🔞🔞🔞🔞🔞
Aku berjanji untuk selalu setia pada satu pria.. Namun semua itu sirna ketika sesosok pria lain hadir dimana kekasihku dan pria tersebut adalah kakak beradik.. Ingin aku melepas keduanya.. Namun ibu dari kedua pria tersebut meminta deng...
Kalo suka di vote.. Alias klik bintang.. Sama kasih komentar biar authornya makin semangat
🌿
Aku terdiam menatap Ludwig dengan tajam.
Bagaimana bisa dia mengatakan kebohongan itu?? Demi apa dia melakukan ini semua?
Rebecca berdiri lalu tangannya seketika dihempas untuk menamparku, tapi dengan cepat Ludwig memegang tangannya menahan agar tamaparan itu tak mengenai pipiku.
"Kalau kau ingin menampar, tampar saja aku bukan dia, dia tidak bersalah.. Aku yang bersalah.. Bec"
Rebecca lalu menarik tangannya dari pegangan Ludwig lalu menampar Ludwig dengan keras..aku terpekik melihatnya.
Kenapa Ludwig menerima tamparan itu? Dan ia melindungiku?? Aku makin tak paham..
Rebecca kemudian pergi meninggalkan kami dengan kesal.. terlihat Ludwig mengusap pipinya dan ujung bibirnya lalu tersenyum sinis.
"Tuan.. Anda tidak apa-apa? " aku terlihat sangat mengkhawatirkannya
"Harusnya aku yang bertanya..kamu tak apa?? "
"Hmm.. Saya baik-baik saja tuan.. Saya mengkhawatirkan anda.. "
"Oya?? Kenapa?? "
"Karena anda ditampar oleh nona Rebecca"
"Haha..hanya hal kecil.. dan harusnya kau juga menamparku karena kebohongan ini.. Kenapa kau diam?? Karena aku bosmu, jadi kau tidak berani?? "
"Yaa mungkin itu salah satunya tuan. Tapi saya tak sekejam itu.. " jawabku lirih dan tertunduk
"Kau tak sekejam itu?? Benarkah?? Lalu apa namanya makian di bawah guyuran hujan?? Dan menendang pria asing lalu meninggalkannya saat dia kesakitan??"
Mampussss laahhhh aku ini. aku seketika mengerutuki diri sendiri dalam hati dan panik
"Hahaha..seharian aku kejam padamu dan inilah pembalasanku..kau paham??aku pura-pura lupa akan kejadian waktu itu agar kamu merasa biasa saja, karena aku tahu kamu sudah salah tingkah didepanku "
"Hmm..tuan sekali lagi saya minta maaf"
"Dan seharusnya aku yang minta maaf juga.maaf untuk waktu itu, aku tak tahu kalau saat itu kau bersiap akan melamar pekerjaan di kantorku"
"Bagaimana anda tau?? "
Ludwig mengambil hp nya dan terlihat ia mengetik sesuatu.
"Cek hp mu"
Aku melihat notif tinder, dari Max
"Aku ada dihadapanmu"
Aku makin terbelalak.. Kaget dan bingung mau bilang apa.. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa manusia yang ada di depanku adalah Max
Max menatap tajam ke arahku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.