BAB 15

602 52 29
                                        

Ric disibukan dengan rapat perusahaan dari pagi sampai jam istirahat tiba. Ketika menikmati lunch di Santaria Resto bersama sekretarisnya, ia bertemu dengan Danan. Langsung saja Ric menyapa Danan dan kakak lelaki Marine tersebut membalas sapaan Ric. "Gimana Ric perusahaan?"

Ric mengangguk. "Lancar, Nan. Lo makan di sini?"

"Habis ada rapat." jawab Danan.

Ric dan Danan sudah berteman akrab dari jenjang SMA. "Gue boleh bicara sama lo?" tanya Ric dengan hati - hati.

"Tentang Marine?"

"Iya." jawab Ric.

Danan menganggukkan kepalanya. "Lo pesen aja VIP room. Lebih baik kita bicara di sana."

"Oke."

Setelah selesai memesan VIP room, Ric pun mengajak Danan untuk makan siang bersama di sana sambil membahas masalah Marine. "Gue masih kesel sama lo yang asal culik adik gue. Gara - gara lo hubungan dia sama pacarnya merenggang." ucap Danan.

"Mereka putus?"

"Mungkin, udah gak pernah apel ke rumah."

"Nan."

"Apa?" ucap Danan sembari memotong daging steak.

"Marine hamil."

Danan seketika batal menyuapkan daging steak ke mulutnya. "Lo apain adik gue Ric?" ucap Danan dengan nada marah dan ekspresi wajah terkejut.

"Lo tau kan apa yang biasanya terjadi antara lelaki dan seorang wanita." ucap Ric hati - hati.

"Kalau lo bukan sahabat gue. Habis bonyok lo di sini." geram Danan.

"Maafin gue, Nan. Gue tanggung jawab atas Marine dan anak gue. Gue minta restu lo sekarang."

Danan menghela napasnya. "Pantes ya adik gue gak mau kerja. Males - malesan di rumah dengan banyak alesan."

"Lo restuin kan Nan?"

"Apa?" ucap Danan dengan wajah tak bersahabat.

"Gue nikahin adik lo."

"Adik gue hamil berapa bulan?"

"6 bulan. 2 minggu lagi 7 bulan."

Danan kembali terkejut luar biasa. "Gila lo Ric!" ucap Danan sembari mengusap wajahnya.

"Nan, please jangan marah ke Marine ini salah gu..."

"Jelas ini salah lo Ric! Lo perkosa pas lo culik kan?!" marah Danan.

"Iya. Gue akan nikahin adik lo."

"Gila lo Ric! Perjuangin cinta itu gak harus main perkosa. Sekarang adik gue bunting. Gue tau lo tanpa disuruh pun akan mau tanggung jawab nikahin Marine. Tapi cara lo salah Ric." ucap Danan dengan nada frustasi.

"Gue minta maaf sama lo."

"Gue udah gak bisa ngomong apa Ric. Kalau lo mau nikahin adik gue. Gue kasih restu. Asal lo harus jagain adik gue. Bersedia lo tinggalin kebiasaan tidur bareng pelacur. Bahkan jangan libatin adik gue dalam penjualan narkoba kelas kakap lo. Sekalipun gue tonjok lo berkali - kali di sini. Nasi udah jadi bubur. Adik gue udah hamil bentar lagi lahiran. Gue tonjok lo tangan gue sakit sia - sia. Sekarang lo harus pertanggungjawabkan semua yang udah lo perbuat. Lo juga harus buat mama papa gue bertekuk lutut dan akhirnya restuin lo sama adik gue." ucap Danan dengan berusaha tegar. Walau jujur hatinya merasa kecewa saat ini.

"Makasih Danan. Gue akan jaga Marine sebaik mungkin dan gue gak akan selingkuhin dia. Gue bersumpah demi Tuhan." jawab Ric dengan mantap.

..................

Marine of SeaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang