[13]

2.5K 201 3
                                        

Saat ini Off telah sampai di lokasi syuting untuk TOL special episode. Off memarkirkan mobilnya, mematikan mesin mobil, mengambil beberapa barang lalu beranjak turun.

Drrtt... drrrttt

Suara notifikasi dari ponselnya menghentikan tangan Off yang sudah akan membuka pintu mobil. Off mengurungkan niatnya keluar dari mobil. Tangannya merogoh saku celana untuk mengeluarkan ponselnya. Off sedikit kecewa ketika melihat dari siapa notifikasi itu. Off sempat berharap itu notifikasi dari media sosial Gun, atau bahkan pesan dari Gun. Tapi ternyata itu pesan dari Tay.

Off membuka pesan yang dikirim Tay melalui DM twitter. Seketika hati Off terasa panas ketika melihat tweet yang Tay kirimkan padanya. Moodnya yang tadi sudah jelek sekarang menjadi benar-benar kacau.

Bagaimana moodnya tidak semakin berantakan? Tay mengiriminya tweet Gun dan Jane yang sedang liburan tanpa kabar selama dua hari ini. Dan isi dari tweet itu benar-benar membuat hatinya mendidih.

Dalam setiap tweet itu, memperlihatkan seberapa dekat Gun dan Jane saat ini. Bahkan kata-kata yang mereka gunakan dalam tweet jauh dari formal. Gun biasanya berbicara seperti itu dengan dirinya. Sangat jarang Gun berbicara tidak formal dengan orang di agensi. Bahkan ketika sifat jahilnya kambuh Gun masih sedikit menyelipkan bahasa formal disana.

Off kembali melihat tweet yang dikirim Tay dari awal. Dari tweet itu, terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang liburan bersama merayakan anniversary mereka. Padahal Pim mengatakan Gun dan Jane pergi berlibur bersama dengan teman-temannya. Tapi dari tweet itu terlihat hanya mereka berdua saja yang berlibur tanpa di temani orang lain.

Memikirkan kenyataan jika benar hanya mereka berdua saja yang berlibur membuat hati nya kembali terasa nyeri. Apalagi memikirkan bahwa mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berlibur, hatinya seperti diremas berkali-kali.

Off bahkan tidak pernah pergi berlibur seperti itu dengan Gun. Memang mereka sering pergi bersama, tapi itu untuk urusan pekerjaan. Mereka tidak pernah benar-benar pergi berlibur berdua saja.

Hal ini membuat Off sedikit menyesal, karena dulu Gun sering mengajaknya untuk liburan bersama. Gun merekomendasikan banyak tempat untuk mereka kunjungi. Tapi Off selalu menolak dengan alasan sibuk. Dan sekarang Off menyesalinya.

Off menghela nafasnya. Berusaha mengusir sesak dan panas di hatinya, kemudia  memasukan ponsel ke dalam saku celana. Ketika Off akan keluar dari mobil, Ia melihat mobil Gun baru saja memasuki parkir, dan memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Off.

Off tetap diam di dalam mobil. Memperhatikan Gun dari sana. Terlihat Gun sedang mengambil beberapa barang dengan tergesa lalu keluar dari mobil. Agaknya Gun tidak menyadari Off yang juga ikut keluar dari mobil saat melihat Gun keluar.

"Kenapa Gun berpakaian seperti ini? batin Off.

Gun terlihat sedikit berantakan. Tidak biasanya Gun datang ke lokasi syuting hanya dengan menggunakan celana pendek hitam dan kaos putih kebesaran yang terlihat sedikit kusut seperti baru bangun tidur. Di tambah lagi rambutnya yang berantakan di tutupi dengan topi hitam kesayangannya. Ini jauh dari Gun yang biasanya datang ke lokasi syuting dengan keadaan yang rapi dan segar.

Gun yang berjalan tergesa tiba-tiba berhenti seperti teringat sesuatu. Off juga ikut berhenti di belakang Gun. Off memandangi Gun dari belakang tanpa berniat memanggilnya.

Gun terlihat merogoh saku celana pendeknya lalu mengeluarkan ponselnya. Sepertinya ia sedang menghubungi seseorang. Lalu Gun kembali berjalan, kali ini dia berjalan perlahan dengan ponsel yang menepel di telinganya.

"Halo, Jane?"

DEG!

Seperti ada jarum yang tiba-tiba menusuk hatinya ketika mendengar Gun mengucapkan nama itu. Off masih berjalan mengikuti Gun dengan diam dari belakang ingin mendengar apa yang akan Gun bicarakan.

"...."

"Iya, aku sudah sampai. Dan langsung menghubungimu."

"...."

"Tidak, tidak jangan minta maaf Jane. Aku tidak telat kok kamu tenang saja."

"...."

"Bukan salah kamu Jane. Memang kemarin kita saja yang tidur terlalu larut setelah dinner, padahal kita harus perjalanan pagi."

"...."

"Tidak jangan menyalahkan dirimu, serius aku tidak terlambat."

"...."

"Oii enak saja kamu mengatai aku bau! Biar aku tidak mandipun aku akan tetap wangi."

"...."

"Aku bisa mandi disini nanti tenang saja."

"...."

"Iya, iya. Oya, kamu sudah bersiap ke kampus? Tadi kamu bilang ada pertemuan dengan dosen pembimbing."

"...."

"Ahh baiklah, hati-hati di jalan ya. Maaf aku tidak bisa mengantar kamu hari ini."

"...."

"Tunggu, Jane nanti jika sudah pulang hubungi aku ya, aku akan meminta waktu sebentar menjemput mu."

"...."

"Tidak, tidak kau tidak boleh naik taksi. Tenang saja, pokoknya hubungi aku kalau sudah selesai, oke?"

"...."

"Bye.. byee ja." ucap Gun mengakhiri panggilan itu lalu memasukan ponselnya kemudian kembali berjalan dengan tergesa.

Kali ini Off membiarkan Gun pergi tanpa mengikuti langkahanya seperti tadi. Off diam mematung di sana memperhatikan Gun yang sudah bergabung dengan kru di sana dan berbincang sebentar lalu masuk ke dalam gedung.

Percakapan Gun di telpon tadi masih terngiang-ngiang di kepalanya. Hatinya sesak mendengar percakapan itu. Gun terdengar sangat perhatin pada Jane, bahkan meminta maaf karena tidak bisa mengantarnya dan memaksa untuk menjemput Jane di kampusnya nanti.

Gun tidak pernah seperti ini pada orang lain, bahkan pada adiknya sendiri Pim. Memang Gun protektif dengan adiknya tapi berbeda dengan yang ini. Gun benar-benar berubah. Tidak seperti Gun yang Off kenal. Kemana Gun nya yang manja? Gun nya yang suka memeluk setiap orang, yang suka menjahili orang-orang di perusahaan karena bosan. Kemana Gun nya yang cerewet dan banyak tingkah?

Sungguh Off merindukan sifat Gun itu. Terlebih Off merindukan setiap pelukan dan ciuman yang Gun berikan padanya setiap kali mereka bertemu dimana saja. Perlakuan Gun padanya yang dulu membuatnya risih sekarang malah dirindukannya.

Off merasa asing dengan Gun yang sekarang. Sekarang Gun terlihat lebih tenang dan dewasa. Sangat berbeda dengan Gun yang Off kenal selama 5 tahun terakhir.

Bagaimana bisa orang berubah hanya dalam waktu singkat? Hanya kurang lebih sebulan. Dan kini Off merasa tidak mengenal Gun lagi dengan sifatnya yang sekarang.

Off mengehela nafasnya lagi. Langkah pertama yang Off rencanakan untuk membangun kembali hubungannya dengan Gun gagal total. Paginya yang ia mulai dengan bersemangat karena bisa satu projek lagi berantakan. Sungguh langkah pertama yang menyakitkan.

"Tenang Off tenang, ini baru hari pertama. Aku masih punya banyak hari-hari lainnya untuk mendapatkan hati Gun lagi. Aku tidak boleh menyerah hanya karena langkah pertama yang gagal. Aku harus terus berusaha sampai Gun kembali pada ku." batin Off menguatkan dirinya sendiri.

Lalu Off melanjutkan langkahnya menuju kru film yang sedang mempersiapkan peralatan.

****

Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUNCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang