______________________
Warning !!Cerita ini hanyalah karangan penulis semata. Jika ada kesamaan nama, latar dan lain lain hanya sebuah kebetulan belaka.
Beberapa nama publik figur yang tercantum dalam cerita ini hanya dipakai untuk mengisi tokoh saja, sifat, sikap dan lain lain juga termasuk karangan penulis. Produk yang tertera dalam cerita bukan untuk promosi, melainkan hanya dipakai untuk menambah kepentingan cerita. Diharap bijak untuk memilih dan memilah hal buruk dan baik dalam cerita dan tidak untuk ditiru hal buruk yang terkandung ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄
Kim Seokwoo atau yang sering dipanggil Rowoon menghembuskan nafas begitu Jennie meninggalkannya sendirian di ruang tengah. Cewek itu marah, jelas di raut wajahnya yang masam. Rowoon mendaratkan bokong di sofa berwarna cokelat. Yang bisa dilakukannya saat ini hanya menunggu. Rungunya menangkap debaman keras dari lantai atas dan Jennie mengunci pintu kamarnya.
"Halo everybodeeh ka Jenn-loh kok lo disini bang?". Haechan datang sembari menenteng kantung keresek di tangannya lantas menutup pintu, Jennie gak suka kalau pintu rumahnya terbuka lebar. Rumahnya, iya rumah hasil jerih payahnya sendiri.
"Ada urusan apa sama cewek gue?". Tanya Rowoon sambil mengangkat alisnya. Yang pasti Haechan kaget terus ketawa karena bisa liat ekspresi Rowoon yang tersembunyi kalau dia cemburu. "Ahayy dedeh!"
"Gue sepupunya ka Jennie bang. Ngapain lo disini?"
"Mau nge-date ceritanya?". Lanjut Haechan sambil duduk di sebelah Rowoon terus nyomotin keripik singkong dalem toples kaca di meja yang sengaja disediain buat tamu. "Tadinya sih iya, cuman dianya lagi-
"Ngambek?". Yang dibales anggukan sama Rowoon. Seumur umur pacaran ya baru kali ini liat Jennie ngambek, udah kaya anak kecil yang gak diturutin maunya. Mending kalau bisa liat wajah Jennie yang imut imut kayaknya kalau lagi marah lah ini dianya malah masam terus ngurung diri di kamar. Kenapa bisa Rowoon yang banyak digandrungi cewek karena predikat boyfriend material yang melekat pada dirinya pacaran sama Jennie yang ternyata kekanakan?
Jadi kilas balik pertemuan Jennie Rowoon . .
Jennie lagi fokus fokusnya ngolesin nail polish ke kukunya tiba tiba aja Joy duduk di sebelahnya membuat sofa ikut bergerak kebawah membuat jarinya kena warna ungu kutek Jennie. Gadis mendelik kilat sambil mengeratkan giginya ke arah Joy. Gak liat apa segimana Jennie hati hati ngutekin kukunya? Pengen nyakar wajah Joy tapi sayang sama kukunya. "JOY GEBLEK AHH KUTEK GUEE!! MANA YANG INI KETEBELAN LAGI GAK LIAT GUE SUSAH PAYAH MAKEINNYA HAH?!"
Joy itu definisi toa yang sesungguhnya, Jennie sama aja sih kalau lagi kesel banget. Bukannya merasa bersalah Joy malah cengegesan terus membuat ekspresi wajah yang menyebalkan. "Ah elah sini gue kutekin, gini aja lo gak bisa"
Hari ini menjadi alasan Jennie semangat bangun pagi pagi. Soalnya dia mau jogging dan lari bareng Joy di lapang diapit pusat kota dan taman. Tujuan utama Joy kesini ya buat cuci mata sekalian cari cogan siapa tau nyantol satu. Sementara Jennie ikut ikut aja. Jujur Jennie bingung banget dia udah menjomblo selama dua tahun. Padahal tahun kemarin kemarin sempet tiga kali ganti pacar.
Kadang Jennie suka ngerasa insecure mikir yang macem macem tentang penampilannya, kenapa juga gak ada satupun cowok yang deketin dia? Kok modelan Joy banyak yang deketin?! Okay dia meremehkan pesona seorang Joy.
