"Oke, cut!" seru staff acara tv itu.
"Terimakasih atas kerja samanya!" ucap Off dan Gun bersamaan sambil memberi salam pada semua staff di ruangan itu.
Mereka baru saja merekam penampilan lagu baru mereka yang di rilis minggu lalu. "To Cute To Handle". Rekaman ini akan di tayangkan pada hari Sabtu minggu depan untuk promosi pertama lagu ini.
Setelah memberi salam pada semua staff di sana, Gun terlihat tergesa menuju ruang ganti mengemasi semua barang - barangnya. Off yang melihat itu membantunya lalu bertanya, "Kau akan kemana sekarang? Kau terlihat sangat diburu waktu."
"Dari sini Aku harus segera berada di lokasi syuting The Gifted Graduation. Hari ini giliran scene ku diambil, jadwalnya berbenturan dengan rekaman ini. Jadi sekarang aku harus cepet sampai disana." sahut Gun sambil memasukan barang terakhir ke dalam tasnya tanpa menoleh sedikitpun pada Off, lalu memeriksa sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
"Apa Kau mau Aku antar ke sana, Gun?" tanya Off setelah melihat Gun menyampirkan tasnya di bahunya.
"Tidak perlu. Hari ini Aku membawa mobil. Terimakasih atas tawarannya. Sampai jumpa P'Off!"
DEG!
"P'Off" Kata itu terdengar asing di telinga Off saat keluar dari mulut Gun. Sudah sangat lama sejak terakhir kali Gun memanggilnya dengan kata itu. Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu mungkin. Setelah syuting series mereka yang berjudul Puppy Honey, Gun selalu memanggilnya Papii, plesetan dari Puppy. Tapi sekarang Gun memanggilnya dengan kata itu lagi. Terlebih lagi Gun berbicara sangat formal padanya tadi.
"Apa yang terjadi padanya? Ada apa dengan cara bicaranya tadi padaku?" batin Off sambil masih mematung menghadap pintu tempat Gun keluar sejak 2 menit yang lalu.
****
Gun berjalan tergesa dari ruang ganti setelah berpamitan pada Off. Ia memasukan tangannya ke kantong tas terdepan untuk mencari kunci mobilnya. Saat sudah mendapatkan kuncinya, Gun sedikit berlari menuju area parkir. Sesampainya disana Gun membuka bagian belakang mobilnya untuk menaruh barang - barangnya. Kemudian memutari mobil menuju pintu depan. Gun melajukan mobilnya membelah jalanan, yang untungnya cukup lengang pada jam segini.
"Semoga saja Aku sampai tepat waktu" batinnya.
Gun memutar radio di mobilnya untuk membunuh sedikit sepi di dalam sana. Ketika selesai memilih lagu, terlihat di depan lampu merah baru saja menyala. Saat sedang menunggu lampu merah, ingatan Gun melayang pada kejadian beberapa saat yang lalu di ruang ganti. Gun sengaja bergegas merapikan barang - barangnya, selain karena memang dia harus segera sampai di lokasi syuting, Ia juga sudah berencana untuk menghindari Off mulai hari ini.
Dimulai dengan tidak menatapnya saat berbicara tadi, menolak tawarannya dengan formal, sampai saat Ia memanggilnya dengan sebutan P'Off. Gun sempat melirik sekilas ekspresi Off ketika Ia menggunakan panggilan itu. Di wajahnya Gun melihat sedikit gurat kekagetan disana. Tapi tak lama karena Gun segera berbalik meninggalkan Off.
Sejujurnya, agak sulit untuk Gun memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Bagaimana tidak? Selama beberapa tahun belakangan ini Ia terbiasa memanggil Off dengan sebutan Papii, kata yang Ia plesetkan dari judul series mereka. Sampai - sampai Ia lupa bahwa namanya Off Jumpol.
Pernah saat sedang melakukan promosi TOL (Theory of Love) mereka bermain tebak kata, dan kata yang Ia dapat adalah Off Jumpol. Harusnya Gun menjawab dengan Off Jumpol, tapi sebaliknya Dia malah menjawab
"Papii! Papii kan jawabannya? Hah? Lalu apa? Iya itu Papii kan? Apa sih? Apa? Ahh iya! Papii Jumpol iya Papii Jumpol kan? Hah salah? Aduhh apasih? Ohh! Ohh! Off Jumpol?!"
Itu salah satu contoh karena terlalu sering memanggil Off dengan sebutan Papii, Gun sampai lupa nama aslinya. Tapi mulai sekarang Gun harus mulai terbiasa lagi untuk memanggilnya dengan sebutan P'Off. Walaupun sulit, tapi keputusan Gun sudah bulat. Ia harus menghapus rasa itu agar tidak jatuh semakin dalam.
"Tiinnnn.. Tiiinnn." bunyi klakson mobil di belakang mobilnya menyadarkan Gun dari lamunannya tadi. Ternyata lampu di depan sudah berubah hijau. Tanpa menunggu lama Gun langsung menjalankan mobilnya, melanjutkan perjalanannya menuju lokasi syuting The Gifted Graduation.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUN
Fan-FictionIa akhirnya menyerah akan rasa yang hanya Ia rasakan sepihak. Sesuatu yang awalnya hanya sebuah lelucon belaka yang Ia perbuat. Membuatnya jatuh terlalu dalam. Namun, saat Ia telah memutuskan untuk menyerah, tanpa Ia ketahui "Dia" mulai menyadari...
