Extra Part. 5

4.3K 151 16
                                        

Jangan bahagia jika kamu di posisikan hanya sebagai Rutinitas
Namun berbahagialah jika kamu di posisikan sebagai Prioritas oleh kekasihmu..

Rutinitas & Prioritas itu beda!

🌿

"Ava..listen to me Ava.. Aku ga ada hubungan lagi sama dia?! Dia masa lalu aku..dan sekarang kamu adalah masa depanku.." kata Roy sambil berjalan masuk mengikuti langkah Ava yang tertatih.

"Roy..aku tidak mengerti kenapa jalan kita terlalu sulit, apakah kita memang ditakdirkan tidak bersama??"

"No way!! Bullshitt lah sama yang dinamakan takdir!! Yang jelas adalah aku dan kamu, kita! Bukan orang lain atau takdir!"

"Tapi aku berpikir realistis Roy! Bahkan sekarang kak Siska datang dengan membawa ketulusan perasaannya, mantan itu membekas Roy! Kamu saat ini mungkin mengelak, tapi rasa itu mungkin masih ada meski sedikit"

"Ga usah bawa-bawa kata ketulusan! Sekarang aku tanya sama kamu..kamu tulus ga sayang sama aku! Kamu cinta ga? sayang ga ke aku!"

"Sayang... Aku cinta"

"Lalu apa kau pikir perasaanku ini hanya main-main jika kamu memiliki ketulusan itu?? Aku rela kamu berbagi hati denganku dan kakak!? Apa perasaanku ga tulus buatmu ha?? Masih kurang??"

Max yang datang dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua kemudian terhenti dipintu masuk, kakinya tertahan tak bergeming. Ia tahu ini bukan saat yang tepat untuk masuk, ia harus menunggu saat yang tepat. Tapi ia ragu, apakah ia kuat mendengar kata-kata selanjutnya.

"Bukan begitu maksudku Roy, aku tahu kau tulus tapi aku takut kau akan meninggalkanku dan memilih orang lain..aku hanya ingin semua kembali seperti semula, aku menyukaimu dan Max..akupun juga tak dapat membayangkan jika kamu dan Max harus berbagi hati dengan yang lain, meski posisiku juga sangat egois bagi kalian!" Ava menangis sesenggukan, membuat hati Roy luluh lantak. Dengan lembut Roy memeluk tubuh Ava.

"Satu yang harus kamu tahu, hatiku ini buat kamu Va..satu-satunya wanita yang aku mau ya kamu, bukan wanita dari masa lalu aku..paham??" Roy memeluk tubuh Ava dan mendekapnya erat, ia mengelus rambut Ava yang panjang.

Max mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar lalu berjalan pergi meninggalkan Rumah Sakit. Ia menuju ke salah satu bar yang biasa ia datangi ketika sedang penat.

"Hai dude..lama tak kemari? Masih hidup ternyata..aku pikir kamu dah mati hahaha" sapa Fly sang bartender.

"Anjing lu..hahaha..masih hidup lah" Max duduk dikursi depan meja bar.

"Kamu lagi ada masalah??"

"Hmmm... Ya bisa dibilang begitu, dan lagi juga banyak kerjaan soo ini berlipat - lipat pusingnya."

"Mau minum yang biasa?? Apa tequilla??haaha"

"Anjir ..kamu pikir aku cewek?? Hahaha minta mati nih kayaknya."

"Hahaha kalem bos..tenang..nih jimbeam, habisin sepuasmu hari ini aku agak berhati baik" Fly menyodorkan segelas jimbeam digelas old fashion dan sebotol jimbeam

"Thank bro..huffttt"

"Share with me what's your problem dude, meski mungkin aku ga bisa kasih solusi tapi mungkin kamu lebih butuh temen ngobrol saat ini"

PoliandriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang