4. DIA KEMBALI

2.4K 412 55
                                        

Hari-hari berlalu, berganti dengan Minggu dan tanpa terasa berarak hingga bulan. Kehidupan berlalu dengan semestinya, ketidakhadiran seorang Lintang Amoza di SMA Mars sama sekali tidak berpengaruh apa pun. Mereka tidak sama sekali, kepo. Tidak ada yang berminat mengulik lebih dalam kenapa gadis cupu itu menghilang hampir dua bulan seperti ini.

Lain dengan Ipeh dan Elsa yang setiap harinya, menabung rasa rindu pada gadis itu.  Jangan tanyakan bagaimana Lintang sekarang. Tinggal di Korea hampir 2 bulan memberikan ia banyak perubahan. Selama hampir 2 bulan belakangan ini, Lintang melakukan perawatan rutin di klinik kecantikan terbaik di kota Seoul. Kini ia sudah berubah, tidak ada lagi Lintang yang kucel, tak terurus, dan beruntusan.

Hampir sempurna.

Mungkin itu yang cocok untuk mendeskripsikan Lintang. Belum sepenuhnya waktu dua bulan, perubahan drastis sudah terjadi padanya. Lintang kini pandai berdandan, berpenampilan sedikit up to date menjadikan dirinya tidak lagi terbelakang.

"Lin ...." Panggilan dari Vena, membuat Lintang yang kini tengah memoles wajahnya dengan bedak, menoleh ke sumber suara. Di ambang pintu, Vena kini berdiri.

"Iya, Mah?"

"Udah siap pulang?"

"Udah." Lintang menjawab sambil tersenyum. Gadis itu langsung beranjak, merapikan make up yang berjejer di meja riasnya dan merapikannya ke satu tas khusus.

Setelah semua itu selesai, Lintang menarik kopernya. Kini hari terakhir dirinya di Korea, Lintang akan pulang. Lebih cepat dari perkataan dirinya sebelumnya.

Seoul, aku pulang. Terima kasih, untuk kenangannya batin Lintang.
Gadis itu menutup pintu kamar apartemennya. Mungkin, Lintang akan merindukan untuk sekedar singgah di negeri ginseng ini.

🖤🖤🖤

Jakarta, Indonesia

Setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam lamanya. Akhirnya, Lintang berhasil mendaratkan dirinya ke tanah kelahirannya. Setelah kembali pulang ke rumah, Ardi langsung menyambut kedatangan anak gadisnya dengan sebuah pelukan hangat.

"Lintang kangen Papah." Gadis itu mengeratkan pelukannya.

"Papa juga, pangling banget papa liat kamu, Nak." Ardi melerai pelukannya, merangkum wajah Lintang sambil mengelusnya penuh sayang.

Ardi benar-benar terperangah takjub dengan perubahan Lintang, anak gadisnya kini berubah.

"Kamu cantik kayak mama kamu," ujar Ardi.

Lintang tertawa kecil. "Ternyata cantik butuh proses ya, Pah. Plus, butuh uang juga."

"Iya Lin—"

"Lintang ayo masuk, istirahat. Ayo!" Vena berjalan melalui Ardi dan Lintang.

Tanpa mau menoleh pada sang suami, Vena menarik paksa Lintang dan membawanya masuk.

"Mah, besok aku mau sekolah ya?" tanya Lintang di sela-sela langkahnya.

"Iya Lin," jawab Vena tanpa menoleh.

🖤🖤🖤

Pagi ini, SMA Mars gempar karena kedatangan seorang gadis yang konon katanya cantik seperti bidadari. Rambut diombre pirang dengan bentuk di curly, bulu mata melentik, wajah serta badannya putih bak pualam. Dengan salah satu jepitan berbentuk bunga matahari yang menjepit beberapa helai rambutnya, gadis itu melangkahkan kakinya melewati lapangan sekolah yang kini sesak mengerumuninya.

LINTANG AMOZA

Dia, Lintang. Gadis itu sengaja menunjukkan bet seragamnya, dan itu sukses membuat semua orang yang membacanya terperangah antara percaya dan tidak percaya bahwa gadis bak bidadari itu ternyata Lintang.

Garis Lintang [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang