Gw gak jadi update lama hehe.. tadi pas makan tiba-tiba dpt ide buat lanjutin ide sebelumnya off mau diapain.. jadi yahh
Happy reading ~
.
.
.
"Sepertinya dia mulai kehilangan kewarasannya."
Perkataan Tay membuat Arm yang sedang fokus pada makanannya mengangkat kepala mengikuti arah pandangan Tay.
"Biarkan saja." ucap Arm sambil mendengus, lalu kembali fokus pada makanannya. Sedangkan Tay menatap Arm bingung, kemudian kembali menatap Off yang duduk di sofa dengan ponselnya tersenyum-senyum tidak jelas.
"Apa kau tahu sesuatu yang membuatnya seperti itu?"
Dua menit berlalu tak ada jawaban yang keluar dari mulut Arm membuat Tay kesal karena diabaikan. Tay lalu menarik paksa piring dihadapan Arm, membuat Arm memberengut ke arahnya.
"Kembalikan makanan ku!"
"Jawab dulu!"
"Aku tidak tahu. Dia sudah seperti itu sejak seminggu yang lalu saat pulang dari rumah Gun." ucap Arm sambil menarik paksa piring yang dipegang Tay.
Saat ini ketiga laki-laki yang di sebut para fans sebagai 91' geng sedang berkumpul di ruang tamu kondo Off. Arm dan Tay sengaja datang ke sana karena sudah lama mereka tidak berkumpul bersama. Terlebih Tay, ia mempunyai jadwal syuting dengan ph di luar GMMTV sehingga jarang berkumpul dengan teman-temannya di perusahaan. Apalagi Tay masih khawatir tentang makan malam Off di rumah Gun seminggu yang lalu. Tay tidak sempat bertemu dengan Off untuk menanyakannya. Oleh sebab itu disinilah mereka malam ini, duduk lesehan di meja depan sofa ruang tamu Off dengan tv yang menyala. Tapi apa yang Tay temukan setelah bertemu Off membuatnya bingung.
(Ini malam yang sama dimana Gun dan Jane sedang makan malam di restoran. Dan di sini 3 laki-laki ini, lebih tepatnya Arm dan Tay juga sedang makan malam di ruang tamu Off)
"Apa kau sudah bertanya padanya?"
"Mulutku hampir berbusa berusaha bertanya padanya, tapi dia selalu mengabaikan ku bahkan sebelum aku mulai bicara." ucap Arm kesal.
Yah siapa yang tidak kesal jika kita diabakan terus menerus padahal berniat baik? Itu yang di rasakan Arm seminggu ini.
Seminggu yang lalu sekitar pukul 9 pagi Arm melihat mobil Off memasuki parkiran kondo. Saat itu Arm berjalan ke arah parkiran menuju mobilnya, ia hendak pergi ke perusahaan karena ada syuting untuk Armshere.
Arm berjalan menghampiri Off yang terlihat akan keluar dari mobilnya. Ia hendak menanyakan bagaimana nasib makan malamnya di rumah Gun. Apakah ia sudah makan atau sampai pagi ini ia masih kelaparan karena menunggu Gun yang tidak pulang? Sungguh Arm khawatir dengan sahabatnya. Off malah bertingkah bodoh sejak menyadari perasaannya pada Gun.
"Off apa kau sudah-" ucapan Arm seketika terhenti ketika Off sudah berjalan ke arahnya dengan menggegam kantung plastik berwarna hitam. Arm memandangnya dengan dahi berkerut.
Sekarang kerutan di dahi Arm semakin dalam ketika Off melewatinya begitu saja. Menganggap Arm bagai udara kosong. Arm mematung melihat kelakuan sahabatnya itu. Arm terus memandangi tubuh Off yang mulai hilang memasuki bangunan kondo.
Bagaimana Arm tidak heran? Kemarin malam ia mengkhawatirkan Off karena tidak makan sampai malam hanya untuk menunggu Gun yang tidak tahu apakah akan pulang atau tidak karena terlihat sibuk dengan Jane. Tapi sepertinya apa yang ia lihat pagi ini lebih mengkhawatirkan. Arm mengira akan bertemu Off dengan wajahnya yang suram dan kecewa, tapi yang ia lihat pagi ini malah kebalikannya. Off memperlihatkan wajahnya dengan senyuman aneh di sana. Tersenyum tanpa henti seraya sesekali terlihat berbicara dengan kantung plastik yang digegamnya, sampai-sampai Off mengabaikan Arm yang nyatanya makhluk hidup dan bernafas dilewatinya begitu saja karena sibuk berbicara dengan kantung plastik itu. Bagaimana Arm tidak khawatir melihat kelakuan sahabatnya itu? Apa separah itukah pengaruh karena diabaikan oleh Gun?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUN
FanficIa akhirnya menyerah akan rasa yang hanya Ia rasakan sepihak. Sesuatu yang awalnya hanya sebuah lelucon belaka yang Ia perbuat. Membuatnya jatuh terlalu dalam. Namun, saat Ia telah memutuskan untuk menyerah, tanpa Ia ketahui "Dia" mulai menyadari...
