[24]

1.9K 146 9
                                        

Malam itu tampak mendung. Awan kelabu menggantung rendah di langit malam. Sepertinya sebentar lagi langit akan menurunkan air mata kesedihannya. Seakan ikut menemani kegundahan hati seorang laki-laki mungil yang duduk dengan makanan di hadapannya dan seorang perempuan yang setia menunggunya memuntahkan semua yang membuat hatinya goyah.

Disinilah mereka sekarang. Di dalam ruangan sebuah restoran yang sengaja Gun pesan. Setelah Gun memeluk Jane cukup lama saat siang tadi di lokasi syuting, Gun langsung memesan tempat di restoan ini. Ia sengaja memesan ruangan ini agar tidak ada yang mengganggunya dan Jane saat akan mengobrol nanti. Terlebih lagi Gun tidak ingin ada fans yang melihatnya dengan Jane. Gun ingin menghindari rumor yang akan tersebar. Gun tahu para fansnya mulai curiga karena beberapa bulan belakangan momennya dan Off sudah sangat jarang. Gun juga sudah tidak pernah menggunggah apapun tentang Off, tidak seperti dulu. Dan lagi pekerjaannya seperti sedang mendukung rencananya untuk perlahan menjauh dari Off. Projek kerjanya dengan Off beberapa bulan ini sangat sedikit bahkan tidak ada. TOL special episode adalah pekerjaan pertamanya dengan Off lagi.

Mereka masih terdiam terlarut dalam pikiran masing-masing. Mengabaikan makanan yang terhidang di atas meja. Sudah 15 menit berlalu sejak pelayan meletakan makanan di sana. Namun tak seorang pun berniat menyentuhnya. Gun sibuk dengan pikiran dan hatinya, menata setiap kata yang akan ia keluarkan pada Jane tentang keresahan hatinya. Sedangkan Jane tengah menyiapkan hatinya mendengar semua kegundahan Gun. Jane harus kuat untuk memberi dukungan pada Gun, meskipun hatinya ikut sakit. Sebenarnya sejak awal Jane sadar resiko yang akan ia dapatkan jika menjadi sandaran dan tempat Gun berpulang disaat goyah. Jane sadar seberapa sering pun ia bersama Gun tidak akan bisa menggantikan tempat Off disana. Meskipun Jane tahu kini ia juga memiliki tempat khusus di hati laki-laki mungil di hadapannya ini. Namun tempat yang ia dapat itu tak sebanding dengan tempat yang Off miliki. Dengan tempat yang ia miliki sekarang saja Jane sudah merasa sangat senang dan beruntung. Bisa menjadi orang kepercayaan dan orang yang di andalkan oleh laki-laki mungil yang sejak awal telah mencuri hatinya, meski laki-laki ini tidak berbuat hal apapun. Jane bersyukur bisa menjadi orang terdekatnya meskipun suatu saat nanti ia tidak bisa menjadi miliknya.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya."

Jane menegakan tubuhnya saat mendengar Gun mulai bersuara. Memfokuskan pendengaran dan matanya pada laki-laki di hadapannya yang kini mulai menyentuh makanan di depan mereka. Jane memeperhatikan setiap gerakan tangan Gun yang mengambil makanan. Ekspresi Gun yang memperlihatkan sorot matanya yang diliputi kebingungan, kegelisahan dan sepercik rasa takut tergambar jelas disana. Jane tetap diam tanpa suara, menunggu Gun melanjutkan kalimatnya.

"Aku sudah bertekad untuk melepaskan cinta ku padanya. Melepas semua harapan yang aku pupuk saat tahu kebenaran hubungannya dengan Mook."

"Aku sudah siap menutup hatiku padanya. Menutup semua suara dari hatiku yang membuat ku terlihat bodoh di hadapannya."

"Mengakhiri semua usahaku yang sia-sia."

Gun kembali terdiam, fokus pada makanan di hadapannya untuk sesaat. Jane kini mengikuti jejak Gun tadi, mulai menyentuh makanan di hadapannya. Dalam benak Jane kembali berputar hari ketika ia menjadi saksi hancurnya Gun. Hari dimana Jane meberanikan diri mengulurkan tangannya untuk Gun. Hari dimana ia memberikan hatinya sebagai tempat Gun berpulang di saat Gun terpuruk.

Hari itu Jane dan Gun mempunyai cukup banyak take bersama. Sejak pagi Jane memperhatikan Gun yang terlihat tidak fokus, sering melamun ketika diajak berbicara. Tapi meskipun begitu saat take sudah di mulai Gun sangat professional. Gun tidak membiarkan masalahnya mengganggu syuting saat itu. Sampai saat adegan dimana Punn dan Claire putus. Di wajah Gun terlihat menampilkan berbagai macam emosi yang ia pendam sejak lama. Emosi yang akhirnya muncul mengikuti suasana adegan yang tercipta. Membuat Gun tidak bisa mengendalikan dirinya.

Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUNCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang