"Hiichan!" sambut Ye Na ketika Hitomi mengunjunginya di rumah sakit. Wajah pucatnya menebar rona kegembiraan.
Hitomi balas tersenyum, masuk diikuti Taeyoung. Sebelum berbasa-basi, mereka terlebih dahulu meletakkan buah tangan di meja.
"Na, maaf ya. Aku baru bisa kesini sekarang," sesal Hitomi.
Ye Na membalasnya lirih,
"Gapapa, kok. Hiichan ke sini aja aku udah seneng banget,"
Seulas senyum yang terbit di bibir Ye Na tak mampu membuat Hitomi merasa baikan. Ia merasa tambah bersalah.
"Orang tua lo belum balik dari luar negeri, Na?" tanya Taeyoung hati-hati. Ia dengar dari Seongmin bahwa Seongminlah yang menjaga Ye Na semalam. Awalnya, gengnya Ye Na mau ikut nginep juga. Tapi ga dibolehin sama Seongmin. Apalagi mereka cewe. Pulangnya ga boleh malam-malam.
"Belum, papa sama mama nggak bisa izin sembarangan," sahut Ye Na getir. Ia mengetahuinya dari surat kontrak yang ditandatangani kedua orang tua kandungnya itu. Surat berharga itu ditemukan Ye Na saat mencari barangnya yang hilang.
Dulu, sebelum Ye Na tahu keberadaan surat kontrak itu, dia pasti akan marah-marah pada papa mamanya yang sering tidak menepati janji. Namun setelah ia melihatnya, Ye Na jadi merasa bersalah dan mengurangi acara marah-marahnya.
"Na, kalau boleh, nanti malem aku jagain kamu ya," pinta Hitomi seraya memegang tangan kiri Ye Na yang dimasuki selang infus.
Gadis cantik berambut hitam itu pun tersenyum lembut, mengiyakan permintaan Hitomi.
"Gue ikutan," kata Taeyoung tiba-tiba.
Ye Na terkikik, bertanya "Takut kesaing ma Seongmin?"
"Ish, enggaklah. Kalau Eunbi sama Chaeyeon juga nginep di sini, gue takutnya Hitomi jadi patung hidup," dalihnya. Padahal itu cuma alesannya biar bisa deket-deket sama Hitomi. Ahayy, modus.
"Yang penting ga bikin ribut aja. Bisa pecah kepala gue," canda Ye Na. Sebenernya garing, sih. Tapi Hitomi dan Taeyoung memaksakan diri untuk tersenyum.
Sesuai yang dikatakan Seongmin, Chaeyeon datang untuk menemani Ye Na. Jadilah mereka bertiga berbagi tempat tidur di ruangannya Yena. Untung ruangannya VVIP. Lumayan luas meski harus tidur beralas karpet.
Malam itu, keadaan Ye Na mulai membaik. Setidaknya, begitulah kata dokter. Tepat pukul sebelas malam, Hitomi terbangun. Mencari air putih untuk meredakan rasa hausnya.
Ia tak menemukan Taeyeong di ruangan itu, makanya Hitomi berinisiatif untuk melihat ke luar, di ruang tunggu.
Sosok yang ia cari ada di sana, duduk memainkan handphone. Tanpa pikir panjang, Hitomi menemuinya.
"Belum tidur, Young?" tanyanya seraya duduk di dekat Taeyoung. Karena kemunculan Hitomi yang tiba-tiba, jantung Taeyoung serasa copot. Keringat dingin mulai keluar dari telapak tangannya.
"Be ... belum," balasnya singkat.
"Kok gemeter gitu? Taeyoung sakit?" tanya si gadis seraya menempelkan tangan kanannya di dahi Taeyoung.
"Duh Gusti," batin Taeyoung. Degup jantungnya makin nggak karuan.
"Gu .. gue gapapa. Enggak sakit kok,"
"Terus kenapa jadi gagap gitu?"
Belum sempat Taeyoung menjawab, ponsel hpnya memunculkan sebuah notifikasi yang membuat nafas Hitomi berhenti seketika.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Hiatus] Emerald Whisper
Fanfiction[Update Sabtu/Minggu] Hitomi, siswi SMA yang menyukai rekan sekelasnya. Akankah cintanya dibalas pula? Atau ada orang lain yang akan merebut hatinya?
![[Hiatus] Emerald Whisper](https://img.wattpad.com/cover/242041249-64-k85293.jpg)