🥀Tigapuluh [✔]

1.8K 66 39
                                        

Selamat membaca..

Ini akan menjadi part terakhir, terimakasih untuk dukungan kalian untuk cerita ini..

.
.

.

"Ayah." Panggil Rizky membuat pria paruh baya itu berbalik menatap putranya yang kini sudah berdiri dihadapannya.

"Iya Nak.." Jawab Mubarak.

"Ayah, aku mau bilang sesuatu sama Ayah semoga Ayah merestui aku dan meridhoi pernikahan aku dengan Dinda.."

"Tentu Nak. Ayah sangat setuju sama kamu, karena ayah nggak mau jadi penghalang untuk kebahagiaan kalian. Ayah merestui kalian menikah, Ayah berharap kalian menjadi pasangan yang diridhoi oleh Allah." Mubarak menepuk bahu Rizky.

"Percepat pernikahan kalian. Karena tidak baik menunda hal yang begitu baik, apalagi kalian sudah tinggal satu rumah tanpa ikatan apapun."

"Iya Ayah. Aku secepatnya menikahi Dinda. Mungkin dua hari lagi aku akan menikah dengan Dinda, dan aku juga berencana untuk menikah secara sederhana."

"Serahkan semuanya sama Ayah Nak. Ayah akan memberi kejutan untuk kalian." Mubarak ingin memberikan sesuatu hal yang istimewa untuk Rizky dan Dinda.

"Tap-"

"Tenang Ayah akan melakukan hal yang terbaik untuk kalian sekaligus hal ini sebagai penebus kesalahan Ayah." Ucap Pria paruh baya itu dengan penuh senyuman.

"Kamu tau Nak. Ayah tidak pernah sebahagia ini dalam hidup ayah, tapi sekarang ayah merasakannya dan itu berkat anak kebanggan ayah. Terimakasih telah memberikan cucu pada ayah disaat usia Ayah yang sudah tua ini."

Sedangkan Rizky hanya tersenyum, bangga itulah kesan pertama yang ada dirinya karena telah membuat ayahnya bahagia.

"Iya Ayah."

***

"Kamu seriusan mau menyerahkan semua acara pernikahan sama Ayah."

"Iya serius. Malah Ayah yang minta.." Ucap Rizky. Ia menjelaskan apa yang tadi dibicarakan dengan Mubarak.

"Kasian Ayah tau. Dia udah nggak muda lagi, aku takut kesehatan ayah menurun gara-gara ngerencanain pernikahan kita." Ucap Dinda, ia merasa tidak enak hati ketika tau Mubarak yang akan merencanakan semuanya.

"Ayah itu punya sifat keras kepala. Dan ayah nggak suka jika permintaanya itu ditolak, kamu tenang aja ayah pasti bisa jaga kesehatannya." Rizky mengelus kepala Dinda dengan lembut.

"Kamu tau Ayah bilang bahagia sama aku. Dan sebagai anaknya sangat senang mendengar Ayah bilang begitu, walaupun aku belum sepenuhnya bisa membahagiakan ayah tapi aku cukup bangga sama diri sendiri karena bisa melihat senyumannya lagi dan itu berkat kamu dan anak kita."

Dinda menatap Rizky yang tengah berbicara dengan mata yang berbinar, ya disana ia bisa melihat senyum bangga akan kebahagiaan yang dirasakannya.

"Makanya kamu sebagai anak harus berbakti sama orang tua. Mumpung dia masih ada, coba aku.. aku udah nggak punya siapa-siapa untungnya ada ibunya Nesya yang udah anggap aku anaknya."

Tiba-tiba ia mengingat kenangan bersama kedua orangtuanya.

Sedih sekali rasanya.

Rizky yang merasakan kesedihan Dinda menarik tubuh itu kedalam pelukan hangatnya. "Besok, anter aku ziarah ya kemakam Ibu sama bapak." Pinta Dinda.

"Iya. Aku juga mau minta doa restu sama ibu-bapak buat menikahi kamu." Ucap Rizky sambil mencium kening Dinda begitu lama.

***

KEMBALI [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang