DYR 40

1.1K 35 5
                                        


Ku usap kening Bagas. Sambil berulang kali minta maaf. Bagas menarikku ke atas pangkuannya, mengunci tangannya di pinggangku.

"Gas.."

"Iya, cinta."

"Jangan gini."

"Loh, kenapa?"

"Aku berat."

Bagas terkekeh. "Bisa aja alesannya."

"Aku gugup ini, Gas."

Bagas terbahak. "Aku juga sih, Ra." Jujurnya yang membuat tawaku menyusul.

Baca selengkapnya di KBM App

Do You Remember?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang