Ini ga tau wattpad aku doang yang error atau gimana soalnya daritadi aku coba buat up gabisa :)
Udah di restart ulang padahal hp nya. But, akhirnya bisaa juga buat di buka dan up 😁
Jadiiii selamat membaca!! 😊
°°°°°°°°°°°°°°°°°
Flashback On
Saat ini keluarga Pratama lebih tepatnya Rian,Rion, Farhan, Zidan, Alde,Bara, tidak lupa dengan Mahen dan Adrian sudah berada disebuah ruangan rahasia yang ada di Pratama's School alias sekolah keluarga mereka.
''Jadi sesuai rencana yang kemarin kan?'' Tanya Alde.
''Iya. Kita tunggu pergerakan dari adik kita dulu melalui Kevin dan Ano." Jawab Bara
Ah ya, sebenarnya Kevin dan Ano pun ikut bekerja sama namun agar tidak mencurigakan Ara dan Fira mereka ikut masuk kelas. Sedangkan Rey dan Davin menunggu disekitar kelas Ara tanpa Ara bahkan Fira mengetahuinya.
Hingga suara ponsel Bara berdenting mengalihkan perhatian mereka.
'Ara sudah berjalan menuju wc. Sesuai rencana.' Pesan seseorang diseberang sana yang tak lain adalah Kevin.
''Katanya Ara sudah menuju Wc. Telepon Davin dan Rey suruh berjaga-jaga agar kita bisa langsung memantau CCTV.'' Titah Mahen kepada anak-anaknya.
Alde pun segera mengabari Davin dan Rey. Mereka pun katanya sedang memantau dan mengikuti secara diam-diam gadis itu.
Namun tidak lama mereka melihat Syilla dkk sedang menuju ke arah wc yang sama seperti Ara dan Fira membuat mereka harus mencari tempat untuk bersembunyi agar tidak diketahui oleh siapapun termasuk syilla dkk.
'Syilla dkk sedang menuju tempat yang sama.' Beritahu Rey.
Mereka pun memberitahu bahwa Syilla, Rere dan Angel menyeret Ara namun mereka merasa aneh. Kemana Vina, Melanie dan Fira?
Akhirnya setelah Vina dan Melanie keluar dari wc Rey dan Davin pun segera menghampiri Fira.
''Fira! Yaampun.'' Teriak Davin khawatir dan segera membawa Fira kedalam gendongannya menuju UKS.
Sedangkan Rey memberitahu keadaan Fira saat ini lalu menyusul Davin menuju UKS. Sedangkan disisi lain Kevin dan Ano pun segera izin dari kelas menuju ruang rahasia yang sudah diberitahu oleh Bara dan Alde.
Tok .. Tok ..
Cklek
''Permisi Om, bang abang.'' Sapa Ano berbeda dengan Kevin yang hanya tersenyum kecil dan membungkuk badan sedikit kearah mereka tanda sebuah kehormatan.
''Duduk duduk.'' Titah Adrian.
''Kita liat CCTV gudang aja bagaimana? Lewat TV itu bisa kan?'' Tanya Mahen.
''Bisa Dad.'' Jawab Satria yang langsung menghubungkan CCTV ke TV yang ada diruangan itu.
Mereka yang melihat Ara disiksa dan dihina seperti itu pun geram ingin langsung menuju kesana namun mereka berusaha untuk menahan amarah.
Akhirnya mereka kehilangan batas kesabaran dan langsung menuju gudang dimana tempat mereka menyiksa Ara, ah lebih tepatnya tempat terakhir mereka sebelum neraka ala keluarga Pratama datang ditambah sang Kakek akan datang. Lengkap sudah penyiksaan mereka. Dan sudah dipastikan bahwa mereka akan memilih mati daripada hidup.
Hingga sampai depan pintu gudang mereka pun membuka pintu itu dengan emosi.
Brak
Flashback Off
''Kalian?!'' Kaget mereka semua.
''Napa lo kaget gitu? Nemu durian runtuh?'' Canda Ano. Kevin pun segera menuju kearah Heri dan memukul nya dengan membabi buta tanpa ada yang melerai nya. Bahkan keluarga nya sendiri hanya diam melihatnya.
Sedangkan yang lain, lebih tepatnya Mahen berjalan kearah anak gadisnya yang terkapar. Dia meringis melihat keadaan anaknya tidak baik-baik saja bahkan bisa dikatakan jauh dari kata baik-baik saja.
Yang lain tidak menghampiri Ara bukan karena tidak khawatir namun untuk menghalangi jalan mereka yang pastinya mempunyai niat untuk kabur.
Hah! Mereka salah bermain-main dengan keluarga Pratama dan Dirgantara.
Dimana sekarang bodyguard dari keluarga Pratama dan Dirgantara suruhan Papah Kevin sudah menunggu diluar. Keluarga Pratama pun mengetahui jika keluarga Dirgantara akan ikut membantu namun mereka tidak masalah karena itu sangat membantu mereka.
Meski kedua orang tua Kevin tidak bisa hadir karena sedang berada diluar negeri itu tidak jadi masalah. Karena mereka sudah menyuruh orang-orang kepercayaannya membantu Kevin dan keluarga Pratama.
''Tangkap mereka dan bawa mereka ke tempat biasa.'' Titah Rian dengan datar yang segera membuat seluruh Bodyguard yang disana mengikuti perintah Rian.
''Tidak! Apa-apaan kau! Lepas!'' Berontak mereka semua.
''Kevin kevin tolong aku. Ini bukan kesalahanku.'' Lirih Syilla berharap Kevin akan membantunya. Namun sayang Kevin tidak berminat untuk membantunya sama sekali.
Tidak lupa, Heri pun dibawa oleh mereka dengan keadaan tidak baik-baik saja. Sedangkan Ara sudah dibawa oleh Mahen diikuti Bara, Alde, Zidan dan Satria ke rumah sakit sebelum tadi Rian menyuruh para bodyguard itu menyeret para hama.
''Dan jangan biarkan mereka kabur. Jika mereka kabur kepala kalian menjadi taruhannya.'' Ucap Adrian dengan sadis kepada mereka semua sebelum mereka keluar dari gudang membuat para bodyguard itu susah untuk menelan saliva dan bergidik ngeri.
''Ayo kita kerumah sakit. Dan Ano kabari Rey dan Davin. Suruh Fira kerumah sakit juga jika Fira ada apa-apa.'' Titah Adrian yang langsung dituruti oleh Ano.
Akhirnya mereka berhasil menangkap para hama dengan rencana mereka sendiri. Ibarat mereka melempar sebuah boomerang yang pastinya akan berbalik lagi kepada mereka.
Dan sekarang ucapan mereka bahwa Ara tidak akan melihat dunia lagi itu lebih pantas dikatakan kepada mereka.
Dirumah sakit MP'Emergency rumah sakit keluarga Pratama.
''DOKTER SUSTER TOLONG ANAK SAYA!''
''CEPAT! KENAPA KALIAN LELET SEKALI!'' sentak Mahen yang membuat siapapun disana kaget dan dengan segera suster beserta para dokter yang kebetulan sedangkan kosong langsung menuju kearah Ara dan mengambil brankar.
Setelah Ara ditaruh diatas brankar dan membawa Ara ke UGD.
''Bar telepon orang rumah.'' Titah Mahen yang diangguki oleh Bara.
Mereka pun sama-sama terdiam menunggu kabar sang anak dan adiknya dari dokter yang memeriksa Ara.
mereka berharap semoga keadaan Ara tidak buruk meski itu mustahil jika mengingat apa saja yang sudah mereka perbuat.
°°°°°°°°°°°°°
Aku tau pasti kalian ga puas kan? 🤣
Gaje banget kan huhu😭 maafiinn ide yg keluar adanya segini 😭
Kurang greget kan? 😂
Jadiiii mau double up atau end aja nih?
KAMU SEDANG MEMBACA
Very Possesive Brother
NouvellesDilarang mendekat untuk PLAGIATERS. °°°°°°°°° Hidup selama 13 tahun bersama keluarganya ini jauh dari kata bahagia dan harmonis. Gadis lucu nan cantik ini setiap harinya diisi oleh rasa sakit baik fisik maupun mental oleh keluarganya. Namun, suatu...
