[CERITA BARU SAJA DI REVISI, JIKA CERITA TIDAK MUNCUL ATAU TIDAK BERURUTAN, SILAHKAN HAPUS CERITA DARI PERPUSTAKAAN LALU MASUKAN KEMBALI. JIKA CERITA MASIH TIDAK MUNCUL COBA UNTUK LOGIN KEMBALI.]
___________________________________________
Arsenio...
Setelah keluar dari Aula, Arsen menyusul Raihan untuk menemuinya diluar jam kerja.
Tepatnya sekarang waktu sudah menunjukan jam pulang dan Arsen mengajak Raihan untuk bertemu di rooftop.
"Kamu saya tugaskan untuk menjaga Ara besok, saya akan mengirim alamat rumahnya dan disana sudah terdapat beberapa agent yang menjaga Ara. Namun saya khusus kan untuk kamu menjaga Ara lebih ketat." ucap Arsen sambil mengetik Alamat rumah Ara dan mengirimnya pada Raihan
"Baik pak."
"Saya sudah megirim alamatnya, ini point plus untuk kamu. Kecerdasan dan ketelitian kamu menjawab tadi menjadi alasan saya mengangkat kamu langsung menemui target. Besok sebelum jam 6 pagi kamu sudah harus ada dirumah Ara dan kamu akan bertemu dengan Risa asisten suruhan Ara. "
"Baik pak, terimakasih telah mempercayai saya"
"Kalo begitu saya pulang duluan. Ini hanya berlaku untuk besok, seterusnya saya akan memberitahu lagi."
Alarm berbunyi sangat keras hingga membangunkan seorang wanita cantik yang sedang tertidur lelap.
Ara mematikan Alarm di sisi kasurnya menunjukan pukul set 6 pagi. Dirinya bergegas masuk ke kamar mandi, membersihkan diri dan mengganti pakaian sekolah.
Risa mengetuk kamar Ara beberapa kali dan tidak ada sahutan, setelah Ara keluar dari kamar mandi Ara langsung membuka pintu kamarnya.
"Sarapan udah siap dibawah, hari ini gue ga bisa temenin lo jadi nanti diganti sama Raihan" ucap Risa didepan pintu
"Gue sarapan disekolah aja, Ayah ada dirumah?" jawab Ara sambil berjalan menghadap cermin.
"Masih di Lombok ada urusan kerjaan, mugkin satu minggu lagi"
"Hmm, kangen banget aku padahal. Oh iya tadi siapa? Raihan?" tanya Ara sambil menguncir rambutnya
"Iya, nanti dia ganti-in gue. Untuk hari ini doang kok"
Ara tidak menjawab dan langsung menggendong tas nya dan turun ke bawah
"Sama orang tua tuh sopan dong" sindir seseorang
"Maaf, orang tua saya tidak ada disini" jawab Ara, sambil terus berjalan keluar rumah
Tepat didepan pintu seseorang berkata
"Ga punya ibu aja sombong, anak nakal. Hahaha" ucap Ibu Ara sambil tertawa remeh.
Ara tidak menggubrisnya dan langsung membuka pintu keluar rumah dan menaiki mobil yang sudah disiapkan.
Ara duduk dikursi depan dan disampingnya terdapat Raihan.
"Saya Raihan, saya ditugaskan untuk mengganti R2 hari ini. Jika ada yang perlu disampaikan saya siap membantu Nona Ara" ucap Raihan
"Ara aja. Sekarang kita kesekolah dulu tar siang jemput buat pergi ke salon. Fashion Show dimul-" ucapan Ara terpotong. Seseorang mengetuk kaca mobil
"Han, nih jadwal Ara hari ini. Nanti lo liat aja semua jadwal nya, udh gue siapin"
"Baik"
Ara dan Risa saling melambaikan tangan dan pergi ke sekolah.
Disekolah, Arsen dan teman basketnya telah berkumpul dan memakai baju tim nya.
Sebenarnya Arsen sangat mahir dalam ekstrakurikuler ini. Hanya saja untuk hari ini mungkin Arsen akan berpura pura tidak bisa memainkannya.
Tapi entahlah, waktu yang akan menjawab siapa yang akan menggatikan perannya hari ini Arsen ataukah Dika.
"Untuk setiap Tim Baket kelas 11 dimohon untuk berkumpul dilapang tepat jam 07.30. Sekali lagi.."
Tim Basket Refill (nama tim Arsen) turun menuju arah lapangan. Waktu sudah menunjukan jam 7.30 seluruh tim basket telat berkumpul di area lapangan dengan kaos tim masing masing.
Semua tim telah mempunyai lawan masing masing.
Angga ketua tim basket menyuruh anggotanya untuk berkumpul di sisi lapangan.
"Kita satu tim, kalah menang itu urusan nanti. Kita main pake otak bukan pake urat jadi gue mohon untuk semua tidak ada kecurangan, tetep sportif. Inget strategi kita waktu latihan. Sekarang kita berdoa menurut kepercayaan nya masing masing dimulai" ucap Angga.
Semua menundukan kepalanya. Setelah selesai mereka satu persatu menumpukan tanganya.
"REFILL!!! YA YA YA HU!" Seru semua anggota tim diiringi teriakan siswa dan siswi memenuhi area lapangan.
Dika mengerdarkan pandangannya menyusuri tempat para penonton.
Ketemu lah seorang wanita yang dicari carinya itu tengah bersorak ria berdempetan dengan para penoton.
Tak terasa bibir Dika terangkat tersenyum melihat Ara. Saat sadar Dika pun langsung memalingkan wajahnya.
"Dik!" panggil seseorang, Angga.
Dika menoleh merasa namanya terpanggil.
"Kayanya kacamata lo buka deh, lo ga min, plus, silinder atau semacamnnya kan?"
"Gue ga pede kalo buka kacamata" jawab Dika pelan
"Takutnya pas nanti main, tuh kacamata jatoh dan lo jadi ga fokus mainnya"
"Gak akan, gu-gue ke toilet bentar" ucap Dika langsung pergi meninggalka Angga.
Didalam toilet Dika memasang Mini Earpiece nya dan melepas kacamatanya menggatinya dengan kacamata biasa.
Tbc
*Mini Earpiece nya semacam ini, bedanya yang Arsen bening
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.