Hari ini syuting berjalan lancar seperti kemarin. Bahkan lebih baik, karena hanya dua atau tiga adegan yang harus di take ulang. Sehingga syuting telah selesai pada pukul 5 sore.
Semua sekarang sedang berkemas untuk pulang, tak terkecuali Off, White, dan juga Mike. Mereka bertiga sekarang sedang ada di ruang ganti membereskan barang-barang mereka. Harusnya berempat. Namun satu orang lagi, pria mungil yang bersama mereka hilang entah kemana sejak syuting selesai tadi. Seperti kemarin, tanpa orang tahu Gun sudah pergi terlebih dahulu. Memisahkan diri dari kru dan juga aktor lainnya.
"P'Gun pergi kemana ya, dari tadi aku tidak melihatnya. Apa dia tidak berkemas pulang?" tanya White karena tidak melihat Gun diantara mereka.
"Aku juga tidak melihatnya. Sepertinya sudah pulang, disini sudah tidak ada barang-barangnya lagi." sahut Mike setelah melihat ke sekitar ruangan dan tidak melihat tas yang sering di bawa Gun.
"P'Gun kenapa akhir-akhir ini sering menghilang? Padahal kita satu lokasi syuting sejak kemarin tapi aku jarang melihatnya, selain saat take adegan bersama. Apa kau juga merasa seperti itu?" tanya White seraya memasukan dompet dan ponselnya ke dalam tas.
"Aku juga merasakannya. P'Gun sedikit berubah belakangan ini. P'Gun seperti menghindari kita dan juga kru lainnya. Dia tidak banyak bicara dan terlihat lebih tenang, tidak banyak tingkah seperti biasanya. P'Gun juga sering sendirian dan sibuk dengan ponselnya saja. Tidak seperti biasanya ketika kita sedang berkumpul. Dia tidak akan pernah menyentuh ponselnya jika sedang bersama kita. Tapi sekarang sepertinya sudah berubah." ucap Mike mengungkapkan perubahan Gun yang juga ia rasakan.
"P'Off apa kau juga merasa P'Gun sedikit berubah akhir-akhir ini?" kali ini White bertanya pada Off tanpa menoleh padanya.
"P'Off?"
Tak kunjung mendapat jawaban, White membalikan tubuhnya dan melihat Off duduk termenung di kursi dekat dinding sambil tersenyum sendiri. Melihat hal itu tentu saja membuat White keheranan. White kemudian menyenggol Mike di sebelahnya agar ikut berbalik.
"Apa?" tanya Mike yang masih sibuk merapikan beberapa barangnya.
"Berbaliklah. Lihat itu." ucap White seraya kembali menyenggol bahu Mike. Akhirnya Mike berbalik dan ikut memandang heran pada Off disana.
"Dia kenapa?" tanya Mike.
"Tidak tahu, aku sudah melihatnya tersenyum tidak jelas seperti itu disana. Dia bahkan tidak mendengar pertanyaan ku." jawab White. Kemudian White berjalan mendekati Off. Sedangkan Mike diam saja di tempatnya berdiri memperhatikan.
"P'Off?"
White kembali memanggil sambil menepuk pelan bahu Off. Membuat Off sedikit kaget, lalu seketika menghilangkan senyum tidak jelas di bibirnya.
"Kau baik-baik saja, P'? Kenapa tersenyum-senyum seperti itu?" tanya White.
"Ohh.. hemm.. Ya, ya. Tentu aku baik-baik saja. Tidak ada apa-apa." Off sedikit salah tingkah dipergoki tersenyum seperti itu oleh White.
"P'Off sudah selesai berkemas kan? Ayo sekarang kita pulang."
Ucapan Mike menghentikan tatapan aneh yang White berikan pada Off sejak tadi. White berbalik lalu mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Ya sudah ayo pulang." ucap White seraya mendahului berjalan ke arah pintu.
"Kalian duluan saja, aku menunggu Gun." ucap Off yang masih duduk disana.
Mike dan White seketika berhenti ketika mendengar ucapan Off. Mereka saling memandang sejenak, sepertinya Off benar-benar tidak memperhatikan obrolan mereka tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUN
FanfictionIa akhirnya menyerah akan rasa yang hanya Ia rasakan sepihak. Sesuatu yang awalnya hanya sebuah lelucon belaka yang Ia perbuat. Membuatnya jatuh terlalu dalam. Namun, saat Ia telah memutuskan untuk menyerah, tanpa Ia ketahui "Dia" mulai menyadari...
