Marine merasa bahagia dan bangga karena akhirnya ia telah diwisuda sebagai Sarjana Hukum. Rencananya ia akan melanjutkan S2 dijurusan yang sama. Namun kedua orang tuanya menginginkan dirinya untuk mengambil pengalaman sebentar di salah satu firma hukum yang tengah mencari fresh graduate. Ketika tengah berfoto di pelataran hotel setelah acara wisuda selesai. Mata Marine melihat seorang pria berpostur tinggi besar dengan setelan jas rapi menatapnya lekat dari kejauhan. "Apa jangan - jangan itu raksasa yang mama ceritakan beberapa hari yang lalu? Kenapa dia ke sini? Apa dia tahu bahwa sekarang adalah hari wisudaku?" ucap Marine di dalam hatinya.
Iya, pria yang menatap Marine adalah Ric. Dia datang ke acara wisuda Marine yang diselenggarakan di salah satu hotel miliknya. Ric menyumbangkan uangnya sebagai investasi di E Hotel Jakarta. Ric mengetahui semua rangkaian acara kelulusan Marine dengan mudahnya. Bahkan Ric membawakan Marine sebuah buket bunga sebagai hadiah. Dengan langkah tegas Ric menghampiri Marine yang berdiri sendiri menjauh dari kerumunan keluarga dan wisudawan/wisudawati lainnya.
"Selamat atas kelulusannya!" seru Ric seraya mendekati Marine.
Marine terdiam dan menatap Ric dengan tatapan waspada. "Anda siapa?" tanyanya.
"Mama kamu sudah menjelaskan siapa saya beberapa hari yang lalu." jelas Ric dengan santai.
Ia kemudian menyerahkan buket bunga pemberiannya pada Marine. Namun sayangnya Marine tidak mengambil buket bunga pemberian Ric. Gadis itu memilih melangkah mundur beberapa langkah. "Kamu yang dijodohkan dengan saya oleh kakek saya?" tanya Marine dengan hati - hati.
Ric tertawa ringan lalu menatap buket bunga pemberiannya yang tidak mau diterima oleh Marine. "Buket ini adalah hadiah untuk keberhasilanmu, Marine sayang. Kamu mau melanjutkan S2 Hukum? Baik, akan mas penuhi." ucapnya.
"Saya tidak akan mau menikah dengan anda! Track record anda terlalu buruk untuk saya yang masih gadis." ucap Marine dengan raut wajah sinis.
Ric tertawa setelah dihina sedemikian rupa oleh Marine. Namun ia tidak menampik bahwa dirinya buka pria lajang yang baik. Ia suka bergonta ganti pasangan dengan mudahnya. Dengan langkah santai ia menghapus jarak di antara dirinya dan Marine. "Setelah kita menikah, saya akan jadikan kamu satu - satunya yang saya miliki." ucap Ric yang kini sudah lebih dekat dengan Marine.
Marine menatap mata kelam Ric dengan tatapan tajam. "Pria seperti anda bukan tipe saya. Suka bergonta - ganti pasangan dengan mudahnya. Kakek saya mungkin belum tahu bagaimana tabiat buruk anda sehingga dengan mudahnya mengucapkan kata perjodohan."
Ric tertawa lalu mengusap pipi Marine. "Istriku memang menantang." bisiknya di telinga Marine.
Marine meremas kedua tangannya demi menahan emosinya yang sudah memuncak. "Saya akan lamar kamu malam ini. Tunggu kedatangan suamimu malam ini ya istriku." bisik Ric sekali lagi.
"Saya tidak akan pernah menerima lamaranmu! Perjodohan kakek saya dengan keluargamu itu sudah tidak berlaku!" kecam Marine sebelum meninggalkan Ric.
...........
Ucapan Ric bukan bualan semata. Tepat pukul 7 malam Ric mendatangi kediaman Marine bersama dengan kedua orang tuanya. Kedatangannya masih disambut Kansa dengan baik. Namun Dona nampak tidak suka dengan kedatangan keluarga Ric. Kansa berbincang akrab dengan Bram. Sedangkan Sekar nampak diam karena ia tahu Dona nampak tak berminat berbincang dengan dirinya. "Saya rasa mas Kansa tahu apa maksud saya datang ke mari bersama Ric dan istri saya, Sekar." ucap Bram yang nampak mulai serius dengan topik pembicaraannya.
Kansa nampak terdiam sejenak. "Maaf sebelumnya mas Bram. Putriku, Marine belum dapat menerima perjodohan ini. Sebaiknya kita sudahi saja perjodohan ini. Tanpa perjodohan ini pun bukan berarti keluarga kita bermusuhan, bukan?" ucapnya dengan hati - hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marine of Sea
RomanceMarine ternyata telah dijodohkan sejak lama dengan Ric. Pria yang nyatanya ditolak mentah - mentah oleh keluarga Marine.
