Perkara Bohong (1)

491 56 0
                                    

Hari senin yang cukup sial buat Ah Ra. Telat bangun di pagi hari membuat ia bahkan tak sempat menyentuh sarapan, ditambah dengan ban mobil Ah Ra yang bocor tiba – tiba. Paket lengkap memperburuk hari senin yang sudah sangat menyebalkan bagi Ah Ra.

"Mampus gue, jadi rengginang di bikin kak Doyoung kalau telat." Gerutu Ah Ra, menatap layar ponsel miliknya yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Tentu saja jam kerjanya sudah dimulai.

"Lagian kenapa sih ban mobil bisa bocor segala? Perasaan tadi malam masih baik – baik aja."

"Duh, gimana ya? Pesen ojek online juga nggak akan sempat sih. Udah telat banget."

"Tentu saja nggak sempat, heem, Ah Ra bodoh." Gumam Ah Ra lagi menatap miris ban mobilnya yang sudah tak berdaya. Tak berharap banyak dengan kondisi saat ini.

Akhirnya Ah Ra hanya bisa kembali masuk ke dalam kos miliknya dan tentu saja mengirim beberapa pesan kepada sang boss, Kim Doyoung terhormat, izin agar tak masuk kerja hari ini.

Tak berapa lama setelah Ah Ra mengirim beberapa pesan kepada Doyoung, Doyoung langsung menelpon dirinya yang membuat Ah Ra melempar handphone miliknya ke kasur. Terkejut dengan panggilan tiba – tiba dari Doyoung.

"Kamu dimana?" Ucap Doyoung dari sebrang sana, membuat Ah Ra mengerutkan keningnya bingung.

"Di kos lah, Kak. Kenapa memangnya?" Ucap Ah Ra dengan suara yang dibuat selemah mungkin. Jelas saja Ah Ra berbohong kepada Doyoung. Ah Ra bilang bahwa dirinya sakit sehingga tak masuk kerja. Dia pikir dengan alasan seperti itu, Doyoung pasti akan menerima alasannya yang masuk akal.

"Share location kos kamu."

"Hah, mau ngapain, Kak?" Ujar Ah Ra panik. Sepertinya Doyoung tak percaya bahwa dirinya sakit. Atau jangan – jangan Doyoung mau nyamperin dia dan marahin dia karena dia sekarang bohong?

"Share location kos kamu, cepet. Saya tunggu." Doyoung langsung mematikan sambungan telpon tersebut, membuat Ah Ra panik – panik ajaib.

"Duh gimana nih? Masa gue ketauan bohong beneran?"

"Kenapa sih gue ditakdirkan nggak bisa bohong sama orang? Selalu ketauan kalau lagi bohong." Gerutu Ah Ra lagi, menatap layar ponselnya kembali yang tengah dipenuhi notif dari Doyoung yang sibuk meminta alamat kosnya.

"Ah, udahlah. Kirim aja. Semoga gue selamat hari ini, amin." Gumam Ah Ra setelah memencet tombol send yang menandakan bahwa pesan tersebut sudah terkirim kepada Doyoung. 

(2) Bucin - DoyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang