______________________
Warning !!Cerita ini hanyalah karangan penulis semata. Jika ada kesamaan nama, latar dan lain lain hanya sebuah kebetulan belaka.
Beberapa nama publik figur yang tercantum dalam cerita ini hanya dipakai untuk mengisi tokoh saja, sifat, sikap dan lain lain juga termasuk karangan penulis. Produk yang tertera dalam cerita bukan untuk promosi, melainkan hanya dipakai untuk menambah kepentingan cerita. Diharap bijak untuk memilih dan memilah hal buruk dan baik dalam cerita dan tidak untuk ditiru hal buruk yang terkandung ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄
(17+)
Be wiseYuta akhir akhir ini gak suka kumpul bareng anak anak. Gak kesebut jarang sih cuman yah gak sesering dulu yang kalau tiap minggu minimal sampai lima kali lah nongkrong. Sekarang? Cuma sekali dua kali, itupun kalau diajakin.
Bagi Taeyong sih gak masalah cuman anak anak beberapa kali ngomongin Yuta sama Haechan yang udah kelupaan sama temen gara gara punya pacar. Beda sama Winwin terus Johnny, pacaran udah lama dan mereka santai santai aja. Lebih memprioritaskan anak anak tongkrongan juga, jarang keliatan bucinnya.
Selain ngomongin Yuta sama Haechan mereka juga ngomongin cewek bermata kucing dan cewek bule blasteran yang jadi pawang mereka. Taeyong juga liat sih, pernah beberapa kali cewek bernama Jennie dan Somi itu datang ke tongkrongan, ya buat ngebucin juga. Yang ada Yuta kesel pacarnya digodain mulu, kalau Haechan diledek katanya gak cocok sama Somi.
Pemandangan yang paling sepet tuh kalau ngeliat Jennie yang udah berdiri di belakang kursi yang diduduki sama Yuta terus meluk lehernya dari belakang, abis itu dagunya ditempelin ke puncak kepala Yuta. Gemess banget sumpah.
Jadi pengen tampol Yuta-nya.
"Kenapa lo Yut? Kusut bener. Rambut makin gondrong noh". Ucap Johnny sambil mengunyah kuacinya yang udah di kupas banyak banget, kebiasaan dia tuh kalau kurang kerjaan ya ngupas kuaci gak langsung dimakan dulu dan dikumpulin. Kadang Haechan sama Jungwoo dengan kurang ngajarnya malah makanin. Enteng banget gak tau apa buka cangkang kuaci itu susah?
Langsung aja tangan Jungwoo ditepis begitu mau ngambil kuaci yang udah dikumpulin. Kan. Sementara Jungwoo cuma cengar cengir. Balik lagi ke Yuta, cowok itu mengacak rambut pirangnya terus berdecak. Gak kayak Yuta biasanya.
"Napa sih Yut?". Taeil akhirnya ikut angkat bicara juga. Salah satu anaknya murung kan pasti ada apa apa. Kalau gak karena tugas yang gak di acc paling masalah cewek. "Gue putus"
"Hah?! Putus apanya bang? Urat malunya? Lo kan emang udah gak punya malu bang". Langsung ditampol sama Johnny. Bisa bisanya Yuta dibercandain. Spesies orang serius yang susah dibercandain ya siapa lagi kalau bukan Yuta sama Jaehyun. Jaehyun sih cuman senyam senyum aja kalau di bikin jokes, anaknya kalem dan pendiem. Beda kalau Yuta lebih ke dingin sih. "Geblek banget sih lo! Woo ngomong lagi gue jejelin cangkang kuaci ye!". Ancam Johnny mengambil ancang ancang.
"Siapa yang mutusin? Jennie apa elo?". Yuta menopang kepalanya yang menunduk dengan kedua tangannya. "Jennie". Dengan suara yang memelan membuat Haechan langsung ngakak, Mark juga mau ketawa sih tapi ditahan karena kasian. Siapasih yang bisa mutusin Yuta? Pesonanya kan gak bisa ditolak.
"Yakin kak Jennie duluan? Gue liat kalian sering cekcok diparkiran bang". Winwin ikut menimbrung. Mungkin yang paling waras disini cuma dia. Mana sopan lagi ngomongnya.
