🥀Tujuh Belas

1.1K 126 14
                                        

Heyyyy, heyyy... Hari ini cerita KEMBALI dinext lagi, cepetkan.. So, selamat membaca semuanyaaaa semoga nggak pada bosen yah buat nunggu ceritaaa ini...

▪▪▪

Mike mengunjungi rumah Dinda, namun saat ia sudah tiba disana. Ia tak menemukan keberadaan Dinda dan Ken, malahan rumah mereka dikunci. Ia berusaha menelpon Dinda, namun hanya suara operator yang ia dengar. “Sebenarnya kamu dimana..” ucap Mike frustasi.

Sungguh, ia mengkhawatirkan keberadaan Dinda dan Ken, yang entah sekarang ada dimana. Ia memang belum mengatakan bahwa ia akan datang kerumah Dinda, tadinya ia ingin memberikan kejutan atas kedatangannya disini. Namun ternyata, mereka tidak ada dirumah, apa mereka sedang keluar. Tapi Dinda selalu mengatakan kemana pun ia akan pergi tapi sekarang ia belum mendapatkan kabar dari calon istrinya itu, padahal ia ingin membicarakan tentang acara lamaran yang akan dipercepat dari rencana awalnya. Tadinya rencana awal lamarannya akan diadakan sekitar 5 bulan lagi, tapi rencana itu akan dipercepat sekitar 2 bulan dari sekarang.

Orang tuanya berpendapat bahwa waktu 5 bulan adalah waktu yang terlalu lama. Makanya orang tuanya mempercepat acara lamarannya.

Ada pesan masuk dari ibunya, dengan cepat ia membuka pesan dari sang ibu.

Mama▪

Kamu udah ketemu sama Dinda belum Mike?

▪Mike▪

Belum. Ma, malahan Dinda nggak ada dirumah. Aku nggak tau mereka kemana. Padahal Dinda selalu ngabarin aku kalo mau pergi kemana pun tapi sekarang dia nggak ngabarin aku.

▪Mama▪

Mungkin dia pergi sama temennya. Mike..

▪Mike▪

Mungkin. Padahal aku udah kangen sama mereka.

▪Mama▪

Pulang dulu Mike. Kamu harus ganti baju dulu masa pulang kerja langsung kerumah calon menantu. Nanti kalo udah ganti baju sama mandi kamu kesana lagi..

▪Mike▪

Iya Ma, Aku pulang. Setelah itu aku mau kerumah Dinda lagi...

▪Mama▪

Iya.

Mike menghela nafasnya, ia memutuskan akan pulang kerumah dulu, setelah ganti baju dan mandi. Ia akan mengunjungi rumah Dinda lagi.

.

.

.

Mubarak bertemu dengan kedua orang tua Mici disebuah restaurant bintang 5,  ia kesini ingin membicarakan menyangkut pernikahan antara Rizky dan Mici.

“Pak Mubarak. Apa kabar?” tanya Bram—ayahnya Mici. Mubarak tersenyum dan menjabat tangan Bram.

“Baik. Bagaimana kabarmu?”

Bram tersenyum. “Seperti yang kau lihat sekarang aku baik-baik saja.”

“Mici bagaimana kabarmu?” tanya Mubarak kearah Mici.

KEMBALI [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang