"Off! Off!" panggil P'Kwang saat melihat Off keluar dari ruangan make up.
Off menolehkan kepalanya dan melihat P'Kwang di ujung ruangan. Terlihat P'Kwang berjalan tergesa mendekatinya.
"Ada apa P'Kwang? Kau terlihat tidak tenang." tanya Off saat P'Kwang sudah berdiri di depannya.
"Off kau melihat Gun? Dia datang bersamamu kan?" tanya P'Kwang terburu-buru.
"Gun? Aku tidak berangkat dengannya P'. Ada apa?" tanya Off.
"Aduhh ini anak kemana sihh, 40 menit lagi acara akan di mulai. Tapi sampai saat ini Gun tidak terlihat sama sekali." bukannya menjawab pertanyaan Off P'Kwang malah mengomel sendiri, Ia sangat gelisah karena di kejar waktu yang sangat sempit sampai acara di mulai. Belum lagi dibutuhkan waktu untuk make up. Tentu saja hal ini membuat P'Kwang gelisah.
"Apa yang terjadi padanya? Tidak biasanya dia telat seperti ini." batin Off setelah mendengar ucapan P'Kwang.
Gun adalah orang yang sangat tepat waktu. Dia tidak akan mau sampai dirinya telat. Ketika berangkat dengan Off, Gun akan terus menerus menelponnya menanyakan apakah Off sudah berangkat dari kondonya untuk menjemputnya. Padahal acara yang mereka datangi masih 2 jam lagi. Off sering kesal karena hal ini dan berakhir dengan menyuruh Gun untuk berangkat sendiri dengan mobilnya. Tapi Gun selalu menolak dengan alasan malas. Jadilah mereka sering pergi berdua dengan Gun yang menumpang di mobil Off.
Namun, sekarang Gun sudah tidak pernah lagi berangkat ke perusahaan dengannya sejak seminggu yang lalu. Sejak rekaman di stasiun tv itu. Apalagi setelah kejadian di restoran sushi kamis lalu, komunikasi Off dan Gun semakin menipis.
Ya, tentu saja semakin menipis karena yang biasanya memulai percakapan diantara mereka adalah Gun. Yang pertama mengirim pesan juga Gun. Yang selalu menelpon dan melakukan video call juga Gun. Sedangkan Off jarang, sangat jarang melakukan hal itu. Dan sekarang orang yang memulai semua itu seperti hilang ditelan bumi. Sangat susah dihubungi jika bukan urusan pekerjaan yang bersangkutan dengannya. Seperti kemarin, Off mencoba menelpon Gun.
Off sudah tidak tahan dengan keadaan mereka yang seperti ini. Seperti ada masalah, tapi nyatanya Off merasa tidak ada membuat masalah. Off tidak ingin hal ini berlangsung lama, apalagi mereka mempunyai banyak projek bersama. Maka dari itu Off menelpon Gun kemarin malam, hal yang sangat jarang bahkan tidak pernah Ia lakukan.
Off mencoba menelpon Gun hingga tiga kali. Namun tak ada satu pun yang di jawab oleh Gun. Akhirnya Off menyerah lalu meletakan ponselnya. Mengalihkan pandangannya pada tv yang menyala di depannya.
Beberapa saat kemudian, terdengar notifikasi pesan dari ponselnya. Itu dari Gun.
Gun Atthapan :
Ada perlu apa P'Off?
Isi pesannya sangat singkat tidak seperti biasanya. Dan juga Gun membalas panggilan telponnya dengan sebuah pesan, bukan balik menelponnya seperti biasanya ketika Ia hanya mengirim pesan. Jujur Off sedikit kecewa dengan hal ini.
Setelah melihat isi pesan itu, Off langsung menghubungi Gun.
"Ya, P'Off? Ada apa?" tanya Gun dari seberang telpon.
Suara ini, rasanya sudah lama sekali Ia tak mendengarnya. Padahal hanya beberapa hari saja. Terakhir kali Ia mendengar suara ini saat di restoran sushi kamis lalu. Dari sejak itu Off tak ada berhubungan apapun dengan Gun. Ada setitik rindu yang hati Off rasakan ketika mendengar suara Gun. Padahal biasanya dia sangat bosan mendengar semua ocehan Gun yang setiap hari Ia dengar.
"P'Off? P'Off kau masih disana?"
Suara Gun dari seberang menyadarkan Off dari lamunannya. Membuat Off sedikit gelagapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUN
FanfictionIa akhirnya menyerah akan rasa yang hanya Ia rasakan sepihak. Sesuatu yang awalnya hanya sebuah lelucon belaka yang Ia perbuat. Membuatnya jatuh terlalu dalam. Namun, saat Ia telah memutuskan untuk menyerah, tanpa Ia ketahui "Dia" mulai menyadari...
