka puas akhirnya sekarang bagian para lelaki yang lebih tua untuk beraksi. Adrian, Mahen, dan Zaki pun berjalan dengan gagahnya tidak lupa seringaian di wajahnya.
''Saya harus lakuin apa sama kalian? Kalian sudah membuat putriku terluka dan menderita.'' Ucap Mahen.
''Dan kau sudah menyentuh bahkan merendahkan putriku juga.'' Ucap Adrian kepada Heri.
''Dan kalian semua sudah membuat cucuku menderita. Jadi aku harus apa untuk membalaskan semuanya?'' Ucap Zaki dengan santai namun menyiratkan kemarahan yang besar.
''Ampun hiks.. ampuni kami hiks..'' ucap Rere.
''Ampun? Atas dasar apa aku mengampuni kalian?'' Tanya Mahen sinis.
Mereka pun hanya menelan ludahnya dengan susah payah. Ternyata mereka salah mengambil musuh.
''Kami minta maaf.'' Lirih Angel.
''Maaf katamu? Mungkin kalau kalian meminta maaf kepada putriku kalian bisa mendapatkan maafnya. Namun sayang tidak ada kata maaf di kamus kami untuk orang-orang seperti kalian.'' Tekan Mahen.
''Bukankah sudah jelas. Siapapun yang menanam pasti dia yang akan menuai. Dan kalian menanamkan kemarahan dan kebencian dihati kami semua. Maka yang akan kalian dapatkan sesuai dengan yang kalian tanam, yaitu kemarahan kami, kebencian kami, tapi tidak dengan maaf kami.'' Jelas Zaki.
''Tanpa berlama-lama kita harus menyelesaikan semuanya. Kita harus ke rumah sakit karena Papa tidak mau cucuku bangun nanti kita tidak ada.'' Jelas Zaki lagi.
Mereka bertiga pun memulai kegiatan yang ingin bahkan sangat-sangat mereka ingin lakukan.
Plak
Plak
Plak
Plak
Suara tamparan yang sangat keras menggema diruangan itu. Dimana mereka semua mendapat tamparan yang sama.
Bugh
Sreet
Pukulan serta jambakan mereka lakukan sesuai dengan apa yang mereka lihat.
''Sudah sudah. Kita harus cepat-cepat menuju ke rumah sakit.'' Akhir Zaki disetujui oleh semuanya. Namun sebelum Zaki keluar dari ruangan itu..
''Kalian siksa mereka lalu sembuhkan lakukan seperti itu sampai mereka meminta untuk mati. Ingat jangan sampai mereka mati. Kasih mereka makan. Kalau kalian mau pakai silahkan asal ingat jangan sampai mati dan kabur. Satu saja kabur nyawa kalian taruhannya.'' Titah Zaki kepada puluhan bodyguard diruangan itu.
Setelah mengucap perintah itu Zaki pun bersama yang lainnya segera menuju Rumah sakit untungnya tidak ada darah yang menempel dibaju mereka.
''Apakah Ara belum sadar?'' Tanya Zaki kepada perempuan yang ada disana saat pertama kali masuk keruangan itu disusul oleh lelaki yang lain.
''Belum Pah mungkin sebentar lagi.'' Jawab Dini yang masih memegang tangan sang anak. Mahen pun segera menghampiri istrinya dan memberikan kehangatan serta ketenangan untuk istrinya.
Yang lain pun segera mendudukkan diri di sofa yang tersedia diruangan itu.
''Oh ya Pah apakah kita tidak memutus hubungan bisnis dengan keluarga mereka?'' Tanya Adrian ketika mengingat bahwa mereka bekerja sama dengan keluarga Rere dkk.
''Sudah Papa atur. Dan mungkin sekarang mereka sedang kebingungan karena sebentar lagi mereka akan bangkrut. Papa pun sudah menunjukkan video CCTV yang kalian kasih agar keluarga nya mengerti dan malu. Kalau masih punya malu itu juga.'' Jelas Zaki dengan santai. Bahkan sangat santai.
''Adrian kira Papa lupa.'' Cengir Adrian.
''Papa ini masih muda mana mungkin menjadi pelupa.'' Ucap Zaki dengan songong dan dicibir oleh semuanya.
''Pah inget umur. Udah punya cucu juga.'' Ucap Mahen yang sedari tadi menyimak. Membuat semua yang mendengarnya tertawa termasuk Kevin yang tertawa meski hanya tawa kecil. Namun tidak dengan Zaki, dia mendengus kesal.
°°°°°°°°°°°
Gimanaa nih part nya gaje ga? Suka ga? Duh maaf yaaa lama banget up nya🥺
See you next part guys!
KAMU SEDANG MEMBACA
Very Possesive Brother
Short StoryDilarang mendekat untuk PLAGIATERS. °°°°°°°°° Hidup selama 13 tahun bersama keluarganya ini jauh dari kata bahagia dan harmonis. Gadis lucu nan cantik ini setiap harinya diisi oleh rasa sakit baik fisik maupun mental oleh keluarganya. Namun, suatu...
