Imagine that being Doyoung's bae 24/7
"Kak Doy, nggak capek nyelesain kasus orang lain mulu? Kasus hati aku kapan?"
"Saya udah kebal sama gombalan kamu. Untung sayang."
Let's see how Doyoung become a bucin 24/7.
#BucinSeries
Jam menunjukkan pukul dua belas siang dan disinilah mereka berdua, di salah satu mall yang terletak di pusat kota. Doyoung hanya menggelengkan kepalanya melihat Ah Ra yang sangat gembira, bahkan sedaritadi tak bisa diam.
"Saya mau beli kemeja polos buat kerja." Suara Doyoung membuat Ah Ra mengalihkan pandangannya, menatap pria di sebelahnya.
"Ih, ayo!" Seru Ah Ra menganggukkan kepalanya seperti anak kucing menggemaskan di mata Doyoung.
"Sini, jangan jauh – jauh." Ucap Doyoung sambil menarik telapak tangan Ah Ra dan menggenggamnya. Perlakuan Doyoung tentu saja membuat Ah Ra tersenyum malu.
"Kenapa sih merah banget pipinya?" Ejek Doyoung membuat Ah Ra memanyunkan bibirnya.
"Ini blush on!" Tukasnya membuat Doyoung semakin tertawa.
"Ayo ke sana!" Seru Ah Ra sambil menunjuk salah satu toko pakaian terkenal khas anak muda.
"Pilihin buat saya." Ucap Doyoung membuat Ah Ra mengangguk dan melihat beberapa kemeja yang di gantung.
"Ini bagus deh, tapi bukan kemeja formal, ini mah buat jalan – jalan bagusnya." Gumam Ah Ra menatap salah satu kemeja bermotif kotak – kotak warna hitam putih. Membayangkan Doyoung memakainya, pasti sangat cocok.
"Yaudah, ambil aja."
"Eh? Tapi kan kak Doy nyari kemeja formal buat kerja." Ucap Ah Ra bingung.
"Gapapa, selama itu pilihan kamu, saya beli." Ucap Doyoung membuat Ah Ra tersenyum dan mengambil kemeja tersebut dari raknya.
"Nih kak, kemeja formalnya, bagus deh yang satu warnanya navy blue satu lagi warna hitam." Ah Ra menyodorkan dua kemeja tersebut ke arah Doyoung, membuat Doyoung mengangguk.
"Dua – duanya bagus, ambil aja." Ucap pria tersebut membuat Ah Ra mengangguk.
"Siniin keranjangnya." Ucap Doyong mengambil alih keranjang tersebut dan membawanya dengan tangan sebelahnya.
Tatapan Ah Ra tertuju kepada sebuah hoodie berwarna burgundy yang terletak di tengah – tengah toko tersebut. Sebagai penggemar hoodie, Ah Ra sangat menyukainya. Pasti sangat nyaman jika dipakai di kamar, pikirnya.
"Kenapa berhenti?" Tanya Doyoung yang mengikuti tatapan Ah Ra berada.
"Kamu mau?" Tanya Doyoung lagi membuat Ah Ra mengangguk pelan, seperti melihat sebuah mahakarya, tatapan Ah Ra tak bisa lepas dari hoodie tersebut.
Doyoung melangkahkan kakinya, mengambil dua buah hoodie tersebut dan kembali ke tempat Ah Ra berdiri yang kini sudah menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kok ambil dua sih, kak?"
"Biar couple." Jawabnya singkat dan menarik Ah Ra ke meja kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.
"Nggak berasa, udah jam dua siang." Celetuk Ah Ra usai mereka keluar dari toko pakaian tersebut.
"Makan ramen yuk?" Ajak Doyoung membuat Ah Ra mengangguk tanda setuju.
Selang beberapa menit setelah Doyoung memesan dua mangkuk ramen beserta minuman, makanan tersebut sudah tersedia di meja mereka. Hari ini mall termasuk lengang, tak banyak orang yang membuat mereka berdua tidak perlu mengantri untuk memesan makanan.
"Itadakimasu!" Seru Ah Ra sambil menyantap ramennya, tak memperdulikan Doyoung yang sedaritadi tertawa dengan tingkah aneh dirinya.
"Inget! Makannya pelan – pelan. Ramennya masih panas." Ucap Doyoung membuat Ah Ra menggangguk dan meniup pelan ramennya yang masih lumayan panas.
Fokus Ah Ra dari ramen tersebut terhenti ketika ia menatap Doyoung yang tengah sibuk dengan sumpit dan juga ramen miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cakep banget pacar aku ya Tuhan." Batin Ah Ra yang tak berhenti menatap Doyoung yang tengah berfokus dengan ramen miliknya. Inget kata pacar, seketika membuat Ah Ra salting. Akhirnya bisa juga dia menyematkan kata "pacar" untuk Doyoung tercinta.
Merasa di tatap oleh seseorang, Doyoung mengalihkan pandangannya, melihat Ah Ra yang menatapnya dengan begitu intens, membuat jantung Doyoung bergemuruh. Bisa gila dia di tatap Ah Ra seperti itu terus – terusan.
"Kenapa?"
"Gapapa." Ucap Ah Ra gelagapan dan mengalihkan fokusnya kembali kepada ramen miliknya. Membuat Doyoung tersenyum dan kembali berfokus kepada ramen miliknya.