Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haikal - Dewangga - Haidar - Saddam
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Valerio - Navarro - Javier
•••
Siang ini, Trio Ubur-ubur yang beranggotakan Javier, Valerio dan Navarro seharusnya tengah berada di kelas untuk belajar mengingat jam pelajaran masih berlangsung sampai detik ini. Namun ketiganya malah memilih untuk menongkrong di MOMOYOY -iya kedai es krim yang belinya bisa lebih murah dengan voucher toktik itu- dengan alasan jika sekarang di kelas mereka tengah 'Jamkos' alias jam kosong yang dimana guru berhalangan hadir untuk mengajar. Beruntungnya toko es krim itu berada tak jauh dari sekolah, letaknya tepat berada di sebrang sekolah.
Tetapi hal tersebut tidak bisa di jadikan alasan untuk keluar sekolah 'kan? Apalagi sekarang Javier, Valerio dan Navarro sudah menjadi agit alias anak kelas tiga yang mana sebentar lagi ketiganya akan lulus sekolah, namun perangai mereka masih saja sama, tak ada perubahan membuat semua guru di sekolah hanya bisa menggelengkan kepala, bahkan karena kelakuan ketiganya itulah membuat ayah Dewa, papo Saddam dan daddy Haikal sekarang menjadi donatur utama di sekolahan tersebut. Tolong jangan di contoh sikap bandel ketiga anggota Trio Ubur-ubur ini.
"Eh gusyyyy, lusa ada acara birthday partynya si kak Josh," ucap Varo yang baru selesai menghisap vape yang sebenarnya vape tersebut milik Javi. Untung saja toko es krim ini ada area outdoornya tepat di lantai 2.
"Ha? Mang eak? Info dari mana dah?" tanya Vale dengan tatapannya yang masih fokus pada iPad yang ada di tangannya. Fyi, dia sedang bermain permainan Cooking Mama.
"Lah si kak Josh sendiri yang bilang sama Javi, dia juga sempet chat gue juga sih," jawab Varo yang diangguki oleh Javi yang sedang sibuk bermain game juga, tapi bukan Cooking Mama, Javi mah bocah roblox dengan skin sumpit gacoan.
"Ya kan cok?!" karena Javi tak kunjung menjawab, Varo pun melemparinya dengan cilok goreng. Iya sebelum ke toko es krim mereka masih sempat untuk beli cilok goreng depan sekolah.