[2]

3.7K 303 2
                                        

Semua orang tahu. Walaupun tanpa sepatah kata yang terucap. Bahwa Gun menyukai Off, laki-laki jangkung bermata sipit yang sering di sebut mirip idol korea. Iya, semua orang tahu hanya dengan melihatnya, tapi tidak dengan Off. Ntah Off memang tidak tahu atau berpura-pura.

Semuanya berawal sejak mereka dipilih untuk memainkan peran couple di series Puppy Honey. Gun bisa dibilang sudah cukup berpengalaman dalam berakting ketika berpasangan dengan laki-laki. Tapi sepertinya tidak dengan Off.

Saat mereka menghadiri kelas akting bersama, terlihat Off sangat tidak nyaman ketika bersentuhan dengannya. Terutama ketika Gun mencoba untuk menggenggam tangannya, Off pasti akan menghempaskannya dengan keras lalu pergi.

Awalnya Gun mersa kesal dan sedikit heran akan hal itu. "Padahal hanya berpegangan tangan apa susahnya sih, apalagi nanti kalo ada adegan ciuman sepertinya Dia akan berteriak heboh" pikirnya saat itu.

Ketika menghadiri kelas akting minggu selanjutnya, hal itu terjadi lagi. Gun bertanya pada Off saat itu dan tahu bahwa Off memang tidak suka tangannya dipegang oleh orang lain.

Saat mengetahui itu harusnya Gun meminimalisir menyentuh tangan Off, tapi malah sebaliknya. Gun mulai menggoda Off dengan itu, Ia mendapat kesenangn tersendiri ketika melihat ekspresi Off dipegang tangannya. Ntah Gun melakukan kejahilannya itu di belakang kamera ataupun di depan kamera, sampai-sampai Off berteriak memanggil P'Kwang untuk mengadu karena tindakan Gun.

Seperti saat melakukan live di youtube perusahaan, mereka seperti sedang melakukan riview makanan. Saat Off sedang asik membaca komentar fans dan menjawabnya, diam-diam terlihat senyum jahil terbit di bibir Gun. Tanpa Off sadari Gun mulai meraih lengan bajunya kemudian bergerak perlahan hingga mencapai pergelangan tangannya, lalu dengan seketika menggenggam telapak tangan Off dengan erat.

"Ai'Gun! Gun lepaskan! Apa yang kau lakukan! Cepat lepaskan! Ai'Gun lepaskan! P'Kwaanggggg! Lihat Gun! Suruh Dia melepaskan tanganku! P'Kwaaanggggg!!!" teriak Off sambil berusaha menarik-narik tangannya dari genggaman tangan Gun, sedikit mendorong Gun agar menjauh dan mau melepaskan tangannya. Sedangkan Gun tertawa puas melihat ekspresi Off seperti itu.

Dasar Gun, laki-laki mungil yang sangat jahil.

Semua berawal dari kejahilan, dan keisengan Gun semata pada Off. Tapi perlahan-lahan malah menjadi kebiasaan yang Ia lakukan, yang awalnya hanya memegang tangan Off kemudian menjadi sering memeluk Off lalu yang paling parah menciumi leher Off. Itu semua seakan sudah menjadi kebiasaannya ketika bertemu Off.

Lalu apakah Off menerimanya dengan senang hati? Ya, tentu saja tidak. Off merasa risih dengan semua itu. Ia tidak pernah diperlakuka seperti itu, apalagi oleh seorang laki-laki. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa risih itu meski di depan kamera sekalipun. Tapi Off berusaha professional di depan kamera.

Sedangkan untuk Gun, semua kejahilan yang berubah menjadi kebiasaan itu kembali berubah menjadi sebuah rasa yang tak pernah terpikirkan olehnya. Awalnya Dia ingin menyangkal rasa itu namun pada akhirnya Ia menerimanya. Menerima bahwa Ia mulai menyukai Off. Menyukai dalam arti yang sebenarnya.

Sejak menyadari perasaannya pada Off, Gun yang memang pada dasarnya senang menempel dan melakukan skinship dengan orang-orang, menjadi semakin menempeli Off. Semakin sering memeluk dan menciumi lehernya, menggemam tangannya, meskipun hanya sebatas lengan kaos yang dapat Ia pegang, tapi Gun sudah senang dengan itu.

Ntah sudah berapa kali Gun mendapat penolakan  dari Off. Ia tetap keras kepala melakukan itu. Gun berharap semua yang Dia lakukan suatu saat bisa membuat Off terbiasa dengannya, bisa merasa nyaman dengan sentuhannya, dan juga balik menyukainya.

Namun agaknya Gun sudah mencapai batasnya, Ia mulai merasa lelah akan rasa sepihak yang Ia rasakan selama beberapa tahun belakangan.

****

"P'Gun!"

Sebuah tangan menepuk pelan pundaknya dari belakang sambil memanggil namanya, membuat Gun sedikit berjengit kaget.

"Maaf ya Aku lama, maaf juga sudah mengagetkan mu." katanya.

"Ahh tidak, Aku tadi hanya tidak sengaja terlarut dalam pikiranku sendiri hingga tidak menyadari kehadiranmu." jawab Gun sambil tersenyum ke arahnya.

"Kamu sudah selasai kan? Kalau sudah, ayo berangkat sekarang nanti keburu jalanan macet, kamu pasti sudah sangat laparkan?" tanya Gun pada perempuan itu.

"Ya aku sudah selesai dan sangat lapar, ayo berangkat P'!" serunya dengan semangat. Gun berdiri dari duduknya, lalu perempuan itu tanpa sungkan mengaitkan tangannya pada lengan Gun sambil terus berbicara tentang tempat makan yang enak untuk siang ini. Gun sama sekali tak masalah dengan perlakuan perempuan itu padanya. Gun tersenyum mendengarkan semua tempat makan yang direkomendasikan olehnya sambil terus berjalan beriringan menuju tempat Gun memarkir mobilnya.

Tanpa Gun sadari ada seseorang yang memperhatikan semua yang Gun lakukan dengan perempuan itu dari jauh. Tanpa berani menghampiri bahkan menyapa mereka. Ada rasa tidak nyaman yang "Dia" rasakan ketika melihat cara Gun memperlakukannya, cara Gun tersenyum padanya, dan cara Gun menatapnya, bahkan Gun membiarkannya mengaitkan tangan pada lengannya. Senyuman dan tatapan itu biasanya hanya Gun berikan pada dirinya. Tapi sekarang ada orang lain yang mendapatkan perlakuan itu dari Gun.

"Dia" masih menatap arah ke pergian Gun bersama perempuan itu dengan hati yang terasa berat.

****

Ketika Rasa Itu Telah Berubah || OFFGUNCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang