23~Sekolah (Lagi)

19K 1.2K 23
                                        

Hari ini aku double up!
Gimana seneng ga? Wkwk

°°°°°°°°°°°°

Tepat pukul tujuh malam di kediaman Pratama sudah ramai oleh anak-anaknya yang berdebat memperebutkan sang adik yang sedari tadi terdiam kebingungan.

''Sayang duduklah. Dimana pun kau ingin duduklah.'' Ucap Daddy Mahen menginterupsi Ara yang sedari tadi berdiri.

''Emm Ara mau di dekat Mommy sama Daddy aja.'' Ucap Ara final lalu mendudukkan dirinya di kursi yang diapit oleh kedua orang tuanya.

''Apa kalian tidak cape terus berdebat? Lihat adik kalian bahkan sudah duduk bersama Mommy dan Daddy nya.'' Ucap Adrian yang jengah melihat anak dan keponakannya itu.

''Ck. Mommy! Daddy!'' Ucap mereka semua.

''Sudah makan-makan.'' Ucap Mamih yang sebenarnya sudah jengah dengan sikap anak-anaknya yang tidak mencerminkan umur.

Tidak lama mereka pun segera makan dengan keheningan hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja.

Setelah makan mereka pun bergegas menuju ruang keluarga. Beruntungnya di ruang keluarga ini tidak ada yang berdebat seperti di ruang makan tadi.

''Sayang, Papih punya hadiah untukmu.'' Ucap Papih Adrian.

''Apa itu Pih?'' Ucap Ara antusias. Karena selama ini Ara sangat suka dengan yang namanya hadiah. Apalagi hadiah yang diberikan oleh orang tersayangnya.

''Ini bukalah.'' Ucapnya. Ara pun menerima dan membukanya.

''Wow. Ini buat Ara Pih?'' Tanya Ara dengan berbinar.

''Iya itu untukmu.'' Ucap Papih yang langsung dipeluk oleh Ara dengan senang.

''Makasih makasih banyak Papih.'' Gumam Ara yang masih ada dipelukan sang Papih.

''Sama-sama sayang.'' Bagaimana Ara tidak bahagia. Dia diberikan hadiah sebuah handphone keluaran terbaru. Dimana harga handphone tersebut jauh lebih mahal dari handphone Ara sebelumnya.

Setelah berbincang cukup lama mereka pun membubarkan diri dan menuju kamar masing-masing untuk istirahat karena hari sudah malam.

''Night sweety.''

''Sweet dream baby.''

''Malam sayang.''

Ucap mereka para lelaki muda dengan serempak dan mencium kening Ara bergiliran.

°Pagi hari°

Tok .. Tok ..

''Sayang bangun udah pagi.'' Seru seseorang diluar sana.

Karena merasa tidak ada jawaban dari dalam Dini pun membuka pintu kamar putri satu-satunya itu.

Ya, yang tadi mengetuk adalah Dini, Mommy dari Ara. Karena tadi setelah menyiapkan segala masakan untuk sarapan. Dini pun berinisiatif untuk membangunkan anaknya.

Cklek

''Masih tidur ternyata.'' Gumamnya.

''Sayang bangun. Udah pagi, katanya hari ini mau sekolah.'' Ucap Dini lembut dengan tangan yang mengusap lembut rambut sang anak.

''Sayang.'' Kali ini Dini membangunkan Ara dengan menepuk pelan pipi chubby Ara dan sesekali menciumnya.

Merasa tidurnya terganggu, Ara pun membuka matanya perlahan.

''Mommy.'' Ucap Ara dengan suara serak khas orang bangun tidur.

''Bangun sayang. Katanya mau sekolah.'' Ucap Dini yang diangguki oleh Ara.

Very Possesive BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang