28. BARA MUNDUR

1.9K 316 14
                                        

Suasana tenang di SMA Mars tiba-tiba saja ricuh saat mendapati mobil milik Siska dengan seenak jidat memasuki area lapangan sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana tenang di SMA Mars tiba-tiba saja ricuh saat mendapati mobil milik Siska dengan seenak jidat memasuki area lapangan sekolah. Ini merupakan hal aneh dan baru terjadi, ada mobil murid masuk ke dalam lapangan sekolah. Sontak, membuat kerumunan bergerombol melihat ke arah lapangan.

Lintang memejamkan matanya, tak kuasa melihat dimana ia sekarang ini. Sementara itu, Siska buru-buru turun, ia tergelak senang karena sekarang semua mata sudah tertuju dan fokus padanya.

"Jangan bawa Lintang keluar dulu, gue mau umumkan dulu ke yang lain," ucap Siska sebari sedikit membungkukkan badannya agar Clara dan Dinda mendengar.

"Oke," balas Clara mengerti.

"SELAMAT SIANG SEMUANYA!" Siska berteriak lantang dengan mata yang sudah menyapu ke sekelilingnya.

Sapaan Siska sukses menuai sahutan dari hampir seluruh murid yang menonton itu. Tak banyak juga, sudah mulai ada yang mengabadikan momen langka itu ke dalam ponsel.

"Teman-teman semua, hari ini gue punya kejutan buat kalian." Siska tersenyum lebar, membuat para murid bersorak riuh.

"KEJUTANNYA APA SIS?" teriakan dari Satria yang berada di lantai 2 bersama anggota PASMARS lainnya, membuat atensi Siska teralih padanya.

"Sabar, gue pengen ada Garis sama Bara disini. Dimana mereka berdua?" ujar Siska bertanya pada semua murid yang ada disana.

"KITA DISINI!" teriak Garis dan Bara yang tiba-tiba saja datang memasuki lapangan. Keduanya berdiri, di bibir lapangan dengan wajah keheranan.

Siska tersenyum lebar merasa sangat puas karena sebentar lagi, rahasia terbesar Lintang akan terbongkar dan akan membuat satu sekolah gempar. Tak lama, Siska kembali berjalan ke arah mobilnya. Membuka pintu mobil bagian belakang, berusaha menarik tangan Lintang agar gadis itu keluar.

"Keluar cupu! Cepet!" suruh Siska keras.

"Enggak, Kak! Aku enggak mau, aku mohon, aku malu Kak," ujar Lintang dengan isak tangis yang sudah tak bisa dibendung lagi.

Siska berdecak kesal. "Tarik Din, Cla, kita seret dia bareng-bareng biar keluar!" perintahnya pada kedua temannya itu.

Clara langsung keluar mobil, berjalan kearah pintu mobil bagian belakang, ikut menarik tubuh Lintang yang sangat keras tidak mau keluar. Lamanya momen itu, menimbulkan tanda tanya dari semua murid. Mereka benar-benar tak tahu dan tak mengerti dengan apa yang tengah Siska lakukan sekarang ini.

"Siska ngapain sih, Bang?" Bara menoleh ke arah samping, pada Garis.

Garis balas menghendikan bahu. "Mana gue tau," katanya cuek.

"Keluar! Ayo keluar cupu!" desak Siska namun Lintang tetap pada tempatnya.

Habis kesabaran, akhirnya Siska melepaskan cekalan tangannya dari tangan Lintang. Matanya kembali tertuju ke segala penjuru sekolah, lalu terhenti pada Bara dan Garis yang tengah berdiri di bibir lapangan.

Garis Lintang [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang