[19]

1.8K 145 3
                                        

"P'Att?"

Gun tersenyum melihat Jane menatap heran dirinya yang tiba-tiba muncul di depan rumah Jane malam-malam seperti ini.

"Ada apa P'Att? Kenapa tidak bilang mau datang kesini?" tanya Jane lagi.

"Kenapa hmm? Kamu tidak suka kalau P' kesini? Kamu mau P' pulang saja nih?" tanya Gun dengan nada jahil. Tapi sepertinya Jane tidak menyadari nada itu di suara Gun.

"Bu-bukan begitu maksud ku P'. Hanya saja biasanya kan P' selalu memberitahu kalau mau kesini." ucap Jane sedikit panik mengira dirinya telah menyinggung Gun.

Gun tertawa kecil melihat wajah Jane yang panik itu. Terlihat lucu di mata Gun. Sedangkan Jane akhirnya sadar sedang dijahili oleh Gun, memasang wajah kesal lalu menutup pintu rumahnya. Sekarang Gun yang panik karena membuat Jane kesal.

"Oii! Jane! Bukan pintunya P' hanya bercanda. Ayolah Jane buka pintunya. Kamu tega membiarkan P' berdiri di depan pintu seperti ini? Jane buka pintunya." ucap Gun memohon.

"Jadi kamu mau P' pulang nih? Padahal P' tadi kesini langsung dari lokasi syuting. Ya sudah P' pulang saja kalau Jane gak bukain pintu."

Ketika Gun sudah berbalik, pintu itu kembali terbuka. Sebuah senyuman terbit di bibir Gun, lalu Gun berbalik melihat Jane disana masih dengan wajah kesalnya. Tapi Gun tetap tersenyum melihat itu.

"Ayolah Jane, P' hanya bercanda." ucap Gun membujuk Jane.

"Hmm. Iya.. iya. Lalu ada apa P' kemari tanpa memberi tahu ku?"

"Kalau P' kasi tau bukan kejutan lagi namanya." Gun melihat Jane bingung setelah mendengar jawabannya.

"Kejutan? Kejutan untuk apa?"

"Untuk ulang tahun kamu Jane. Hari ini kamu kan ulang tahun." sahut Gun.

"Lohh bukannya sudah sewaktu di Pattaya P' mengajak ku dinner di restoran itu? P' bilang sendiri saat itu." tanya Jane semakin bingung.

"Ini kejutan yang lain buat kamu. Tutup pintunya kita pergi sekarang nanti terlambat."

"Tapi P'Att aku belum bersiap-siap. Aku juga sedang tidak menggunakan make up." ucap Jane menghentikan Gun yang akan beranjak.

"Tidak perlu, begitu saja kamu sudah cantik. Tidak perlu make up. Ayo cepat tutup pintunya Jane, nanti kita terlambat."

Mau tidak mau Jane mengikuti apa yang di perintahkan Gun. Jane kembali ke dalam sebentar mengambil ponselnya lalu mengunci pintu rumahnya. Kemudian mengikuti Gun memasuki sebuah taksi.

"Mobil P'Gun kemana? Kenapa naik taksi?" tanya Jane saat sudah duduk di dalam taksi dengan Gun.

"Mobil P' di rumah. P' sedang malas menyetir." ucap Gun memberi alasan. Tidak mungkin Gun mengatakan yang sebenarnya pada Jane saat ini.

Saat taksi itu sudah mendekati tempat tujuan mereka, Gun mengeluarkan selembar kain hitam dari sakunya.

"Jane, kamu pakai ini ya?" perkataan Gun membuat Jane mengalihkan pandangannya dari ponsel. Lalu menatap kain yang di pegang oleh Gun.

"Hmm? Untuk apa P'?"

"Tentu saja untuk kejutan yang P' katakan tadi." ucap Gun sambil tersenyum. Jane tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk. Lalu Gun menutup mata Jane dengan kain hitam itu.

"Kita sudah sampai."

Gun turun terlebih dahulu, kemudian berjalan memutari taksi untuk membantu Jane keluar. Setelah itu Gun memberi tahu taksi itu untuk menunggu mereka. Gun menuntun Jane berjalan memasuki sebuah restoran yang sudah Gun sewa hanya untuk dirinya dan Jane. Lalu mendudukan Jane di sebuah kursi.

"P'Att kain ini sudah boleh aku buka?" tanya Jane tidak sabar ingin melihat kejutan apa yang disiapkan Gun untuknya.

"Belum. Tunggu sebentar, P' sendiri yang akan melepasnya." setelah Gun mengatakan itu semuanya hening. Jane tidak dapat mendengar apapun di sekitarnya.

"P'Att.." panggil Jane lagi.

"Ya, P' disini."

Jane mendengar sura Gun berada di belakangnya. Kemudian Jane merasakan tangan Gun menyentuh ikatan kain di belakang kepalanya. Bersamaan dengan dilepasnya kain itu Jane membuka matanya perlahan, yang pertama dilihat Jane adalah cahaya lilin yang sedang menyala di atas kue ulang tahun. Kemudian Jane menatap sekelilingnya. Cahaya temaram memenuhi setiap sudut tempat ini memberi kesan nyaman dan hangat. Di tempat ini tidak ada orang lain hanya mereka berdua di dalam sana.
Jane lalu mengalihkan pandangannya pada meja di depannya. Disana sudah tersaji mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup. Jane memandang Gun yang duduk tersenyum di depannya.

"P'Att semua ini.." Jane tidak tahu harus berkata apa setelah melihat semua ini. Jane sebenarnya sudah sangat senang saat Gun mengajaknya makan malam di Pattaya, Gun mengatakan makan malam itu sebagai ucapan selamat ulang tahun dari Gun. Karena saat ulang tahun Jane, Gun sedang ada jadwal syuting. Jane sama sekali tidak menyangka Gun menyiapkan semua ini untuknya.

"Selamat ulang tahun Jane, P' berharap semua yang terbaik terjadi padamu di umurmu saat ini." ucap Gun dengan senyuman lembut di bibirnya menatap Jane. Jane terharu melihat ini, ia hampir saja menangis.

"Kamu suka sama kejutan P' ini Jane?" tanya Gun

"Tentu saja aku suka. Aku sangat menyukainya P'. Terimakasih." ucap Jane sambil tersenyum menatap Gun.

"Ahh iya.. ada satu lagi. P' hampir lupa." Gun menepuk tangan sekali, setelah itu terlihat seorang pelayan datang membawa nampan yang diatasnya terdapat sebuah kotak kecil berwarna putih dengan pita biru menghiasinya. Gun mengambil kotak itu, mempersilahkan pelayan itu untuk pergi. Kemudian tersenyum menatap Jane yang bingung di depannya.

"Ini hadiah ulang tahun dari P', jangan kamu buka sekarang. Buka saja saat sudah sampai di rumah nanti." ucap Gun seraya memberikan kotak itu pada Jane. Jane menerima kotak itu. Memandanginya dengan lekat. Jane penasaran akan benda di dalamnya.

"Sekarang tiup lilinnya Jane, buat permohonan mu." ucapan Gun membuat Jane meletakan kotak itu lalu mulai membuat permohonan dan meniup lilin itu. Gun tersenyum menatap Jane di depannya. Gun merasa senang Jane menyukai kejutan yang ia siapkan untuknya.

Tanpa Gun tahu saat ia tersenyum disini bersama Jane, ada senyuman seseorang yang perlahan memudar menunggu kepulangannya di rumah.

****

Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUNCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang