Dari modus

469 55 10
                                    


______________________
Warning !!

Cerita ini hanyalah karangan penulis semata. Jika ada kesamaan nama, latar dan lain lain hanya sebuah kebetulan belaka.
Beberapa nama publik figur yang tercantum dalam cerita ini hanya dipakai untuk mengisi tokoh saja, sifat, sikap dan lain lain juga termasuk karangan penulis. Produk yang tertera dalam cerita bukan untuk promosi, melainkan hanya dipakai untuk menambah kepentingan cerita. Diharap bijak untuk memilih dan memilah hal buruk dan baik dalam cerita dan tidak untuk ditiru hal buruk yang terkandung

 ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄











































Gadis berambut hitam legam panjang menyuap makanannya dengan setengah terpaksa, kalau bukan karena paksaan gadis berponi di hadapannya, fish and chips pesanannya tak akan habis mungkin hanya tercicipi sedikit saja. Sebab dia sedang kehilangan mood-nya. Jennie, gadis berambut hitam itu mengunyah kentang gorengnya tanpa minat kemudian meletakkan sendok dan garpunya begitu saja. "Ayo balik aja Ha"





Gadis binar mata besar yang sedang memakan steak-nya menatap Jennie dengan mulut yang penuh. Emang rasanya kadang Jennie kurang manusiawi, Eunha masih sulit untuk menelan makanannya. "Ngapain buru buru?". Tanya gadis itu sambil melahap steak potongannya. "Ayo ah balik"



X



Jennie dan Eunha berjalan beriringan di trotoar jalan, Jennie sibuk cemberut dan menghembuskan nafasnya sementara Eunha menatap sekeliling mencari street food, inginnya sih makan kebab atau takoyaki gitu. Udah cukup kenyang sih tapi rasanya dia pengen makan terus. Pas Jennie liat ke depan ada cowok ganteng pake banget pokoknya yang berjarak beberapa meter aja dari pijakannya, rambutnya pirang gitu terus keliatan lucu sekaligus cool, jutek jutek gimana gitu. Mirip sama tipenya lah. Gak tau darimana tiba tiba aja Jennie ada ide buat jatuhin tas selempang pastelnya biar cowok itu nge-notice dan balikin ke dia terus eye contact deh. Cinta kan datangnya dari mata turun ke hati kan? Eeaaa

Namun malang sekali. Tidak sesuai ekspetasinya yang setinggi langit, bukan. Bukan karena cowok itu cuek gak ngambilin tasnya tapi jadinya Eunha sama cowok itu yang eye contact ditambah saling pegang tangan lagi. Udah macem di drama drama aja, niat hati mau bantuin Jennie tapi malah dapet ekspresi sepet. Mood Jennie makin anjlok aja. "Eh". Eunha jadi salah tingkah gini, bingung mau ngomong apa. Dia berdiri sempurna setelah saling bungkuk buat ambil tas Jennie.

"Ini tas temen lo ya?". Ucap cowok itu sambil menyodorkan tasnya."Iya makasih ya udah ambilin tas temen aku". Cowok itu cuma tersenyum tipis sambil mengangguk kemudian berlalu. "Ini Jen tasnya jatoh kan"

Udahlah udah pasti Jennie bakal gak mood ngapa ngapain seharian ini. Jadi gagal kan mau modus ke cogan?







X









Jennie lagi duduk di kantin sendirian, lagi makan kwetiaw super pedes ditemenin es teh lemon doang. Eunha lagi ada tugas kelompok bareng Yerin soalnya. Mungkin efek akhir akhir ini jarang makan pedes jadi makan kwetiaw langganannya dulu jadi berasa berkali kali pedesnya. Perasaan tadi pas deh sambelnya dua sendok sayur tapi kok berasa delapan sendok? Bibir Jennie udah kerasa panas dan dower jadi makannya kadang jeda sama minum. Sampai es teh lemonnya hampir habis. Baru mau beli lagi minuman dia gak sengaja liat segerombolan, tepatnya lima cowok yang jalan masuk ke kantin. Pandangan Jennie tertuju pada salah satu yang sedang berjalan dengan wajah datar, si cogan pirang itu!

Jennie Kim ; series Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang