"Mau sarapan dimana?" Tanyanya padaku. Bagas mungkin tahu, di saat-saat seperti ini, aku tak mungkin mau makan di rumah.
"Aku gak lapar. Langsung ke kantor saja."
Bagas tak berani menyela saat mendengar suara galakku. Dia melajukan mobilnya tanpa suara.
Sialnya, perutku berkhianat pada ucapanku. Dia berbunyi nyaring hingga Bagas melirikku. Sungguh membuatku malu!
Tak banyak bicara, Bagas berhenti di tukang bubur kemudian turun.
"Mau makan di sini?" Tanyanya dari luar kaca sambil melirik ke bangku panjang di tukang bubur yang terisi beberapa orang disana.
Aku menggeleng. Bagas segera berjalan menuju tukang bubur.
Kulihat, beberapa wanita yang mengantri melirik ke arah Bagas. Memang Bagas terlihat berbeda diantara pembeli lainnya. Bagas sudah kena polesan duit, dia lebih shinning, shimmering, splendid diantara yang lain. Juga turun dari mobil mewah miliknya menjadi perhatian mereka. Aura bos memang beda. Aku jadi bangga memilikinya.
Hei, jangan gila Ara! Dia itu yang mengacaukan hidupmu dari dulu!
Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link dibawah :
https://kbmapp.com/book/read/810a237d-2879-b711-1c19-cd109ebf19fa/fe1510b5-3fe2-acfb-f24a-a50414354757?af=b8c0cede-55ed-f077-0193-baa76010bd1d
KAMU SEDANG MEMBACA
Do You Remember?
RomansaKalau ada yang bilang, pertemanan dua orang yang berbeda jenis kelamin tanpa ada "rasa" sedikitpun diantara mereka, itu bohong. Contohnya, aku. Arabella Putri, yang masih terjebak dengan perasaan masa lalu. Dan dia, lelaki berwajah menggemaskan itu...
