"Y-yoon, aku mencintaimu. Aku mencintaimu sejak kita kita SHS." Ucap Jieun siang itu. Dengan tekat bulat berkata jujur pada Yoongi meskipun tak yakin jika Yoongi akan membalas perasaannya.
"Maaf tapi aku mencintai orang lain, Jieun." Jawab Yoongi datar seperti biasanya bahkan dengan santainya meminum americonya setelah itu.
Jieun tertawa miris lalu mendongkkan kepalanya menahan air mata yang sudah mengumpul dimatanya.
"Siapa?""Kim Taehyung."
Jieun kembali tertawa namun tak mampu lagi membendung tangisnya. Hatinya seakan teremat begitu kuat. Dia sudah berusaha mati-matian mengejar Yoongi namun justru si Kim Taehyung itu yang dengan mudahnya mendapatkan cinta Yoongi. Ini tidak adil.
"Apa tidak ada sedikit saja celah untukku? Biarkan aku berusaha menggantikannya. Aku pasti akan jauh lebih baik darinya." Ucap Jieun menatap Yoongi penuh harap.
"Ya memang kau lebih baik. Kau sengaja berpindah-pindah negara untuk mengikutiku kan? Aku juga sudah berusaha melupakan Taehyung namun hatiku masih miliknya. Bahkan perasaanku tidak pernah berubah sedikit pun padanya mungkin semakin bertambah. Ini gila namun itulah kenyataannya." Karena setiap menyentuh tuts pianonya, Yoongi seakan merasakan Taehyung. Disetiap melodi yang dia mainkan, seakan dia mendengar suara berat nan lembut milik Taehyung. Disetiap lirik yang dirangkainya, seakan dia berbicara dengan Taehyung.
"Jika kau tau seharusnya kau memberiku kesempatan! Aku Lee Jieun lebih lama bersamamu. Akulah yang lebih pantas untuk kau cintai!" Ujar Jieun penuh emosi dan penekanan ditiap kata. Bahkan dia tak peduli saat dirinya menyita atensi pengunjung lain di cafè itu.
"Tidak juga. Cinta tak bisa dikendalikan." Ucap Yoongi sebelum berpamitan meninggalkan Jieun yang begitu kacau.
🌿🌿🌿
Jungkook baru saja keluar dari kamar mandi tepat bersamaan bel apartemennya berbunyi.
"Siapa malam-malam berkunjung?" Gumam Jungkook sambil mengusak rambut basahnya dengan handuk kecil.
Dengan langkah malas Jungkook menuju pintu apartemennya yang ditekan brutal oleh seseorang. Sial padahal dia ingin segera menyusul Taehyung untuk tidur bersama.
Ceklek
"Jieun Noona." Gumam Jungkook sedikit kaget karena kedatangan Jieun dengan keadaan berantakan.
"Hai sayang----hik " Sapa Jieun lalu menatap Jungkook dari atas kebawah dan sialnya Jungkook hanya memakai boxer tanpa atasan.
"Aku baru sadar jika pacarku memiliki tubuh yang sangat seksi. Jadi bolehkan aku masuk----hik?" Lanjut Jieun yang kini telah bergelanjut manja ditubuh Jungkook bahkan dengan kurang ajarnya membelai perut sixpack Jungkook.
"Kau mabuk, Noona?" Tanya Jungkook saat mencium bau alkohol pada Jieun. Jungkook tentu tidak tega menyuruh Jieun pulang apalagi sudah hampir larut. Maka Jungkook memapah tubuh Jieun masuk kedalam apartemennya.
"Jungkook-ah kau tumbuh begitu sempurna. Seharusnya aku meyadarinya lebih cepat." Racau Jieun saat Jungkook mendudukkan dirinya disofa.
"Aku tidak bisa membawamu masuk ke kamar. Jadi kuharap kau tidak keberatan jika beristirahat disini." Kamar hanya khusus dirinya dan Taehyung. Lagipula sofa apartemennya cukup besar dan tentu cukup menampung tubuh kecil Jieun.
Jieun menahan tangan Jungkook saat Jungkook akan beranjak dari sana.
"Mau kemana?""Mengambilkanmu selimut dan bantal."
"Tidak perlu. Aku hanya membutuhkanmu sebagai gantinya." Ucap Jieun lalu menarik kuat tangan Jungkook hingga Jungkook kembali duduk.
"Kau masih mencintaiku bukan? Kookie." Bisik Jieun sensual setelah dengan lancangnya duduk dipangkuan Jungkook.
"Apa yang kau---------"
"Jungkook!"
Tbc
