Aku tak menyangka bisa bersahabat dengan 9 siswa paling terkenal sekaligus paling keren di sekolah. Mereka adalah orang yang sangat baik dan tidak seburuk yang orang lain katakan.
Persahabatan kami berjalan baik-baik saja sampai terjadi sesuatu dia...
Chen Oppa vidcall aku. Awalnya aku ragu-ragu untuk angkat, tapi akhirnya aku angkat juga.
"Hai, belum tidur?" - Chen Oppa.
Aku menggeleng. "Belum. Chen Oppa sendiri kok belum tidur. Kan seharian capek habis syuting buat album Chen Oppa nanti. Istirahat gih"
Dia malah ketawa. "Ternyata bener ya kata Baekhyun. Kamu tu anaknya bawel"
"Enak aja. Aku gak bawel kok. Aku kan cuma gak mau Chen Oppa kecapean terus sakit. Awas aja ya, Baekhyun Oppa. Enak aja di bilangin aku bawel." jawabku.
Ia kini tersenyum. "Ia. Ini aku mo tidur. Tapi sebelum itu, aku mo ngomong sesuatu sama kamu"
"Ya udah, ngomong aja! "
"Besok, setelah pulang sekolah, jalan-jalan yuk. Sekalian makan siang bareng" ucapnya.
"Makan?. Oke!" jawabku pura-pura bersemangat.
Lagi-lagi ia tertawa. Sungguh, aku sangat menyukai tawa dan ekspresi Chen Oppa sekarang. Wajahnya terlihat bahagia dan tulus. Membuatku semakin tak sanggup kalo sampai aku salah menjawab permintaannya tadi sore dan membuat tawa itu hilang dari wajahnya.
"Ya udah. Bye bye!!. Good night!" ucapnya lalu mematikan panggilan setelah aku melambaikan tanganku.
Huft, aku merebahkan tubuhku di kasur dan mulai menangis. Aku menangis sampai terisak membuatku harus menutup kepalaku dan wajahku dengan bantal agar Papa dan Mama ku tak mendengar tangisku.
Apa yang harus kulakukan sekarang?. Aku sangat mencintai Chanyeol Oppa. Ya, dia adalah cinta pertamaku. Chen Oppa?. Dia adalah idolaku. Cintaku padanya hanya sebatas kagum seperti fans dengan idolanya. Dan aku sangat senang saat dia menjadi sahabatku berkat Suho Oppa, sahabat kecilku.
Tapi semua kini di luar dugaan. Ternyata Chen Oppa menyukaiku, bukan sebagai sahabat ataupun idol kepada fansnya. Tetapi karena cinta sesungguhnya, antara pria dan wanita layaknya kekasih.
Dan aku gak tau harus menjawab apa. Aku takut, takut kalau keceriaan, tawa, dan senyum tulus yang selalu menghiasi wajahnya akan sirna hanya karena aku. Aku takut, takut gak akan bisa melihat hal itu lagi di wajahnya. Takut, takut, persahabatan kami akan hancur.
So Hyun POV END
***
Moon POV
"Nah, Tae. Minum untuk kamu" aku memberikan sebotol air mineral ke Taeyong. Ya, tepatnya ini sedang jam isitirahat. Taeyong dan Mark memilih bermain sepak bola.
Namun, belum sempat botol itu sampai ke tangan Taeyong, seseorang malah mengambil botol dari tanganku.
"YAK!!" seruku. "Itu untuk Taeyong, Mark!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.