29~Permulaan

13.3K 974 13
                                        

'Ini baru permulaan.' Bisiknya.

Mengetahui maksud dari ucapan sang kakak tiri Ara pun semakin terisak menangis dipelukan Fira.

''KALIAN BUBAR!'' teriak Rey yang membuat mereka bubar dalam sekejap.

Sisalah mereka bersembilan yang menatap Ara sendu dan sakit ketika melihat Ara menangis kesakitan seperti ini.

Namun tidak lama Fira merasa aneh. Karena badan Ara semakin berat seakan menjatuhkan badannya sendiri. Dan tangisannya pun berhenti.

''Ra! Ara!'' Ucap Fira dengan terus menepuk pipi Ara pelan.

Mereka yang melihat Fira berteriak seperti itu merasa panik. Satria pun langsung menggendong adiknya menuju UKS dengan diikuti oleh yang lainnya.

''Dia hanya kelelahan dan beban pikiran yang banyak membuat dia tidak sadarkan diri seperti ini. Biarkan dia istirahat dan mungkin sebentar lagi akan tersadar.'' Ucap anak PMR yang berjaga pada hari ini.

Mereka yang mendengar itu pun hanya menghela nafas lega. Satria dan Zidan pun segera berpamitan dan langsung menuju kantor abang-abangnya.

Meskipun mereka tau cepat atau lambat para abang nya akan mengetahui namun tetap mereka perlu rencana lain karena ini sudah diluar ekspektasi mereka.

Bara pun terus menggenggam lembut tangan sang adik. Dia merasa gagal menjaga sang adik karena bagaimanapun dia sedari tadi hanya mencoba untuk menahan emosi agar adiknya tidak semakin merasa ketakutan.

Bugh .. bugh ..

Suara pukulan yang diberikan Rian kepada adiknya, Satria dan Zidan.

''Kalian kenapa gak becus banget jagain princess hah?!'' Tanya Rian masih dengan emosi.

''Kalau kalian gak sanggup bilang! Abang udah peringatin kalian buat jaga princess! Tapi apa! Kemana Alde sama Bara?!''

''Mereka di sekolah bang. Mereka yang jaga Ara dan kita akan balik ke sekolah lagi setelah menyampaikan ini.'' Jelas Satria dengan lirih.

''Kalian berempat harus terima hukuman.'' Tegas Rian.

Tidak lama suara pintu terbuka dengan keras mengalihkan atensi mereka.

Bruk!

''Nyantai dong Bang elah. Kaget gua.'' Ucap Zidan.

''Dimana Ara?'' Tanya Rion dan Farhan. Namun yang menjawab bukan Zidan dan Satria melainkan Rian.

Rion dan Farhan yang mendengar kejadian itu langsung naik pitam. Apa-apaan mereka berani menuduh kepada princessnya seperti itu. Mereka siapa sampai bilang mereka membuangnya huh. Pikir Farhan dan Rion dengan kesal.

''Kali ini gue ampuni ngeliat muka kalian yang udah bonyok. Meskipun tangan udah gatel.'' Ucap Rion santai.

''Sekarang lebih baik kalian balik ke sekolah. Jagain adik kalian. Sekali lagi teledor kaya gini jangan harap muka kalian mulus lagi dengan cepat.'' Santai Farhan.

Zidan dan Satria yang mendengar hal itu pun segera berpamitan kepada abang-abangnya.

Tau gini mending kasih tau lewat handphone aja biar muka gak bonyok. Gerutu mereka dalam hati.

''Ini udah keterlaluan Bang.'' Kalimat pertama yang Rion keluarkan setelah Zidan dan Farhan keluar dari ruangan.

''Iya. Kita semua tau kalau di foto yang Satria dan Zidan tunjukin tadi meski bukan rekayasa tapi disitu princess dipaksa.'' Jawab Rion. Ya setelah kejadian di mading tadi Zidan dan Satria yang mengambil foto-foto itu dengan kasar.

Very Possesive BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang