Begitu ketiganya masuk, Min Hee malah meminta Allen dan Serim untuk keluar sebentar. Dia ingin membicarakan sesuatu pada Hitomi.
"Aish, lo tuh ya," ujar Allen kesal sambil menarik tangan Serim. Apa pun yang mau mereka bicarakan, pasti itu hal yang penting.
Hitomi jadi bingung, tapi ia tetap berada di ruangan. Takut kalau Min Hee mau menyampaikan sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi.
Jantungnya berdebar kencang dan pipinya memerah secara perlahan. Dia berharap Min Hee menembaknya jadi pacarnya. Apa itu berlebihan?
"Gimana keadaan lo sekarang?" tanya lelaki itu tiba-tiba. Matanya memandang lembut pada Hitomi.
Dipandang seperti itu, Hitomi jadi malu. Min Hee pada dasarnya sudah tampan. Kalau mereka bertukar pandang seperti itu, hati Hitomi jadi bergejolak. Tidak sanggup menahan rasa suka di hatinya.
Hitomi pun tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya. Saat akan menjawab pertanyaan yang mudah itu, suaranya tertahan. Seperti tidak mau keluar.
"A ... aku baik-baik saja. Kau sendiri?"
Min Hee geli melihat tingkah lucu Honda Hitomi. Tanpa sadar, ia membalasnya dengan sebuah senyuman.
"Aku baik, jangan khawatir. Oh ya, apakah Taeyoung sudah menghubungimu?"
Hitomi menggeleng, berkata dengan suara yang masih terlihat gugup. Seperti saat menjawab pertanyaan skripsi,
"Belum. Lagipula kami cuma teman. Dia tidak mungkin menghubungiku setiap hari. Ada apa memangnya?"
"Kupikir kalian pacaran," ujar Min Hee spontan. Melihat kedekatan Taeyoung dan Hitomi, siapa pun pasti menyangka hal yang sama.
"Bukan," jawab Hitomi lagi. Min Hee pun menatap jendela kamar yang menghadap langsung ke lapangan luas. Cahaya mentari yang berkilauan seolah memberinya harapan.
"Aku tahu mungkin ini bukan sesuatu yang kuharapkan. Tapi aku takut. Kalau aku tak mengatakannya sekarang, mungkin aku tidak akan punya kesempatan lain," ujar Min Hee seraya menatap serius jendela bercat putih. Dari kaca jendelanya, Min Hee bisa melihat pantulan sosok Honda Hitomi. Gadis cantik itu terlihat bingung.
Min Hee pun menoleh dan menggenggam tangan Hitomi. Hitomi kaget, mencoba mengatur napasnya.
"Aku menyukaimu. Maukah kau jadi pacarku?"
Perkataan Min Hee yang tidak disangka-sangka itu pun melelehkan air mata Hitomi. Bulir air mata berjatuhan di punggung tangan Min Hee. Ia masih menggenggam erat tangan malaikat kecilnya.
"Aku ... aku tidak tahu," ujar Hitomi dengan suara parau. Harusnya dia merasa senang. Namun ada rasa sesak di dada.
Teringat olehnya bayangan Taeyoung, lelaki yang selalu ada untuknya. Saat mengingatnya, rasanya jadi sakit. Hitomi tidak tahu apakah ia mencintai Taeyoung juga. Yang ia pahami adalah rasa sakit yang dialami Min Hee. Wajah lelaki itu terlihat kecewa.
"Tak apa. Kau bisa memberitahu jawabannya lain kali," kata Min Hee bertingkah seolah tidak sedih. Namun ia gagal menahan sebutir air mata yang meluncur turun.
Hitomi melihatnya dan merasa bersalah. Saat itu pula Min Hee melepaskan genggamannya untuk menyeka air mata yang jatuh.
Tepat saat itu pula, Taeyoung masuk ke dalam ruangan. Mengatakan sesuatu yang tidak disangka-sangka.
"Aku tahu kau suka pada Min Hee, katakan dengan jelas. Jangan membuatnya menangis,"
Hitomi menoleh, terkejut mendapat sosok Taeyoung tepat di hadapannya. Ia pikir itu hanya ilusi, jadi Hitomi hanya tertegun.
Taeyoung yang emosi pun menjitak dahi Hitomi. Menceramahi Hitomi kalau cinta itu bukanlah mainan. Selama masih ada kesempatan, harusnya gadis itu menggunakannya dengan benar.
Hitomi terdiam, perkataan Taeyoung memang benar. Namun ia tidak mau kehilangan pria itu sebagai kawannya. Hatinya ingin bersama Min Hee dan Taeyoung selamanya.
"Hiichan, atur napasmu. Tarik napas dalam kemudian hembuskan. Hapus air matamu dan berbaliklah dengan percaya diri! Berikan penampilan dan jawaban terbaikmu!" perintah Taeyoung seraya meletakkan kedua tangannya di bahu Hitomi.
Mulanya, Hitomi kaget. Namun ia bisa mencerna maksud dari Taeyoung. Min Hee sudah memberikan performa terbaiknya. Untuk menghargainya, Hitomi harus memberi yang terbaik pula.
"Yosh," balas Hitomi seraya tersenyum. Taeyoung pun ikut bahagia.
Sekarang, kedua lelaki itu sama-sama menantikan jawaban Hitomi. Rasanya jantung mereka mau melompat keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Hiatus] Emerald Whisper
Fanfiction[Update Sabtu/Minggu] Hitomi, siswi SMA yang menyukai rekan sekelasnya. Akankah cintanya dibalas pula? Atau ada orang lain yang akan merebut hatinya?
![[Hiatus] Emerald Whisper](https://img.wattpad.com/cover/242041249-64-k85293.jpg)