Chapter 19

2.3K 317 12
                                        

Beberapa waktu kemudian (Y/n) dan Harry meninggalkan ruang ganti, untukmengembalikan Nimbus Dua Ribu mereka ke dalam ruang penyimpanan sapu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa waktu kemudian (Y/n) dan Harry meninggalkan ruang ganti, untukmengembalikan Nimbus Dua Ribu mereka ke dalam ruang penyimpanan sapu. Dari wajah mereka, mereka tampak sangat senang.

Mereka benar-benar telah melakukan sesuatu yang bisa dibanggakansekarang— tak seorang pun bisa mengatakan bahwa mereka cuma sekadar namanya saja yang terkenal. Udaramalam belum pernah seharum ini. 

Mereka melangkah di atas rumput lembap, mengenangkembali kejadian satu jam terakhir ini. Kilasan yang membahagiakan: anak-anak Gryffindorberlarian mendekat untuk mengangkatnya ke atas bahu mereka; Ron dan Hermione dikejauhan, melonjak-lonjak kegirangan.

Ron bersorak walaupun hidungnya berdarah. Keduanya telah tiba di kamar sapu. Harry bersandar di pintu kayu dan mendongak menatapHogwarts, sementara (Y/n) berdiri disebelahnya. Dengan jendela-jendelanya yang berkilau merah tertimpa cahaya matahariterbenam.

Gryffindor memimpin. Mereka terutama Harry telah berhasil, dia telah membuktikan kepada Snape...Dan ngomong-ngomong tentang Snape...Sesosok tubuh berkerudung menuruni undakan depan kastil dengan cepat.

Jelas takingin dilihat orang, dia berjalan secepat mungkin menuju ke Hutan Terlarang. Kemenanganmemudar dari benak Harry saat dia mengawasi sosok itu. Dia mengenali gaya jalannya.

Snape, sembunyi-sembunyi ke dalam Hutan ketika yang lain sedang makan malam—apayang sedang terjadi sebetulnya?Harry memberi kode pada (Y/n) lalu melompat ke atas Nimbus Dua Ribu dan terbang. Melayang diam-diam diatas kastil, dia melihat Snape berlari memasuki Hutan.

Dia membuntuti.Pepohonan begitu lebat sehingga dia tidak bisa melihat ke mana Snape. (Y/n) yang khawatir pada sahabatnya langsung ikut terbang di sebelah Harry. Harry terbangberputar-putar, makin lama makin rendah, menyentuh ranting-ranting atas pepohonan,sampai dia mendengar suara-suara.

Mereka meluncur ke arah suara-suara itu dan mendarattanpa bunyi di pohon beech besar di dekatnya.Hati-hati mereka merambat di salah satu dahan, memegang sapunya erat-erat, mencobamengintip melalui celah-celah dedaunan.

Di bawah, di tempat terbuka yang teduh, Snape berdiri, tetapi dia tidak sendirian.Quirrell juga ada di sana. (Y/n) tidak bisa melihat ekspresi wajahnya dengan jelas, tetapi diatergagap lebih parah daripada biasanya. (Y/n) berusaha keras menangkap apa yang merekabicarakan.

"... tid-tidak tahu kenapa kau m-m-mau b-bertemu di sini, Severus..."

"Oh, kupikir kita harus merahasiakan ini," kata Snape, suaranya dingin.

"Murid-muridkan tidak boleh tahu tentang Batu Bertuah." Harry membungkuk ke depan, diikuti oleh (y/n) yang mendekatkan telinga. Quirrell menggumamkan sesuatu. Snape menyelanya.

"Apa kau sudah menemukancara bagaimana bisa melewati binatang piaraan Hagrid itu?"

"T-t-tapi, Severus, aku..."

"Kau tak ingin aku jadi musuhmu, kan, Quirrell," kata Snape, maju ke depan satulangkah.

"A-aku t-tak tahu apa..."

𝑡ℎ𝑒 𝑒𝑥𝑡𝑟𝑎𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑟𝑦 𝑤𝑖𝑡𝑐ℎ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang