EZA UNTUK THEA

31 1 0
                                    

"Hai,"sapa Febi begitu masuk dalam kamar Vallen.

Vallen tersenyum tipis kemudian sedikit tercengang dengan kemunculan Bagas di belakang Febi."Wah ada Bagas juga,"sapa Vallen yang dibalas hanya dengan cengiran.

"Ayo duduk Gas,"suruh Vallen yang melihat Bagas sedikit kikuk.

"Eh,gue tunggu di luar aja y.Gak enak masuk kamar cewek."

"Gak pa-pa kok Gas,nyantai aja cuma kamar gue ini."

"Hehe...nggak enak lah."

"Kalau kamar Febi enak?"celutuk Eza yang tiba-tiba muncul di belakang Bagas.

"ABANG!"teriak Febi dengan wajah yang sudah memerah.

"Apaan sih Bang,"tambah Bagas yang sudah salah tingkah.

"Hehe....kalian lucu."Eza masuk begitu saja ke kamar Vallen setelah sebelumnya sedikit mendorong Bagas agar menyingkir dari pintu.

"Gimana?udah enakkan?"tanya Eza sambil mengelus kepala Vallen lembut.

"Udah kok,"jawab Vallen sambil mencoba menyingkirkan tangan Eza dari kepalanya.

"Udah makan?"Kini malah pipinya yang jadi sasaran tangan Eza.

"Apaan sih Bang."Vallen menarik tangan Eza untuk menjauh dari pipinya.

"Kenapa?pegang dikit ini?"jawab Eza dengan santainya.

"Ih...malu."

"Malu sama bocah-bocah ini?byuh....anggap aja mereka makhluk tak kasat mata."

"Ehemm."Febi sengaja berdehem keras."Di sini orang woi!seenaknya situ bilang makluk tak kasat mata."

"Hehe....pis adik abang sayang,"Eza mengacungkan jari telunjuk dan tengah sebagai tanda perdamaian.

"Cih...gak butuh.Ayo Mas Bagas kita pergi aja."

"Lho kok pergi?"tanya Vallen keheranan.

"Panas nih lihat adegan 18+ mulu dari tadi.Yah...siapa tahu setelah kepergian kita kalian bisa lanjut ke adegan 21+.Lumayanlah gue bisa cepat-cepat dapat keponakan lucu."

"MULUT LO FEBI!"teriak Vallen tak terima.

"HAHA..."tawa Febi menggelegar diikuti kekehan dari Bagas dan Eza.

"Sial,"umpat Vallen dengan wajah merah padam.

"Kita pergi dulu ya Bang Eza.Ingat!Gue maunya keponakan pertama gue cowok lo ya,"ledek Febi lagi sebelum melenggang pergi.

"FEBI!!AWAS LO YA!"Vallen kembali berteriak heboh.

😂😂😂

"Bang,"panggil Vallen begitu Febi dan Bagas pergi.

"Hemm,"gumam Eza yang kini tengah asyik memainkan hp nya di samping Vallen.

"Gue mau tanya boleh?"

"Hemm."

"Tapi nanti Abang jangan marah ya?"

"He em."

"Abang sebenarnya gay ya?"

"He em....eh?"mata Eza seketika melotot begitu menyadari kesalahannya.

"Huahaha..."

"Gue normal ya,"kata Eza sambil mendelik kesal.

"O...ya?"goda Vallen sambil mengedipkan mata genit.

"Ya iyalah,menurut lo?"

"Hmm..."

Plakk

"Aww!sakit bego,"teriak Vallen sambil mengelus kepalanya yang dijitak Eza.

"Jangan mikir aneh-aneh deh lo."Eza semakin mendelik tajam.

"Hehe...maaf."Vallen cengengesan."Lagian diajak ngomong,asyik sendiri sih."

"Ok.Mau ngomong apa sayangku?"

"Ish serius bisa gak sih,"protes Vallen kesel.

"Hehe...ok ngomong apa?"

"Sebenarnya Abang gimana sih sama Thea?"

"Gimana apanya?"tanya Eza tak mengerti.

"Ya Abang merasa ada getar-getar gitu gak sih sama Thea?"

"Lo tu ngomong apaan sih?"Eza semakin dibuat tak mengerti.

"Ih....masak gak ngerti sih maksud gue apaan."

"Enggak."

"Abang cinta gak sih sama Thea!"

Gubrak

Eza terkesiap kaget."Ke..kenapa tanya begitu?"

"Gue pengen tahu Abang."

"Kenapa?Lo suka sama gue?"Eza menatap Vallen lekat.

"LO BUKAN LEVEL GUE!"teriak Vallen kesal.

"Lha terus?"

"Gue cuma mastiin Abang tu cinta gak sama Thea."

"Apa urusannya sama lo?"

"EZZAAA!lo lama-lama ngeselin ya.Thea tu cinta sama lo,lo nya gimana?"

Vallen sampai ngos-ngosan ngomong panjang lebar dengan Eza.Dasar goblok kok dipelihara.

"Serius Thea suka sama gue?"tanya Eza masih tak percaya.

"Tahu ah,capek ngomong sama lo."

Vallen malah menarik selimut dan memejamkan matanya.

"Eh,kok tidur sih."Eza mengguncang bahu Vallen pelan.

"Apaan sih,gue ngantuk tahu ,"sungut Vallen.

"Jelasin dulu yang tadi."

"Apa lagi yang harus gue jelasin.Intinya Thea cinta sama lo titik.Terserah lo mau sama dia apa nggak."

"Lha lo gimana?"

"Gue kenapa?"

"Lo gak pa-pa kalau gue sama Thea...."

"Astaga.Gue malah seneng kalau lo bisa sama Thea.Udah-udah pergi lo,gue mau tidur,"usir Vallen yang sudah tak kuat menahan kantuknya.

"Ok gue pergi.Thanks ya."

"Hemm."

😇😇😇

Maaf ya baru bisa update lagi.
Vote yuk

PLEASE,MOVE ON!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang