"Jaga sikapmu, Nuna!" Ujar Jungkook sambil mendorong tubuh Jieun hingga jatuh diatas karpet yang untungnya tebal.
Jieun menatap Jungkook tak percaya. Dia tak pernah mengira jika Jungkook akan berlaku kasar bahkan sekarang menatapnya penuh benci. Namun beberapa saat kemudian Jieun tertawa terbahak membuat Jungkook makin mengeraskan rahangnya karena menahan buncahan emosi.
"Kau dasar wanita gila." Gumam Jungkook penuh penekanan.
Jungkook bergegas pergi untuk mengejar Taehyung. Berharap Taehyung hanya kembali ke apartemenya namun suara Jieun menghentikan langkahnya.
"Jika kau mengejarnya, aku akan bunuh diri." Ancam Jieun dengan nada tak main-main. Jieun hanya memiliki Jungkook karena Yoongi pun tak lagi ada harapan. Jieun tidak mau jika harus kehilangan dua sekaligus hanya karena Taehyung.
"Kau pikir aku peduli?" Tanya Jungkook tanpa menoleh pada Jieun yang masih terduduk diatas karpet.
"Benarkah. Kalau begitu kaulah orang pertama yang akan melihat mayatku."
Jungkook menoleh dan mendapati Jieun yang sudah terkapar dengan tangan yang tersayat dan sebuah pisau buah ditangan satunya.
"Sialan!" Umpat Jungkook yang mau tak mau harus mengurus Jieun karena dia tidak mau dituduh menjadi tersangka. Jika saja Jieun melakukannya tidak di apartemennya, sudah pasti Jungkook tak akan peduli.
🌿🌿🌿
Hoseok hampir frustasi karena tak bisa menghubungi Taehyung. Nomor Taehyung tidak aktif sedangkan telfon rumah tidak di angkat. Dilihatnya arloji ditangannya, pukul 09.00 KST. Tidak biasanya Taehyung belum datang padahal sudah sangat siang. Akhirnya Hoseok menelfon Namjoon untuk menanyakan keberadaan Taehyung namun lagi-lagi tak ada kabar keberadaannya.
"Kemana kau Tae?" Gumam Hoseok.
Sebenarnya Hoseok ingin sekali pergi ke apartemen Taehyung untuk mengecek apakah Taehyung disana atau tidak tapi pekerjaan yang harus dia selesaikan begitu banyak terlebih Taehyung belum juga datang. Pikiran buruk mulai terlintas. Bagaimana jika Taehyung sedang sakit atau bagaimana jika terjadi sesuatu saat Taehyung perjalanan menuju ke kantor?
Tak lama kemudian pintu ruangan Taehyung terbuka. Hoseok yang tadinya duduk pun segera berdiri untuk menyambut Taehyung dengan rentetan pertanyaan. Namun Hoseok harus membuang rencananya karena bukannya Taehyung yang muncul melain Jungkook dengan tampilan berantakan. Bahkan Jungkook tak memakai setelan jas.
"Hyung dimana Taehyung?" Tanya Jungkook nampak khawatir.
Hoseok mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Tanpa ragu kakinya melangkah mendekat pada Jungkook lalu melayangkan sebuah pukulan pada rahang Jungkook hingga Jungkook jatuh tersungkur.
"Bajingan kau! Apa yang kau lakukan pada Taehyung?" Tanya Hoseok penuh emosi.
Jungkook menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya lalu menatap pada Hoseok.
"Tolong beritahu dimana Taehyung sekarang, Hyung." Ucapnya kemudian."Harusnya aku yang bertanya padamu. Dimana Taehyung? Apa yang sedang terjadi?"
"Ada masalah kecil antara kami. Aku harus bertemu dengannya sekarang untuk menyelesaikannya."
Hoseok naik pitam. Dia menarik kerah baju Jungkook dan kembali melayangkan pukulan. Kali ini makin keras namun Jungkook tak melawan.
"Kecil katamu? Taehyung tak akan sampai pergi jika ini hanya masalah kecil untuknya. Jika aku menemukan Taehyung lebih dulu, ku pastikan kau tak akan lagi bisa menemuinya. Beruntung Namjoon belum tau tentang ini. Jika dia tau ku yakin kau tak akan melihat matahari lagi besok pagi."
Jujur saja Jungkook tak begitu mengindahkan perkataan Hoseok. Bahkan dia sama sekali tidak takut atas ancaman Hoseok. Jungkook hanya ingin bertemu Taehyung sekarang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jungkook tidak bisa jika harus tanpa Taehyung.
Tbc
