BAB 3

859 62 30
                                        

Dona menghampiri Marine yang tengah duduk di meja makan dan menikmati sarapan. "Marine, apa selesai wisuda kamu sempat bertemu Ric?" tanya Dona seraya duduk di samping anaknya.

"Oh jadi namanya Ric ya?" ucap Marine seraya mengoles selai ke lembar roti yang kedua.

"Iya." balas Dona dengan raut wajah malas. Karena ia sangat membenci Ric.

"Iya aku ketemu dia, mah. Dia kasih aku buket bunga, tapi aku enggak terima." jelas Marine.

"Terus dia ada bilang apa lagi?" tanya Dona dengan raut wajah penasaran.

"Iya gitu gitu aja. Dia ngotot mau aku menikah sama dia. Tapi aku juga menolak dengan tegas." jelas Marine yang kini mulai menikmati roti selainya.

Dona nampak menghela napasnya. "Mama enggak mau kamu berbicara hanya berdua saja sama dia. Dia itu penjahat yang sewaktu - waktu pasti bisa berbuat kejahatan sama kamu." jelasnya.

Marine menatap ke arah sang mama. "Mama enggak usah khawatir. Marine bisa jaga diri kok. Oh ya mah, aku 'kan baru melamar magang di Firma Hukum Firmansyah. Doain ya semoga keterima." ucap Marine.

Dona tersenyum dan mengelus surai putrinya. "Mama selalu mendoakan agar karirmu lancar sayang."

............


Ric menghadiri acara kumpul teman - temannya semasa SMA di sebuah club malam terkenal. Pria itu datang sendiri tanpa ditemani Anissa. Senyum liciknya terukir saat ia bertemu dengan Dipa, kakak kandung Marine. "Lo sekarang tinggal di mana?" tanya Ric sesaat setelah menghampiri Dipa.

Dipa yang terkejut nampak hampir terlonjak dari kursinya. "Astaga Ericko! Gue kira siapa." ucapnya setelah berdiri dan memeluk Ric dengan erat.

"Gue tinggal di Jerman, Ric. Baru balik kemarin. Lo apa kabar?" ucap Dipa setelah melepaskan pelukannya.

"Gue baik. Tapi gagal terus buat jadi adik ipar lo." ucap Ric dengan sedikit tertawa.

Dipa tertawa mendengar ucapan Ric. "Gue juga enggak yakin punya ipar kayak lo." candanya.

Ric memukul pelan lengan Dipa. "Lo ya!"

"Mungkin lo butuh pendekatan yang lebih intens sama adik gue. Dia orangnya baik kok. Dia pasti bakalan suka sama lo kalau lo deketinnya dengan cara yang baik. Terutama kalau bisa lo berhenti main cewek. Adik gue masih menjaga kehormatannya. Itu yang buat dia enggak mau nikah sama lo." bisik Dipa.

Ric menghela napasnya. "Temenin gue di VIP room, Dip." bisiknya pada Dipa.

"Ok." balas Dipa.

Mereka akhirnya keluar dari kerumunan teman - teman SMA. Ric menghampir seorang pelayan dan mengutarakan keinginannya untuk memesan ruang VIP. Setelah semua proses pembayaran selesai, mereka pun masuk ke salah satu ruang VIP. "Gue cinta sama Marine, Dip. Gue serius mau jadiin dia istri gue." jelas Ric sesaat setelah mereka sampai di ruangan VIP.

Dipa tersenyum seraya mulai menyalakan rokoknya. "Adik gue lagi magang di Firma Hukum Firmansyah. Dia mau lanjut S2 tapi enggak dikasih sama mama papa gue. Katanya pengalaman dulu sebentar supaya tahu rasanya jadi pengacara sungguhan." jelas Dipa usai menghisap rokoknya.

"Iya gue udah tahu itu." balas Ric dengan santai. Ia juga ikut merokok seperti Dipa.

"Tahu dari mana lo? Hebat juga informan lo sampai ke informasi di rumah gue pun bocor." ucap Dipa.

"Ada lah pokoknya. Lo enggak harus tahu." ucap Ric.

"Kakek gue jodohin lo sama Marine kan berawal dari lo yang suka ngecengin adik gue sampai nangis. Karena kakek gue gemes lihat Marine yang nangis kejer gara - gara lo, akhirnya pas habis rapat bisnis sama papi lo. Mereka sepakat buat jodohin lo sama Marine." ucap Dipa yang nampak tertawa mengingat kejadian lucu di masa lalu.

Marine of SeaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang