Victor menggeliat saat alarmnya berbunyi begitu keras. Bukan jam weker namun suara teriakan Appanya yang tak main-main.
"Eungh....Appa tak pernah membiarkan aku hidup tenang." Gumam Victor dengan mata setengah terbuka namun sudah terduduk diatas ranjangnya."Segera mandi dan turun untuk sarapan! Uncle Yoongi akan mengantarmu kesekolah hari ini."
"Iya Appa!" Sahut Victor tak kalah keras lalu bergegas masuk kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Victor telah siap dengan setelan seragam sekolahnya dan segera menyusul Appanya yang pasti sudah menunggunya di meja makan.
"Selamat pagi Appa." Sapa Victor saat menarik kursi meja makan di seberang sang Appa.
"Selamat pagi, V. Ingat hari ini hari apa?"
"Hari senin."
"Tanggal berapa?"
"Lima-------Appa ini hari ulang tahunku!" Seru Victor dengan senyum kotak menghiasi wajah tampannya. Victor memiliki perpaduan visual Taehyung dan Jungkook namun wajah Taehyung lebih mendominasi. Bahkan senyum Taehyung menurun pada anak semata wayangnya itu. Sedangkan mata bulat dan kulit seputih susu adalah milik Jungkook. Victor tumbuh menjadi pria yang sangat cantik.
"Iya 5 April ini umurmu sudah lima belas tahun. Kau sudah besar Jeon Victor. Sudah saatnya kau mengetahui semuanya dan bertemu Papamu."
"P-papa?"
"Iya benar. Uncle Yoongi akan mengantarmu nanti sepulang sekolah. Lalu kita akan merayakan bersama ulang tahunmu nanti. Uncle Seokjin juga akan datang kemari bersama Nari." Jawab Hoseok lalu tersenyum lembut.
💜💜💜
Yoongi melirik Victor yang tumben sekali menjadi pendiam hari ini. Biasanya anak itu akan memutar sebuah lagu dan ikut bernyanyi dengan semangat.
"Apa kau menginginkan kado lain?" Tanya Yoongi.
Victor menggeleng pelan lalu menatap pada Yoongi yang nampak konsen dengan jalan didepannya.
"Apa banyak hal yang kulewatkan selama ini, Uncle?""Tidak ada. Hanya saja Appamu ingin memberitahumu saat kau sudah cukup besar. Ini semua demi kebaikanmu. Dan tentang semua kebenaran yang akan kau dengar nanti, kau harus berfikir dewasa. Arra?"
"Ne."
Victor kembali duduk tegak dibangkunya. Menikmati jalan tanpa ingin berfikir lebih hingga mobil yang ditumpangi berhenti pada sebuah bangunan yang belum pernah Victor datangi sebelumnya.
"Ayo kita turun. Papamu sudah menunggumu didalam. Dia pasti bahagia melihatmu yang tumbuh mirip dengannya." Ajak Yoongi yang dituruti Victor.
Victor meihat sekeliling bangunan yang didominasi warna putih itu. Nampak sepi namun terasa damai. Kemudian Victor mendongkakkan kepalanya membaca papan pada pintu masuk utama. Rumah abu.
Victor tetap mengikuti langkah Yoongi hingga mereka berhenti dan mata bulat Victor terpaku pada sebuah guci bertulisan 'Kim Taehyung'.
"Namanya Kim Taehyung. Dia adalah Papamu dan orang yang melahirkanmu."
Flashback
Seokjin menatap tak percaya pada Jungkook yang diam membisu. Mungkin terlalu terkejut .
"J-jeon....kau sungguh membuatku kecewa." Ucap Seokjin penuh penekanan.
Jungkook menggeleng, airmata sudah berkumpul dipelupuk matanya.
"S-sungguh aku tidak tahu, Hyung. Namjoon Hyung bahkan mengira itu adalah anak Yoongi.""Namjoon?" Lagi-lagi Seokjin menitikkan airmatanya. Kenapa Seokjin seakan dipermainkan.
"Hyung biarkan aku menemui anakku." Mohon Jungkook yang mendapat tatapan tajam dari Seokjin.
"Tidak akan pernah. Sejak awal kau tak mengakuinya dan tetaplah begitu sampai akhir hayatmu. Bahkan margamu tidak pantas disanding oleh Victor." Ucap Seokjin penuh kebencian.
"Maaf tapi kami tidak bisa menyelamatkan Tuan Kim. Kondisinya sangat drop saat kami melakukan operasi namun kami harus tetap melakukannya karena jika tidak mungkin keduanya tidak akan selamat." Sela Dokter Lim.
Seokjin membolakan matanya yang sudah sangat basah lalu menatap benci pada Jungkook.
"K-kau.....Kau membunuh adikku! Kau membunuh Taehyungku!" Teriak Seokjin histeris lalu memukul brutal Jungkook namun Hoseok menahan Seokjin."Hyung sudahlah. Semua telah terjadi." Bisik Hoseok mencoba menenangkan walau dirinya sendiri merasa tak percaya.
Yoongi dan Jungkook membeku. Separuh jiwa mereka hilang.
"Puas kau Jungkook? Puas telah merusak Taehyung hingga membuatnya seperti ini? Kumohon pergilah dan jangan pernah muncul lagi dihadapan kami terlebih pada Victor." Ucap Hoseok terisak.Sejak saat itu Jungkook tak lagi terlihat bak ditelan bumi.
💜💜💜
"Hai Victor palli!" Teriak Renjun dari sebrang jalan. Mereka adalah teman dekat dan mereka baru saja pulang sekolah hendak pergi bersama ke lapangan basket dekat taman kota untuk berlatih sebelum turnamen minggu depan.
"Ah sial dia lari cepat sekali." Gumam Victor yang masih bediri di ujung garis penyeberang jalan. Jalanan begitu ramai membuat Victor menggerutu.
Victor berdecih saat melihat Renjun yang semakin jauh. Dia harus segera menyusul. Maka dengan nekat Victor menyeberangi jalan membuat sebuah mobil berhenti mendadak karena kecerobohannya.
"Hai apa kau cari mati?" Teriak seseorang yang baru saja keluar dari mobil mewah tersebut.
"Maaf ahjussi." Ucap Victor lalu mengangkat wajahnya yabg tertunduk. Memberanikan diri menatap ahjussi galak itu dengan eyes puppy andalannya saat terjebak dalam situasi tertentu.
"T-taehyung."
"Hei Jungkook sialan! Kau membuat jalan ini macet!" Teriak seseorang yang lain yang baru saja keluar dari mobil yang sama.
"V kau lama sekali. Renjun bahkan sudah sampai dilapangan." Teriak teman lain Victor, Soobin namanya.
"Maafkan aku ahjussi. Aku akan lebih hati-hati." Ucap Victor di akhiri senyuman kotak lalu pergi begitu saja meninggalkan Jungkook yang terpaku.
"Aku tau kau sudah tua tapi bukan begini caranya agar kau cepat mati." Ucap Jimin yang menghampiri Jungkook.
"Jeon Victor."
END
