25. PERGI & TEMU

1.9K 296 2
                                        

Tepat pukul 20.00, Garis berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Sesekali ekor matanya bergerak, melirik Lintang sekilas. Gadis itu sudah tertidur lelap dengan selimut yang membalutnya sampai leher.

“Bara gak boleh bocorin rahasia ini ke Lintang. Gue gak mau hubungan gue sama Lintang hancur,” Garis bergumam takut.

Suara ketukan pintu terdengar keras, membuat Garis bergerak gusar di tempatnya. Cowok itu berdecak, pikirannya mulai berkecamuk, ia takut. Takut itu adalah Bara.

Dari pada membuang waktu, Garis buru-buru keluar kamar. Menuruni anak tangga dan berjalan kearah pintu. Dengan gemetar, Garis membuka kenop pintu, dan benar saja, Bara lah yang datang.

“Hai, Bang,” sapa Bara dengan senyum miringnya.

“Ngapain lo kesini?” Garis menatap Bara tajam.

“Mau ketemu Lintang, mau bongkar rahasia kita,” ujar Bara dengan enteng. Cowok itu bersedekap dada, “kalo gue gak bisa memiliki Lintang, maka lo juga gak boleh memiliki dia. Adil, ‘kan?”

Garis mengepalkan tangannya kuat, ingin rasanya melayangkan bogeman pada Bara saat ini juga. Namun, Garis sadar akan kondisinya, ia masih belum sehat sepenuhnya, luka kemarin masih berbekas dan basah.

“Dimana Lintang?” tanya Bara, sebari menerobos masuk ke dalam.

“Sial, Bara pergi dari sini!” Garis menarik jaket belakang Bara, sukses membuat langkah cowok itu terhenti.

“Lepas Bang! Kita harus bongkar ini ke Lintang!” sarkas Bara menepis tangan Garis.

“Lintang lagi tidur bodoh, jangan ganggu istri gue, ngerti?”

Bara berdecak, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Gue gak peduli. Gue pengen Lintang tahu rahasia ini malam ini juga,” kekeuhnya.

Bara kembali melangkahkan kakinya, berniat ingin naik tangga namun dengan sigap dan dengan gerakan secepat kilat Garis kembali menarik jaketnya.

“KELUAR BODOH!” usir Garis sebari menyeret Bara dengan susah payah.

“LEPAS BANG!” pekik Bara sebari menendang dengan beringas perut Garis, sukses membuat cowok itu terhuyung ke belakang.

Saat Garis lengah, Bara buru-buru mempercepat tempo langkahnya menaiki anak tangga berniat ke kamar Lintang.

“BARA! BERHENTI!” teriak Garis sebari berlari mengejar di belakang.

Mendengar adanya sedikit keributan, Lintang yang masih menutup mata akhirnya mengerjap dan bergerak bangun. Lintang membuka selimut yang membalutnya, sambil sesekali menguap gadis itu perlahan melangkahkan kakinya berniat mengecek keluar kamar.

“LINTANG! LINTANG!” Bara berteriak kencang hingga urat lehernya terlihat jelas.

“Bara?” gumam Lintang saat mendengar suara cowok yang tak asing lagi di telinganya. Dengan gerakan secepat kilat, Lintang keluar kamar.

Lintang tercengang tak percaya saat ia membuka pintu mendapati Bara tengah berkeliaran di dalam rumahnya. Gadis itu tercengang bukan karena Bara, tapi juga karena Garis yang berlari mengejar Bara dan sesekali memitingnya menyeretnya pergi.

“Bara! Kak Garis!” Lintang berteriak di ambang pintu, dan sukses membuat kedua cowok yang merasa terpanggil itu menoleh.

Bara tersenyum lebar, seolah menemukan titik terang dalam hidupnya. Ia berlari kearah Lintang, disusul Garis di belakangnya.
Lintang menatap Bara dengan tatapan terheran-heran.

“Ngapain Bara ada di rumah Lintang? Mau bikin Kak Garis babak belur lagi?” tuduhnya saat Bara sudah sampai di hadapan.

“Bukan, tapi gue mau bocorkan rahasia Garis,” timpal Bara cepat.

Garis Lintang [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang