Ia akhirnya menyerah akan rasa yang hanya Ia rasakan sepihak. Sesuatu yang awalnya hanya sebuah lelucon belaka yang Ia perbuat. Membuatnya jatuh terlalu dalam.
Namun, saat Ia telah memutuskan untuk menyerah, tanpa Ia ketahui "Dia" mulai menyadari...
Sudah seminggu lebih, sejak Tay mengajak Off berbicara di atap. Kini Off sudah menetapkan hati dan pikirannya agar sejalan. Sudah cukup dia frustasi seperti ini. Sekarang saatnya Off mengambil langkah sebelum Ia benar-benar terlambat.
SetelahTay pergi meninggalkannya sendirian, Off masih berdiri disana mencerna semua perkataan Tay. Dalam pikirannya kini berputar berbagai momen yang ia lalui bersama Gun.
Dari pertama ia di kenalkan pada Gun sebagai partner di perusahaan. Kejahilan Gun padanya yang tiada henti. Pertengkaran mereka yang menyusahkan banyak orang. Hingga perubahan perilaku Gun padanya.
Selama ini ia selalu berpikir yang dilakukan Gun padanya hanyalah kejahilannya yang semakin hari semakin gila, yang membuatnya sangat kesal dan jengkel. Dan akhirnya terjadi lah pertengkaran itu.
Akibat pertengkaran itu, Off berusaha mengontrol emosinya jika sedang menghadapi Gun. Mengikuti semua permainan kejahilan Gun padanya. Ia mulai menerima sedikit demi sedikit perlakuan Gun padanya, tapi itu hanya ketika ada kamera ataupun staff yang merekam mereka di belakang untuk di jadikaan momen dibagikan pada fans.
Tapi selain itu, Off akan kembali berusaha menjauh dari Gun. Menolak Gun dengan cara yang halus. Off tidak ingin pertengkaran itu terjadi lagi.
Meskipun sudah banyak cara yang Off lakukan untuk menjauh dari Gun, tetap saja tidak berhasil. Off tidak tahu bahwa Gun itu sangat keras kepala.
Semakin hari Gun semakin menempelinya, mengikutinya kemana-mana, menelpon atau mengiriminya pesan tidak penting. Off selalu mengabaikannya.
Tanpa Off sadari, ia mulai terbiasa dengan semua yang di lakukan Gun meskipun Off tetap berusaha menolaknya. Hingga kini semua yang Gun lakukan padanya berhenti tiba-tiba. Dimana harusnya ia senang tapi malah merasa kehilangan.
Drrttt.. drrrtt
Getaran ponsel pada saku celananya menyadarkan Off dari lamunannya. Ia mengambil ponselnya lalu membuka pesan yang dikirim Tay melalui DM twitter.
Ternyata Tay mengiriminya tweet dari akun twitter kedua Gun. Melihat isi tweet itu membuat Off merasa sesak akan ke akraban dalam tweet itu. Mereka bahkan sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi, dan itu menandakan seberapa dekat mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Drrtt.. drrtt
Tay kembali mengirminya pesan, kali ini Tay mengiriminya instagram story Gun yang isinya sama saja dengan di twitter. Apalagi kalau bukan Jane.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.