Tok..
Tok..
Tok..
Nesia mengetuk pintu rumah Dinda, yah mumpung hari ini ia libur bekerja dan ia pun memilih untuk mengunjungi rumah sahabatnya dan tentunya ia sangat-sangat merindukan sibocah kecil dan menggemaskan itu.
Pintu rumah terbuka menampilkan Dinda yang terlihat berantakan dengan mata yang sembab—membengkak. “Kamu kenapa?” Tanya Nesia sambil menyentuh bahu Dinda.
“A—aku nggak kenapa-kenapa kok!” jawab Dinda dengan tersenyum masam.
Nesia tau bahwa Dinda kali ini tengah berbohong. Ia yakin Dinda sedang membunyikan sesuatu darinya. “Kamu nggak perlu berbohong denganku. Kamu tau kan kita ini sahabatan, kamu nggak perlu sungkan untuk berbagi masalahmu denganku. Kita ini keluarga.” ucap Nesia membuat tubuh Dinda bergetar dan menangis kembali dihadapan Nesia.
Nesia masuk kedalam rumah Dinda tak lupa menutupnya. “Kamu kenapa?” Nesia menyentuh kedua bahu Dinda.
“Jawab Dinda. Jangan buat aku khawatir” tegas Nesia. Dinda hanya menangis sambil memeluk tubuh sahabatnya, ia butuh seseorang sekarang dan kebetulan Nesia sudah ada disini.
“Ri—Rizky..” cicitnya sambil meangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Kenapa dengan pria itu, apa dia kembali menyakitimu.” Nesia menyentuh tangan Dinda. “Bilang sama aku Din, apa pria itu berbuat jahat sama kamu.”
“Bilang Dinda..” sungguh bila mendengar nama pria itu membuat emosinya meningkat.
Dinda mulai membuka tangkupan kedua tangannya. “Bukan, dia tidak menyakitiku tapi beberapa hari lalu dia menelponku dan dia bilang jika dia mencintaiku..hiks..” ada jeda. “Aku bingung sekarang, apa aku harus mempercayainya atau tidak..” ucap Dinda dengan suara paraunya.
Sedangkan Nesia hanya bisa membulatkan matanya, sungguh ia sangat kaget mendengarnya. 'Sebenarnya apa yang sebenarnya yang direncanakan Rizky! Apa dia akan menyakiti sahabatku lagi, cih.. jangan harap pria itu bisa menyakiti Dinda, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.' gerutu Nesia dalam hati.
“Apa yang harus kulakukan sekarang Nes?” tanya Dinda meminta saran pada sahabatnya.
“Jangan terlalu percaya dengan ucapan pria itu, bisa sajakan Rizky hanya ingin berbuat jahat padamu, aku tak ingin hal itu terjadi. Apa kau lupa dengan perbuatannya dulu kepadamu, apa kau tak ingat semua cacian, makaian dan perkataan kasarnya!”
“Apa kamu masih mencintainya?” tanya Nesia membuat Dinda memalingkan wajahnya dari penglihatan Nesia. Rasanya ia belum siap jika Nesia akan membaca raut wajahnya. “Hmm, aku tau kau masih mencintainya!” ujar Nesia membuat Dinda menoleh.
“Tapi bisakah kamu buka hatimu untuk pria lain diluar sana, ada banyak pria yang menginginkanmu. Kamu ini sangat cantik, pasti pria diluaran sana bisa mencintaimu dan menerimamu apa adanya, yang perlu kamu lakukan saat ini kamu harus bisa move on dan melupakan bayang-bayang Rizky dari kehidupanmu. Kamu berhak bahagia Dinda..”
Nesia menghembuskan nafasnya. “Coba kamu lupakan dia. Ini demi kebaikanmu, demi Ken juga, anakmu butuh kasih sayang seorang ayah bukan hanya kasih sayang dari ibunya saja. Kamu harus memikirkan itu.”
Dinda terdiam dan mencerna apa yang dikatakan Nesia—ada benarnya juga. ia harus bisa melupakan Rizky dan membuka hatinya untuk Mike. Mulai sekarang.. ia akan memantapkan hatinya dan akan berusaha mencintai Mike.
“Baiklah, aku akan berusaha melupakan dia..” Dinda menghapus air matanya dan tersenyum manis membuat Nesia tersenyum melihat perubahan suasana hati yang mulai membaik. “Syukurlah” ucap Nesia dengan tersenyum lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
KEMBALI [END]
RomanceRank# [19092018] # 1 in Dindakirana. [23092018]# 3 in Rizkynazar. [20082019] # 2 in Rizkynda. [26082019] # 3 in Kembali. [❤RIZKYNDA❤] * * * Rizky menyesali perbuatan ya dulu yang berbuat kasar pada sang istri, ia sadar perbuatan nya dulu sangat f...
![KEMBALI [END]](https://img.wattpad.com/cover/161334227-64-k646601.jpg)