04. Connect Him

2.5K 582 85
                                        

"For some reason, I felt it had something to do with me

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"For some reason, I felt it had something to do with me."

🐻🐻🐻

Hari itu, Yeonjun jadi mampir ke rumah Vanya. Katanya biar sekalian sedikit belajar usai membeli beberapa paket buku kumpulan soal ujian, sebab mereka kini sudah menduduki bangku tingkat akhir.

"Bukankah ini aneh?"

Vanya menoleh, masih cukup disibukkan dengan kegiatannya mengeluarkan buku-buku tebal dari kantong plastik dan tasnya. "Ck, aneh apanya?"

Yeonjun ternyata masih sibuk menatap judul berita utama koran hari ini, tangannya reflek mengangkat koran itu dan menunjukkannya ke hadapan si gadis. "Kematian adik kelas kita ini. Masa bisa pas begitu—tepat di jam 12 malam, seperti sudah direncanakan saja."

"Mungkin memang direncanakan?" sahut Vanya acuh tak acuh, kembali fokus pada buku-bukunya. "Namanya juga pembunuhan, Jun."

"Tapi, 'kan ini bahaya, Van. Katanya pelakunya masih belum ketemu. Apa kau tidak khawatir nanti malam akan ada korban lagi?"

"Seperti kutukan saja?"

"Kan aku sudah bilang padamu. Ada misteri ramalan kematian di sekolah kita dan itu dimulai lagi tahun ini."

Vanya akhirnya berdecak malas. Harusnya gadis itu sudah biasa berhadapan dengan Yeonjun si pecinta misteri yang selalu menempel di sisinya selama dua tahun belakangan, tapi rasanya jika membahas itu sampai mengaitkannya dengan fenomena yang terjadi di dunia nyata agaknya mengganggu juga. "Woy, Jun. Kenapa jadi bahas misteri terus, sih? Kau di sini 'kan untuk belajar, bukan untuk membahas ini."

"Kan aku cuma membahasnya sedikit," jawab Yeonjun mengerucutkan bibir, mulai menyender ke sofa itu. Sibuk dengan pikirannya sendiri sampai dia mengajak bicara Vanya lagi, yang ternyata mengungkit soal kematian itu lagi. "Kau yakin tidak perlu membahasnya? Adikmu 'kan ada di kelas 2B yang terkena ramalan itu. Mana tahu Lee Daehwi ini—"

"Kalau kau akan membahas itu terus sampai nanti lebih baik kau angkat kaki dari sini, Jun." Vanya sudah mengangkat satu buku paket paling tebal tinggi-tinggi, sudah sangat siap untuk dia kibaskan ke kepala Yeonjun—yang beresiko membuat lelaki itu berakhir geger otak.

"Ampun!" Yeonjun melindungi kepala dengan dua tangan. "Tidak akan membahas itu lagi. Janji. Peace!"

Vanya akhirnya menghela napas. Memandang nanar pintu kamar adiknya yang sudah tertutup rapat di sana. Melirik ke Yeonjun sekilas sebelum beranjak. "Aku mau mengecek adikku dulu. Kau mau minum sesuatu, tidak?"

Yeonjun mengangguk kuat. "Jus strawberry seperti biasa."

"Oke, tunggu." Vanya berjalan ke arah dapur untuk menuangkan jus instan dari kulkas itu, dan mengantarkan cepat pada tamu rusuhnya hari ini. "Silahkan diminum," gumamnya singkat langsung melesat pergi menuju kamar Beomgyu dari sana.

[✓] NEVER ENDING STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang